GRC Dukung Peran BULOG Sebagai Penjaga Buffer Stock Pangan Nasional

Penulis Editor

Jakarta, TopBusiness – Peran Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) sebagai penjaga buffer stock pangan nasional sangat dididukung oleh penerapan GRC. Sehingga BULOG telah berhasil melaksanakan 3 (tiga) fungsi utama, pertama, Availability: selama tahun 2019 perusahaan secara intens berhasil mendistribusikan beras ke seluruh wilayah Indonesia termasuk daerah-daerah remote sehingga selama tahun 2019 tidak terdapat satupun daerah yang kekurangan pangan.

Kedua,Affordability: selama tahun 2019 harga beras terjaga pada level yang terjangkau oleh masyarakat. Secara tahunan, beras tercatat mengalami deflasi sebesar (0,72%). Ketiga, Stability: selama tahun 2019 tidak terdapat lonjakan harga beras, bahkan pada saat hari raya lebaran maupun tahun baru.

Demikian disampaikanTriyana, Direktur Keuangan Perusahaan Umum BULOG dalam sesi Presentasi dan Wawancara TOP GRC Awards 2020 yang diselenggarakan oleh majalah Top Business secara video conference pada Selasa, 28 Juli 2020.

Kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2020, ia menjelaskan visi BULOG yaitu Menjadi Perusahaan Pangan yang Unggul dan Terpercaya dalam Mendukung Terwujudnya Kedaulatan Pangan.

“Misi kami, pertama, Logistik Bahan Pokok: Menjalankan Usaha tersebut dengan mengutamakan layanan kepada masyarakat. Kedua, Praktek Manajemen Unggul: Menjalankannya dengan dukungan SDM Profesional, Teknologi & Sistem yang terintegrasi. Ketiga, Good Corporate: Tata Kelola Perusahaan yang baik serta senantiasa melakukan perbaikan berkelanjutan. Keempat, Stabilitas bahan pokok: Menjamin Ketersediaan, Keterjangkauan, & Stabilitas komoditas pangan pokok,” Triyana menambahkan.

Implementasi GRC tahun 2018–2019

Dalam sesi ini, Triyana juga memaparkan implementasi GRC di BULOG, terutama sejak ia mulai menjabat sebagai Direktur Keuangan BULOG pada 27 April 2018.

“Tahun 2018 – 2019, dilakukan penekananpada proses peningkatan implementasi kepatuhan dan internalisasi tata kelola perusahaan melalui, pertama, Penguatan komitmen Manajemen Puncak sebagai role model peningkatan sistem GRC. Kedua, Pengkajian secara menyeluruh terhadap Kebijakan Internal(PD-KD-SOP) yang terkait dengan GRC.”

“Ketiga, Peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan di setiap unit kerja GRC. Terakhir, Pembentukan dan penguatan Corporate Value (IPRODIPTO) dan Corporate Culture di bawah Pembinaan Direktur SDM& Umum.”

Kebijakan dan Implementasi GCG

  • Perusahaan memberlakukan Kebijakan Internal berupa Peraturan Direksi (PD) dan Prosedur Operasi Standar (SOP) yang mengatur tatakelola yang bersih dan transparan di berbagai level proses bisnis utama dan pendukung.  
  • Implementasi kebijakan diawasi oleh Internal Audit & Organ Dewan Pengawas (Komite Audit di bidang Kepatuhan & GCG).  
  • Membentuk Organisasi yang bertanggungjawab atas penyusunan kebijakan GCG dan pengawasan pelaksanaannya.  
  • Melaksanakan Asesmen Penerapan GCG Perusahaan secara berkala yang dilaksanakan secara mandiri (self assessement) maupun oleh pihak eksternal.  
  • Mengintegrasikan kebijakan GCG ke dalam RJPP untuk menyokong sustainabilitas perkembangan bisnis Perusahaan.  

Penerapan Whistle Blowing System (WBS)

Triyana mengungkapkan bahwa Perum BULOG telah membuat aplikasi BULOG WBS yang dapat diakses menggunakan platform web dan mobile android. BULOG WBS sebagai salah satu bentuk media kampanye “BULOG Bersih”.

“WBS ini secara terus-menerus disosialisasikan di seluruh lingkungan BULOG dengan kegiatan meliputi: Audit Khusus serta penyampaian kepada peserta pelatihan, workshop, dan diklat,” tegas Triyana.

Penerapan Three Lines of Defence

“Kami juga telah menerapkan kebijakan Three Lines of Defencesebagai berikut, pertama, Unit kerja terkait difasilitasi oleh Unit Manajemen Risiko menjalankan proses manajemen risiko dimulai dari pelaksanaan asesmen risiko hingga monitoring dan evaluasi untuk mendukung pencapaian sasaran di masing-masing unit kerjanya,” kata Triyana kepada Dewan Juri.

“Kedua, Hasil penilaian risiko (Daftar Risiko Unit Kerja) yang tersusun oleh unit kerja akan digunakan oleh SPI sebagai dasar penyusunan Annual Audit Planning, Audit Preparation, dan Audit Execution.

“Ketiga, Daftar risiko yang telah terkonsolidasi selain menjadi dasar dalam menyusun annual audit plan oleh SPI, juga digunakan untuk evaluasi atas efektifitas pelaksanaan penerapan manajemen risiko yang dilaksakanan oleh tiap-tiap unit terkait.”

Dukungan TI Terhadap Implementasi GRC

“Teknologi-Informasi juga telah mendukung implementasi GRC kami melalui adanya Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMRK) Perum BULOG yang digunakan sebagai pendukung proses Manajemen risiko suatu unit kerja dalam melakukan tugasnya di Perum BULOG yang pembuatan dan pengelolaannya dilakukan secara inhouse oleh Divisi TI,” jelas Triyana.

“Aplikasi Manajemen Risiko terdiri dari beberapa modul yang semuanya digunakan oleh Divisi Teknis dan Pusat Manajemen Risiko dan Kepatuhan dalam melakukan aktivitas di unit kerja.”

“Fitur umum dan Aktivitas SIMRK meliputi: Risk Register, Mitigasi, dan Pengelolaan Risiko.”

Inovasi Terkait GRC

Triyana mengungkap empat inovasi terkait GRC yang telah dilakukan oleh BULOG, yaitu:

Digital Warehousing

Melalui digitalisasi warehouse memudahkan pelaksanaan dan pengawasan GRC di seluruh organisasi di Perusahaan. Perum BULOG telah bekerjasama dengan PT. BGR mengimplementasikan digital warehousing.

Pengembangan e-Commerce

Perum BULOG mulai tahun 2019 telah melaksanakan perdagangan ritel melalui e-commercepanganan.com pelaksanaan bisnis ritel melalui sistem ini mampu meningkatkan implementasi dan pengawasan GRC secara menyeluruh.

Digitalisasi Big Data

Mulai tahun 2019 Perum BULOG secara bertahap mengimplementasikan ERP. Melalui ERP, seluruh kegiatan Perusahaan di seluruh wilayah Indonesia dapat dimonitor secara realtime online. Dengan ERP, BULOG akan mampu meminimalisir penyimpangan terhadap implementasi GRC Perusahaan.

Inovasi Bisnis: PangananDotCom

Kerja Sama BULOG danswasta melalui platform digital: iStore iSend; kurir: JNE, J&T, Tiki, Pos Indonesia; Shopee.Penjualan 50 brand di PangananDotCom sudah mulai tersedia tanggal 28 Oktober 2019. Diversifiksi Pilihan Produk.

Contoh Penerapan GRC dalam Strategi Korporasi Perum BULOG

Kepada Dewan Juri, Triyana juga menyampaikan contoh penerapan GCG di BULOG sebagai berikut:

  • Nama Program: Modernisasi infrastruktur Perum BULOG
  • Sasaran Aksi: Infrastruktur pasca panen yang modern (MRMP, RTR, CDC, Gudang-Gudang khusus dsb)
  • Penerapan GRC:Manajemen mengkaji kembali proyek-proyek yang dibiayai oleh PMN tersebut diatas baik dari aspek teknis, operasional, ketepatan lokasi, proses pengadaan, maupun aspek finansial. Dari hasil pengkajian ulang maka seluruh proyek ditata ulang dan dilakukan tender secara transparan

Penulis: Teguh Imam S

BACA JUGA

Tinggalkan komentar