Jakarta, TopBusiness—Ada kondisi kendala tertentu dari UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dalam memenuhi impian mereka untuk go global. Pelaku UMKM pada dasarnya sudah memiliki peluang yang sangat besar, bahkan pasar sudah tersedia secara tidak langsung dengan kuatnya komunitas bentukan diaspora di negeri-negeri seberang. Informasi terkait spesifikasi yang perlu dipenuhi juga bukan sesuatu yang amat sulit untuk mereka peroleh.
“Namun upaya mereka untuk memenuhi spesifikasi tersebutlah yang menjadi kesulitan sebenarnya, di samping biaya logistik yang makin naik,” kata Ketua Umum Kopitu, Yoyok Pitoyo, secara tertulis kemarin malam.
Mengatasi kendala tersebut, program Indonesian Grocery Kopitu berani mengambil langkah solutif, praktis, dan spesifik. Dengan mengarah langsung titik lemah sistem ekspor, dan mendorong balik ke pemerintah untuk membuka mata akan kondisi yang sebenarnya.
“Tidak hanya membantu, membina, dan mendampingi langsung pelaku UMKM, namun juga memediasi pemerintah untuk menggeser anggaran yang tidak perlu, ke aspek yang lebih krusial seperti persyaratan legalitas edar produk di negara target, dan biaya logistik,” papar Yoyok.
