TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Adopsi CSV, Pelaksanaan CSR PII Ciptakan Nilai Tambah dan Genjot Reputasi Perusahaan

Busthomi
3 March 2021 | 09:54
rubrik: CSR, Event
Adopsi CSV, Pelaksanaan CSR PII Ciptakan Nilai Tambah dan Genjot Reputasi Perusahaan

Jakarta, TopBusiness – Program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungkan (TJSL) yang digelar oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) terus ditingkatkan dalam setiap tahunnya, termasuk di masa pandemi covid-19 atau kenormalan baru (new normal) di tahun lalu.

Bahkan, agar program tersebut selaras dengan strategi dan tujuan bisnis BUMN yang berada di bawah Kementerian Keuangan tersebut, maka pihaknya mengadopsi konsep Creating Shared Value (CSV), dengan prinsip ‘Dari Kita, Untuk Kita, Oleh Kita’.

Dengan prinsip tersebut membuat sederet program CSR yang diusungnya itu telah menghasilkan nilai tambah, baik bagi perseroan maupun penerima manfaat CSR, dan juga telah berkontribusi menggenjot reputasi PII sendiri.

Hal ini seperti disampaikan oleh Direktur Utama PII, M. Wahid Sutopo dalam sesi penjurian Top CSR Awards 2021 yang digelar secara virtual, Selasa (2/3/2021). Dalam sesi penjurian kali ini, Sutopo didampingi Indra Pradana selaku Senior Vice President (SVP) CEO Office PII, Putri Bella D selaku AM CEO Office PII, dan Dwinanda Rendy selaku Staf CEO Office PII.

PII sendiri menjadi salah satu dari sekian perusahaan yang terpilih menjadi peserta penjurian TOP CSR Awards 2021 yang kali ini mengusung tema, ‘Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di masa Kenormalan Baru’. Top CSR Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dan menggandeng beberapa perusahaan konsultan yang kompeten lainnya.

Kendati mandat yang diemban PII sendiri adalah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, namun sejatinya perseroan adalah bukan perusahan pertama yang menggarap proyek infrstruktur itu. Mereka adalah sebagai perusahaan penjaminan terhadap perusahaan yang memiliki proyek infrastruktur tersebut. Penjaminan terebut adalah, antara lain penjaminan skema KPBU, penjaminan pinjaman langsung BUMN, penjaminan korporasi, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:   Menelisik Potret Sukses Kideco dengan Program CSR-nya

Namun begitu, pihaknya tetap konsisten menggelar program CSR dan TJSL kepada masyarakat di sekitar proyek-proyek yang dijaminnya itu. Sampai dengan Februari 2021, PT PII telah memberikan penjaminan kepada total 32 proyek yaktu 26 proyek KPBU dan 6 proyek Non KPBU. “Dengan total nilai proyeknya itu mencapai Rp321 triliun,” kata Sutopo.

Dan terkait program CSR-nya itu, kepada Dewan Juri, Sutopo memaparkan, ada tiga prinsip dasar pelaksanaan program CSR yang diembannya. Pertama, prinsip keberlanjutan (sustainability), program CSR yang berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, baik secara langsung maupun tidak langsung memberikan manfaat positif bagi masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Kedua, prinsip akuntabilitas, yaitu program CSR dijalankan secara terbuka, etis, dan bertanggung jawab, sehingga dapat dijadikan sebagai sarana bagi perseroan untuk meningkatkan citra dan jaringan dengan pihak-pihak yang berkepentingan serta mencegah timbulnya potensi penyalahgunaan dan penyimpangan.

Ketiga, transparansi yakni seluruh pelaksanaan kegiatan CSR bersifat terbuka dan diungkapkan dalam pelaporan perseroan secara tahunan kepada pihak eksternal dan pemangku kepentingan.

Dengan begitu, lanjut dia, maka kebijakan dan strategi CSR pun diselaraskan dengan strategi bisnis PII. Untuk tujuan pedoman pelaksanaan CSR-nya adalah, adanya nilai tambah yakni memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan. Lalu memperkuat reputasi perseroan dan menciptakan citra positif  di mata pemangku kepentingan. Serta menjalin hubungan baik dengan pemangku kepentingan dan masyarakat lainnya.

“Sehingga dalam melaksanakan kegiatan CSR itu, kami memastikan kegiatan CSR tersebut mendukung visi dan misi perseroan, meningkatkan brand awareness dan sebagai kontribusi perseroan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelas Sutopo lagi.

Proses penjurian Top CSR Awards 2021 yang dilakukan secara virtual. FOTO: SS TopBusiness

Program CSR Sesuai CSV

BACA JUGA:   Webinar TOP GRC Awards 2025 Digelar, Ajang Pembelajaran Bersama terkait Implementasi GRC

Maka dari itu, lanjut Sutopo, program-program CSR itu senantiasa diselaraskan untuk mendukung strategi bisnis perusahaan. Baik itu program kesehatan, pendidikan, sosial, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, pemuda dan olahraga, keagamaan, serta lain sebagainya.

“Untuk itu, saat pandemi Covid-19 itu, bagi kami pandemi ini tidak mengganggu konsistensi perseroan untuk fokus dalam CSR. Program yang dijalankan semasa pandemi adalah program yang mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN). Karena jika ekonomi bertumbuh akan semakin banyak proyek infrastruktur dan tentu berdampak positif terhadap bisnis perseroan,” katanya.    

“Ditambah lagi, kebijakan program CSR itu semakin diperkuat dengan adopsi konsep CSV tersebut, dan pinsip yang kita jalankan adalah ‘Dari Kita, Untuk Kita, Oleh Kita’.”

Salah satu program CSR yang diusung perseroan adalah Program Pelatihan Kewirausahaan KEK Mandalika. Program tersebut merupakan program sejak 2019 lalu dengan diikuti oleh 28 peserta mayoritas wanita, dan berkolaborasi dengan PT PPI (Persero) atau ITDC. Pelatihan lanjutan yang diikuti antara lain marketing dan foto produk, pengelolaan keuangan, pengemasan, penyusuna SOP dan perizinan usaha.

“Program CSR ini dapat memberikan manfaat bagi 28 peserta yang dibagi dalam 4 kelompok  usaha, yaitu Kelompok Usaha Mandiri Merendeng Mandalika, Kelompok Putri Nyale, Kelompok Ingin Maju, Kelompok Emak-emak Kreatif. Dan program ini didukung Pemda setempat antara lain Dinas UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah, dan desa. Sehingga dapat menyiapkan pelaku UMKM di KEK Mandalika,” papar dia.

Juga ada program CSR Pelatihan Petani di Karawang. Program ini sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan di masa pandemic yang diselenggarakan di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Program pelatihan ini memberikan manfaat kepada 30 petani dari 3 desa di sekitar proyek tol Jakarta-Cikampek Selatan.

BACA JUGA:   Lewat Sekolah Miracle, Callistha Kasih Cetak Generasi Mandiri dari Desa

Program ini bertujuan untuk memproduksi panen beras yang lebih baik dan mengembalikan kondisi tanah dengan mengurangi penggunaan bahan pupuk kimia dengan memanfaatkan pupuk organic secara teratur.

“Dan pada lanjutan pelatihan berikutnya target dicapai yaitu mengubah pola tanam petani padi dari sawah tadah hujan dan meningkatkan hasil panen padi serta penjualan secara online. Dari pelatihan ini didapatkan hasil panen 20% lebih banyak dari sebelumnya. Makanya program ini didukung oleh pemda setempat,” tandas Sutopo.

Adopsi ISO 26000 SR

Selain mengadopsi CSV, PT PII Juga mengadopsi ISO 26000 SR dalam kebijakan CSR-nya. Antara lain program penilaian lingkungan dan sosial. Dalam hal ini PT PII memastikan proyek yang akan dijamin telah memiliki tools pengelolaan dampak lingkungan dan sosial (kajian AMDAL) dan penggung jawab proyek memiliki komitmen dan kemampuan dalam mengelola dampak negatif proyek.

Juga ada penilaian aspek lingkungan dan sosial juga menggunakan pendekatan sosial dengan melakukan stakeholder mapping untuk pengelolaan stakeholder yang terdampak proyek.

Juga program efisiensi sumber daya dan pencegahan polusi. Peogram ini terkait lingkungan mitigasi perubahan iklim dan tindak lanjutnya. Maka dari itu, kaat dia, pihaknya terus mendorong pembangunan infrastruktur yang berperan dalam memitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Misalnya, sektor renewable energy dan pembangunan integrase bending dan tol Semarang-Demak.

“Contoh lainnya, salah satu proyek minihydro yangtelah dijamin dapat menurunkan emisi GRK seebsar kurang lebih 47.000. Juga program-program lain yang masuk ISO 26000 itu seperti pelatihan buat karyawan, capacity building, dan program lainnya,” ungkap Sutopo.

FOTO: Salah satu proyek yang dijamin PT PII. (Istimewa)

Tags: PT Penjaminan Infrastruktur IndonesiaTOP CSR Awards 2021
Previous Post

Komitmen CSR PLN Batubara Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Next Post

IMF Apresiasi Kebijakan RI Tangani Pandemi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR