Jakarta, TopBusiness – PT Dharma Polimetal dalam kegiatan usahanya mengusung motto Dharma Exist To Contribute yang artinya keberadaan Dharma Group harus dapat memberikan kontribusi positif kepada seluruh stakeholders.
Dengan keinginan bersama untuk berkontribusi, diharapkan akan memberi semangat kepada seluruh karyawan untuk membuat bisnis Dharma Group dapat selalu eksis atau terus hidup dan berkembang.
Sebagai bagian dari Triputra Group, Teddy P Rachmat selaku founding father kelompok usaha ini memiliki mimpi suatu saat nanti Indonesia akan terbebas dari kemiskinan. Dengan motto Dharma Exist to Contribute diharapkan menjadi penyemangat bagi perusahaan untuk mendukung terwujudnya mimpi tersebut.
“Tentunya itu juga didukung oleh nilai-nilai budaya Triputra DNA yaitu Integrity & Ethics, Excellence, Compassion, Humility yang menjadi guiding value kami di dalam melakukan aktivitas CSR. Perusahaan juga melakukan komunikasi dengan lingkungan untuk menyerap aspirasi lingkungan,” kata Irianto Santoso, Presiden Direktur PT Dharma Polimetal dalam sesi presentasi dan wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dilakukan secara daring, Jumat (5/3/2021).
Kegiatan usaha PT Dharma Polimetal adalah memproduksi komponen otomotif untuk pabrikan kendaraan roda dua dan empat di Indonesia (OEM) dan special purpose machine untuk industri. Perusahaan saat ini memiliki pabrik yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Dalam melakukan kegiatan CSR, menurut Irianto, PT Dharma Polimetal secara umum menekankan kepada tiga bidang. Pertama, Bidang Ekonomi: Aktivitas yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Contohnya adalah program pelatihan, beasiswa pendidikan, bantuan keuangan langsung, dan lainnya.
Kedua, bidang Sosial dan Budaya. Di sini, perusahaan ikut berpartisipasi membantu masyarakat dalam aktivitas sosial, keagamaan dan budaya. Misalnya adalah bantuan alat kesehatan, panti asuhan, donor darah, perbaikan jalan, dan lainnya.
Ketiga adalah Bidang Lingkungan hidup. Bentuknya adalah program penghijauan baik di dalam lingkungan perusahaan maupun di luar perusahaan. Contohnya adalah penanaman pohon bakau di Muara Gembong untuk mencegah abrasi pantai dan kegiatan charity lainnya.
Membuat Ventilator
Irianto mengakui, pandemi covid-19 yang terjadi setahun terakhir ini membuat bisnis lesu dan ekonomi sulit karena banyak pembatasan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah yang semuanya berdampak pada kondisi perusahaan. Namun, perusahaan tetap beroperasi dan motivasi kerja karyawan tetap tinggi. Manajemen juga berinisiatif untuk terus melakukan aktivitas CSR yang juga dapat membantu perusahaan.
“Contohnya adalah program membuat ventilator atau alat bantu pernafasan yang banyak dibutuhkan oleh dunia untuk membantu pasien covid-19. Membuat ventilator belum merupakan kompetensi kami saat itu, namun manajemen mengajak para engineer kami untuk membuat alat yang paling dibutuhkan pasien covid-19,” kata dia.
Meskipun Dharma Polimetal bergerak di bidang otomotif, namun dengan dasar keilmuan yang dimiliki perusahaan, pihaknya berusaha menjawab tantangan dari pemerintah saat itu yang memprediksi akan terjadinya kekurangan ventilator di rumah sakit.
Dharma merupakan satu-satunya perusahaan swasta yang berhasil membuat ventilator yang telah lolos uji klinis, uji sertifikasi dan mendapatkan ijin edar dari Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementrian Kesehatan RI. Peluncuran ventilator produk perusahaan bernama Ventilator Dharcov23S ini dilakukan pada 20 Mei 2020 oleh Presiden RI Joko Widodo dalam acara Peluncuran Produk Riset, Teknologi dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan Covid-19.
Sejauh ini, Dharma Polimetal sudah menyumbangkan 23 unit Ventilator Dharcov23S kepada sejumlah RS dengan nilai Rp 1,8 miliar. Tak hanya ventilator, Dharma Polimetal juga membuat face shield yang saat itu masih jarang. Ada sekitar 3.000 unit faceshield yang diberikan ke beberapa RS.
“Alat-alat tersebut kami sumbangkan kepada Dinas Kesehatan, pemerintah daerah dan rumah sakit yang membutuhkan. Walaupun perusahaan kami sangat membutuhkan dana untuk bertahan hidup di masa pandemi, kami tetap berusaha melakukan sesuatu untuk membantu pemerintah,” tutur Irianto kepada dewan juri.
Menurut dia, banyak manfaat yang didapat PT Dharma Polimetal dari aktivitas membuat ventilator tersebut. Pertama adalah menggasah jiwa inovasi karyawan perusahaan. Kedua, meningkatkan motivasi kerja di saat sulit, tapi memiliki aktivitas untuk tujuan kemanusiaan.
“Kami juga membantu program pemerintah mengatasi dampak covid-19. Sebab, kebutuhan alat kesehatan bisa dipenuhi dari dalam negeri,selain juga menghemat devisa dan meringankan dampak penderita sakit covid-19,” tutur Irianto yang mengaku, kegiatan tersebut juga berpotensi menjadi lini bisnis baru bagi Dharma Group.
Kegiatan lain yang dilakukan PT Dharma Polimetal selama pandemi ini adalah memberi bantuan hazmat, masker, disinfectant chamber, hand sanitizer, serta bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak covid-19.
Irianto menegaskan, berbagai program CSR unggulan yang dilakukan perusahaan di masa pandemi dan kenormalan baru ini secara tidak langsung juga membantu percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Di tengah kondisi sulit, kami berusaha untuk tidak melakukan PHK massal dengan tetap untuk melakukan penghematan agar perusahaan dapat terus bertahan. Bahkan perusahaan memberikan bantuan bagi karyawan yang terdampak akibat pembatasan sosial berskala besar seperti bantuan sembako.
“Disamping itu, ditengah kondisi keuangan yang sulit dengan turunnya bisnis, kami terus berusaha melakukan investasi-investasi yang nantinya akan berdampak kepada penyerapan tenaga kerja dan tentunya pemulihan ekonomi secara umum,” tutur Irianto.
Program Pemagangan dan Beasiswa
Dharma Group turut berkontribusi terhadap program presiden dalam Pembangunan SDM Indonesia maju melalui Program Pemagangan Mandiri. Pada 27 Desember 2017 perusahaan mendapatkan Piagam dan Sertifikat Kompetensi Pemagangan untuk bidang Manufaktur yang diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo yang diterima langsung oleh Direktur PT Dharma Polimetal Yosaphat Simanjuntak.
Program Pemagangan Mandiri Dharma Group meliputi pelatihan Kompetensi Welding dan Permesinan umum, dimana peserta magang setelah selesai masa magang akan mendapatkan Sertifikat Kepesertaan Magang dan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Program pemagangan ini bekerja sama dengan 10 BLK (Balai Latihan Kerja) dan 13 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten.
Program Pemagangan telah dimulai tahun 2017dan terus berlangsung sampai saat ini walau kondisi kurang baik. Sampai saat ini total peserta magang telah mencapai 4.479 peserta, di mana sertifikatnya diakui oleh BNSP.
“Kami juga berkontribusi menjadi guru tamu dan assesor tamu ke beberapa BLK, SMK dan lembaga pendidikan lain. Misalnya menyampaikan materi softskill tentang persiapan menghadapi dunia kerja serta technical skill seperti welding dan permesinan umum,” ujarnya.
Dharma Group juga berkontribusi dalam pengembangan pendidikan anak karyawan dan mahasiswa. Program Beasiswa Anak Karyawan disalurkan melalui Yayasan Bhakti Dharma Polimetal (YBDP) sejak 2000 hingga 2020 dengan total 1.648 beasiswa. Sedangkan Program Beasiswa untuk Siswa dan Mahasiswa melalui dengan sekolah, universitas dan perorangan sejak 2019 hingga 2020 dengan total Rp 13 miliar.
Selain program CSR di atas, PT Dharma Polimetal juga membantu perbaikan Infrastruktur disekitar perusahaan seperti jalan raya dan sekolah-sekolah. Ada juga program CSR untuk kesehatan ibu hamil-sejak hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, dan kesehatan anak-anak sekolah.
Menurut Irianto, perusahaan dalam aktivitas dan keputusannya selalu memperhatikan risk management termasuk risiko dan dampaknya bagi lingkungan. Sebab itu, setiap tahun manajemen PT Dharma Polimetal mencadangkan anggaran CSR sebesar Rp 10 miliar sejak tahun 2017. Dana CSR ini banyak disalurkan melalui Yayasan Dharma Bhakti Dharma Polimetal (YBDP) dan komunitas karyawan Dharma Green Community (DGC).
