Jakarta, TopBusiness – PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) tahun 2021 ini kembali terpilih sebagai Finalis ajang TOP Corporate Social Responsibility Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah Top Business bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan konsultanbidang CSR.
Rukindo bergerak di bidang penyediaan jasa pengerukan dan galangan yang sahamnya 99,9% dimiliki oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan 0,1% dimiliki oleh PT Pengembang Pelabuhan Indonesia.
Sebagai anak perusahaan yang bergerak di bidang pengerukan, reklamasi dan jasa galangan maka keberadaan Rukindo dapat mendukung kelancaran perawatan alur pelayaran, kolam pelabuhan, dan perbaikan kapal-kapal tugboat di lingkungan Pelindo II.
Saat ini, Rukindo sedang menjalankan strategi bisnis meliputi, pertama, Penguatan Eksisting Bisnis Dredging; kedua, Pengembangan Usaha Jasa Galangan; ketiga, Sinergi Perusahaan; keempat, Peningkatan Kualitas dan Proses Bisnis; kelima, Pengembangan SDM dan Penyempurnaan Organisasi; keenam, Efektifitas dan Efisiensi Biaya;dan ketujuh, menjalankan Restrukturisasi.
Sebagai Finalis, Rukindo telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan Dewan Juri TOP CSR Awards 2021 yang diselenggarakan secara online pada Kamis, 4Maret 2021. Ahsin Fuadi, Sekretaris Perusahaan dan Hukum, Rukindo; dan Viki Apriyani, staf Sekper dan Hukum mewakili perusahaan dalam sesi ini.
Dalam presentasinya kepada dewan juri, Ahsin memaparkan kebijakan dan strategi yang dijalankan Rukindo di masa Pandemi Covid-19 dan Kenormalan Baru, “Kebijakan dan strategi yang kami jalankan mengarah pada perlindungan dan pencegahan penyebaran Covid-19 bagi pekerja dan masyarakat sekitar.”
Program CSR Unggulan
Ahsinmelanjutkan pemaparan dengan menjelaskan sejumlah program unggulan yang dilaksanakan perusahaan terkait Pandemi Covid-19 dan era Kenormalan Baru.
“Pertama, menerapkan jadwal WFH dan WFO kepada pekerja PT Rukindo.”
“Kedua, memberikan Program Rapid Test dan Swab Test untuk karyawan.”
“Ketiga, memberikan bantuan kepada masyarakat dan pekerja kantor berupa masker, handsanitizer dan sembako.”
“Keempat, memberikan penyuluhan kepada pekerja dan masyarakat tentang hal-hal yang harus dilakukan di masa pandemi Covid-19 dan kenormalan baru.”
Terkait program CSR yang mengadopsi konsep Creating Shared Value (CSV) salah satunya yaitu, “Memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar proyek pengerukan di Tuban, Jawa Timur. Bertujuan agar proyek tersebut dapat berjalan efektif,” ujar Ahsin.
Program tersebut, menurut Ahsin, jadi salah satu CSR yang paling membanggakan karena terkait dengan bisnis inti perusahaan.
Sedangkan program CSR yang selaras dengan ISO 26000 SR, menurut Ahsin, berupa pembentukan Tim Sistem Manajemen Mutu Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) dan pengadaan barang dan jasa untuk program CSR mengacu pada Ketentuan Pengadaan Barang dan Jasa Perusahaan.
Terkait tata kelola di tahap perencanaan, kepada dewan juri, Ahsin mengungkap, “Tahun 2019 anggaran dana CSR sebesar Rp 500.000.000, dana CSR yang terealisasi sebesar Rp 308.809.913.”
“Kemudian, tahun 2020 anggaran dana CSR sebesar Rp 333.600.000, dana CSR yang terealisasi sebesar Rp. 305.942.500.”
“Di tahun 2021 ini, anggaran dana CSR sebesar Rp 500.000.000, saat ini baru terealisasi sebesar Rp 41.500.000,-.”
“Kemudian untuk tahap pelaksanaan, monitoring, pelaporan, dan evaluasi, kami pun telah melaksanakannya sesuai sistem pengelolaan CSR perusahaan sebagaimana diatur dalam Keputusan Direksi Rukindo dan Rencana Kerja danAnggaran perusahaan,” tegas Ahsin.
Penulis: Teguh Imam Suyudi
