Jakarta, TopBusiness – Sebagai BUMN farmasi terbesar di Indonesia, PT Kimia Farma (Persero) Tbk mengemban tanggung jawab yang sangat vital dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Karena itu, ditengah pandemi yang telah berlangsung setahun lamanya Kimia Farma menjadi yang terdepan untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan covid-19 di tanah air.
Manager PKBL & CSR PT Kimia Farma, Cherman mengatakan dukungan Kimia Farma untuk membantu penanggulangan covid-19 baik dalam hal kesehatan maupun ekonomi diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Program CSR Kimia Farma mengacu pada empat pilar utama CSR yaitu Healthy Program, Educational Program, Talent Program, dan Community Development yang mana setiap kegiatannya tidak lepas dari strategi bisnisnya mengenai kesehatan,” kata Cherman dalam wawancara penjurian Top CSR Award 2021 yang digelar Majalah Top Business secara daring pada Selasa (09/03).
Cherman menuturkan dukungan Kimia Farma dalam penanggulangan Covid-19 di tanah air melalui CSR, secara garis besar diwujudkan melalui 4 kategori program yakni; program Employee Protection (menjaga karyawan), KAEF Berbagi, Dukungan Pembangunan Nasional Covid – 19 dan Peningkatan Ekonomi.
Melalui program Employee Protection, Kimia Farma memulai penanggulangan covid-19 secara internal di perusahaan dengan memproteksi semua karyawan kimia farma agar tidak terpapar virus. Proteksi dilakukan melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan kerja serta membagikan alat pelindung diri dan multivitamin untuk karyawan.
“Kami juga membentuk program Covid Ranger Kimia Farma melibatkan karyawan dengan sukarela yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan Kimia Farma dalam mensosialisasikan pencegahan penyebaran Covid – 19 di lingkungan internal Kimia Farma maupun di lingkungan masyarakat. Sosialisasi ini dilakukan melalui Sosial Media Campaign untuk mengedukasi masyarakat seputar covid-19,” tutur Cherman.
Melalui program KAEF Berbagi, Kimia Farma secara aktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak covid-19 baik secara kesehatan maupun ekonomi di berbagai daerah.
“Sejak pandemi berlangsung hingga saat ini Kimia Farma melah menyalurkan bantuan berupa sebanyak 93.165 Alat Pelindung Diri, 172.043 Multivitamin dan Obat-obatan, melaksanakan 2.654 Rapid Test secara gratis dan menyalurkan 11.057 Paket Sembako di berbagai daerah di tanah air,” ujar Cherman.
Program KAEF berbagi lain yang telah dilaksanakan adalah Program Mobile Support Covid-19 . Program ini bertujuan menanggulangi dampak wabah COVID-19 melalui berbagi untuk masyarakat, berbagi untuk tenaga kesehatan dan juga Rapid Test untuk sesama. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa lokasi, diantaranya: DKI Jakarta, Tangerang, Banten, Purwakarta, Bandung, Sukabumi, Soreang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makassar, Manado, Medan, Lubuk Linggau, Garut, Cianjur, Pontianak, serta Palangkaraya, Rapid Test yang terlaksana di beberapa wilayah tersebut diikuti total 2.500 orang.
Selanjutnya Dukungan Pembangunan Nasional Covid–19 direalisasikan melalui Program Sinergi Command Center Penanggulangan Covid -19 bekerjasama dengan BUMN-BUMN di tanaih air. Pada program Peningkatan Ekonomi, Kimia Farma melakukan Upaya untuk memulihkan kembali perekonomian Indonesia dengan Stimulant untuk meningkatkan perkonomian lewat UMKM dan menciptakan Program UMKM Academy.
“Melalui program ini kami membantu 327 mitra binaan kami untuk dapat berjuang bersama melawan pandemi dengan memanfaatkan teknologi secara digital. Kami melakukan pendampingan kepada mitra binaan dengan melakukan webinar dan UMKM Academy, yaitu kelas akselerasi mitra binaan dimana disitu kami berikan fasilitas berupa Pelatihan Bisnis, rebranding logo dan kemasan serta membantu mereka mendapatkan legalitas usaha. Tujuan UMKM Academy yakni untuk meningkatkan daya saing usaha para mitra binaan sehingga lebih mandiri dan menciptakan mitra UMK naik kelas dalam dilihat dari segi omset, laba, jumlah tenaga kerja, mutu produk dan sertifikasi” papar Cherman.
Untuk program peningkatan ekonomi, di tahun 2020 ini Kimia Farma telah menyalurkan dana untuk pinjaman dana UMKM mitra binaannya sebesar Rp 3,69 miliar dari total dana CSR perusahaan sebesar Rp 13,69 miliar. Melalui penyaluran pinjaman ini, Perseroan berharap UMKM mitra binaan dapat bangkit dan menjadi mandiri walau di tengah pandemi seperti sekarang ini.
“Selain itu, selama masa pandemi Covid–19 Kimia Farma juga mengeluarkan kebijakan terkait pembayaran mitra binaan (MB) Kimia Farma bahwa pengembalian pinjaman dibayarkan sebesar 50% dari pengembalian seharusnya. Total ada 171 MB terstimulan dari 327 MB aktif,” terangnya.
Disamping itu selama Pandemi Kimia Farma juga gencar melaksanakan Healthy Program yang berfokus kepada kesehatan dengan menciptakan Kawasan sehat dan menurunkan angka stunting, gizi, ibu hamil dan menyusui, penyakit tidak menular, juga meningkatan pola hidup sehat.
Salah satu yang telah dilaksanakan adalah program Klinik Apung. Program ini dirilis pertama kali pada 2019 dan dan telah berhasil menciptakan program Kawasan Sehat di daerah Desa Gili Gede Indah, Nusa Tenggara Barat. Pada bulan November 2020, Klinik Apung kedua diluncurkan bekerja sama dengan Badan Wakaf Al Qur’an (BWA)di kepulauan Seribu dengan tujuan untuk membantu pemerintah meningkatkan layanan kesehatan di pulau terpencil Indonesia.
Selain itu, program Klinik Apung dibuat untuk mengedukasi masyarakat terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Klinik Apung saat ini telah menjangkau 1181 warga.
“Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang kesehatan, kami memiliki tekad untuk turut andil menyehatkan masyarakat, khususnya di masa pandemi Covid – 19. Di mana, kesehatan menjadi isu utama saat ini. Melalui Program Klinik Apung kami berharap, pelayanan kesehatan di Indonesia menjadi lebih baik,” kata Cherman.
Penulis: Abi Abduljabbar Siddiq
