TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ragam CSR Wika Beton dalam Cakupan Empat Pilar Aktivitas

Editor
12 March 2021 | 13:25
rubrik: Business Info, CSR, Event
Ragam CSR Wika Beton dalam Cakupan Empat Pilar Aktivitas

Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) merupakan salah satu anak perusahaan BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Berdiri sejak tahun 1997, saat ini Wika Beton telah memiliki 14 pabrik dan 1 mobile plant yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebagai sebuah entitas bisnis, Wika Beton tidak hanya berkutat pada aktivitas yang bersifat komersial semata, perusahaan ini juga telah menjalankan CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Dikatakan Yuherni Sisdwi Rachmiyati, selaku sekretaris perusahaan, dasar pelaksanaan tanggung jawab perusahaan adalah UU No. 40 tentang Perseroan Terbatas, kemudian ISO 26000, dan SDG (Sustainable Development Goals).

“Kemudian kebijakan (CSR) kita pendekatannya di kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja sosial, dan (dilakukan) melalui pelaksanaan baik dari Filantrofi, Community Development, maupun Non Community Development yang dirangkum dalam 4 Pilar aktivitas tanggung jawab sosial meliputi WTON Peduli, WTON Pintar, WTON Sehat, dan WTON 3R,” ujar Yuherni pada sesi penjurian TOP CSR Awards 2021 yang diadakan Majalah Top Business secara virtual.

Lebih lanjut dikatakan Yuherni, secara strategi Wika Beton juga telah menyusun prosedur tanggung jawab sosial, yang sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang ada program dan anggaran kita sudah tercantum di dalam RKAP, antara lain

•       Awarness  Kebijakan dan prosedur CSR

•       Penguatan  Komite CSR.

•       Survei potensi program Comdev di lingkungan setiap unit usaha

•       Pelaksanaan CSR  berbasis Materialitas SDG dan ISO 26000 dengan 3 Program (Philanthropi, Community Development dan Non Community Development) yang dirangkum dalam 4 Pilar aktivitas.

“Dan kemudian untuk anggaran sesuai dengan RKAP 2021, menyetujui besaran dana CSR sebesar-besarnya 2 persen dari laba pada tahun sebelumnya, dan menjadi beban biaya dari tahun berjalan,” tandasnya.

BACA JUGA:   Perkuat Fungsi GRC, Kinerja WIKA Beton Kian Melesat

Bicara CSR, terutama untuk program yang selaras dan mendukung strategi bisnis, Wika Beton memiliki tiga fokus, yakni Non Community Development, Community Development, dan Filantrofi.

Dikatakan Yuherni, untuk kategori Non-Community Development, program CSR dijalankan mencakup internal maupun eksternal. Dari sisi internal antara lain mencakup Digital Marketing, Implementasi K3, Implementasi SCM, Pengembangan SDM, Pengharkatan SDM. “Kemudian untuk di eksternal (antara lain) Perlindungan Konsumen; Pembinaan Vendor; Penanaman Pohon; Pengelolaan IPAL & Limbah,” tambahnya.

Untuk kategori Community Development, aktivitas yang dilakukan antara lain pengelolaan dan pemanfaatan sisa produksi beton oleh masyarakat dan keterlibatan dalam hal pembangungan SDM, dan dukungan terhadap kesehatan masyarakat.

Adapun untuk program CSR yang berkaitan dengan filantrofi, dilakukan dalam bentuk sumbangan, santunan, hibah, tanggap bencana alam, aksi amal di hari raya keagamaan, bantuan sarana dan prasarana pendidikan, serta kesehatan dan ibadah.

CSR di Masa Kenormalan Baru

Sejatinya untuk program CSR di masa kenormalan baru, secara garis besar kebijakan yang dijalankan Wika Beton masih sama, yakni Non-Community Development, Community Development, dan filantrofi. Namun, untuk kategori filantrofi, dibatasi pada aktivitas tanggap bencana alam dan santunan anak yatim.

“Yang paling penting di sini adalah bagaimana bisnis tetap berjalan, sehinnga implementasi K3, di mana seluruh pegawai atau seluruh insan WIKA Beton tetap sehat dan tetap produktif. Itulah yang menjadi fokus utama dari strategi di masa kenormalan baru ini,” ujar Yuherni.

Dikatakan Yuherni, untuk Community Development, perusahaan masih masih tetap berupaya untuk bagaimana di tengah-tengah pandemi ini tetap (memberi pengaruh) kepada masyarakat sekitar. Misalnya, dengan tetap menjalankan program Wika Mengajar yang sudah telah dilaksanakan dari tahun 2018, meskipun secara virtual. “Termasuk juga untuk kesehatan masyarakat, di salah satu pabrik (ada program) suplai air bersih yang dilakukan oleh pabrik kepada masyarakat setempat itu juga tetap dilakukan,” lanjutnya.

BACA JUGA:   Gathering Indonesia Hijab Walk 2023 Hadirkan Inspirasi Baru

Selanjutnya, dalam paparannya dihadapan dewan juri, Yuherni mengungkap program CSR perusahaan yang bisa dikatakan unggulan di masa pandemic, yakni (penerapan) protokol kesehatan di lingkungan Wika Beton. “Jadi, semenjak pandemi Covid-19 ini terjadi, Direksi Wika Group secara keseluruhan berbagi semacam surat keputusan dan surat tugas terkait tanggapnya perusahaan terhadap pandemi,” tandasnya.

Sementara untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19, Wika Beton juga membentuk tim khusus di tiap unit kerja.

Sejalan dengan itu, Wika Beton menerapkan dan mengontrol pelaksanaan protokol Covid-19 dengan instruksi, (mulai) dari pengecekan suhu tubuh, kemudian (penyediaan) hand sanitizer, tempat cuci tangan, wajib masker, kemudian pelaksanaan SWAB dari rapid yang sekarang antigen setiap dua minggu, pembatasan ruangan, pembatasan pegawai masuk (WFH dan WFO), pembatasan rapat di satu ruangan, bahkan bagaimana perjalanan dinas itu juga diatur.

“Kemudian kita memonitor tingkat kesehatan dan risiko pegawai di seluruh unit kerja melalui aplikasi mobile tiap dua minggu sekali. Kita juga membuat satu aplikasi sehingga tamu yang berkunjung di Wika Beton di Kantor Pusat maupun di unit-unit Wika Beton itu harus mengisi data melalui aplikasi terlebih dahulu, termasuk juga melampirkan hasil SWAB atau hasil rapid test yang masih berlaku,” ungkapnya.

Menariknya, dalam upaya untuk mengkampanyekan adaptasi di masa kenormalan baru, Wika Beton juga memiliki apa yang disebut sebagai Covid Rangers.

“Covid Rangers itu (diperankan) kaum milenial di setiap unit ditunjuk masing-masing dua orang, yang mengkampanyekan adaptasi new normal, sehingga mereka yang menjadi agen-agen perubahan budaya new normal, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat,” tutup Yuherni.

Penulis: Fauzi

Tags: TOP CSR Awards 2021wika beton
Previous Post

Ini adalah Taktik BI Sokong Digitalisasi Daerah

Next Post

ASDP Mulai Fokuskan CSR ke SDGs

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR