TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program CSR IPC Sebagian Diarahkan Dukung Green Port

Editor
14 March 2021 | 09:16
rubrik: CSR, Event
Program CSR IPC Sebagian Diarahkan Dukung Green Port

Jakarta, TopBusiness – Selain direalisasikan melalui kegiatan charity (bantuan amal peduli) melalui IPC Peduli, perbaikan lingkungan, pemberdayaan UMKM dan sejenisnya, program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) juga diarahkan untuk mendukung terwujudnya konsep green port (pelabuhan ramah lingkungan).

Green Port merupakan konsep dalam pengembangan pelabuhan berkelanjutan yang mengintegrasikan antara aspek kelestarian lingkungan, konservasi energi, community development, dan kepentingan ekonomi dari pelabuhan itu sendiri. Beberapa pelabuhan di negara-negara maju sudah mulai menerapkannya.

Untuk menghadirkan pelabuhan yang sejalan dengan kaidah ini, kriteria yang harus dipenuhi, antara lain terkait pengelolaan energi dan limbah, pengendalian pencemaran air, udara, sampah, termasuk pengendalian sampah B3 (bahan beracun dan berbahaya), keanekaragaman hayati, serta tata guna lahan.

Konsep pelabuhan yang ramah langkungan ini juga mulai diinisiasi untuk diterapkan di pelabuhan-pelabuhan Indonesia, salah satunya PT Indonesia Indonesia II (Persero) /IPC. Komitmen untuk akselerasi terwujudkan green port juga diselaraskan dalam menyusun program-program CSR. Salah satunya demi mewujudkan pelabuhan yang ramah lingkungan, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, tahun lalu mulai membangun atau menyediakan fasilitas untuk layanan shore to ship (STS) di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dengan adanya fasilitas STS, kapal yang bersandar untuk bongkar muat  barang di pelabuhan, bisa mengganti energi listrik penerangan di kapal dengan mengalihkan sumber energi listrik dari mesin kapal ke sumber energi listrik dari STS yang disediakan di dermaga. Dengan mematikan mesin  kapal saat sandar di Pelabuhan, hal ini bisa mengurangi konsumsi energi BBM dan juga bisa mengurangi polusi udara maupun kebisingan dari mesin-mesin kapal.

 “Kami mengajak shipping lines (perusahaan pelayaran) untuk ikut terlibat dalam mendukung terwujudnya green port, di antaranya dengan memanfaatkan layanan spulai tenaga listrik dari STS yang kami sediakan. Konversi energi listrik dari mesin di kapal dengan mengalihkannya ke energi listrik yang kami sediakan di dermaga selama kapal berlabuh, hal ini akan mengurangi emisi gas buang dari mesin kapal saat di dermaga, sehingga pencemaran atau polusi udara juga bisa ditekan. Untuk saat ini baru ada dua unit STS dan akan  terus ditingkatkan jumlahnya yang dikembangkan melalui kerjasama dengan anak perusahaan IPC (PT Energi Pelabuhan Indonesia),” ungkap Febrianto Zenny : Sr. Deputy Vice President Pelayanan Masyarakat PT Pelindo II (Persero) IPC, saat presentasi dan wawancara penjurian,  “TOP CSR Awards 2021” yang diselenggarakan Majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah asoisiasi Bisnis, GCG, CSR  dan konsultan yang dilakukan (10/3/2021) secara virtual melalui aplikasi zoom.

BACA JUGA:   KPC Terapkan Good Mining Practice untuk Program CSR Berkelanjutan

Ditambahkan, terkait komitmen menuju green port ini, Pelindo II secara bertahap juga melakukan konversi berbagai peralatan bongkar muat yang semula menggunakan BBM menjadi mesin bertenaga listrik. Seperti mobile crane, Container Crane (CC) dan Gantry Luffing Crane (GLC). Upaya ini selain mengurangi polusi udara juga akan menghemat biaya operasional terkait penggunaan BBM, termasuk menekan biaya pemeliharaan mesin.

“Secara bertahap alat-alat bongkar muat, seperti mobile crane yang selama ini menggunakan mesin berkonsumsi BBM akan dikonversi dengan mesin tenaga listrik yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya didampingi tim CSR/PKBL IPC (Dimas G.P : Manager Perencanaan & Pengelolaan Program, serta Rosye Rosamanik : Jr. Officer Perencanaan & Pengelolaan Program Pelindo II/IPC.

Masih terkait lingkungan, Pelindo II juga mengembangkan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis. yakni mengolah air laut menjadi air bersih yang bisa digunakan keperluan sehari-hari masyarakat. Penggunaan teknologi ini juga untuk mengurangi penggunaan air tanah, namanya Reception Facilities. Selain itu, juga menyediakan fasilitas penampungan dan pengolahan limbah kapal, seperti oli mesin kapal.

Saat presentasi, dengan materi berjudul “Corporate Social Responsibility (CSR)/ Bina Lingkungan”, dijelaskan secara komprehensif program CSR dan PKBL di IPC. Mulai dari landasan atau dasar hukumnya, tatakelola program CSR, struktur dalam perusahaan, serta beberapa program andalan, termasuk inisiatif pogram CSR di tengah pandemi Covid -19 dan era new normal ini.

Sistem Perencanaan

Untuk perencanaan pengelolaan program yang dilakukan pada perusahaan, mengacu pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) Program Kemitraan,  Bina Lingkungandan Program Corporate Social Responsibility (CSR) mengacu:

a. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor:PER-09/MBU/07/2015 tanggal 23 Juli 2015 Tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara yang telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-02/MBU/04/2020;

BACA JUGA:   CSR dan PKBL Sucofindo Sukses Antarkan UMKM Naik Kelas

b.UUPTNo.40

c.Surat Keputusan Direksi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Nomor: MB.01/2/12/1/LMS/UT/PI.II-2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Kemitraan, Program Bina Lingkungan dan Program Corporate Social Responsibility (CSR) di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

“Dalam melaksanakan CSR, IPC juga mengacu  pada ISO 26000 serta mendukung dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ujarnya Febrianto Zenny.

Disebutkan sebagai BUMN, manajemen IPC selalu concern terhadap praktik  sustainaibility atau keberlanjutan perusahaan yang di dalamnya terdapat triple bottom line schema yakni people, planet, dan profit (3P). Dalam kaitan ini, IPC serius melaksanakan program CSR dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mendukung strategi bisnis perusahaan. “Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus pogram CSR PT Pelindo II, yakni Pendidikan (IPC Cinta Pendidikan), Lingkungan (IPC Cinta Lingkungan), serta Kesehatan (IPC Cinta Kesehatan).

Selain itu ada program Kemitraan, yakni program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi Tangguh dan mandiri melalui bantuan modal usaha. Saat ini terdapat sekitar 3000-an mitra binaan perusahaan yang tersebar di ber bagaid dearah. Sedang Program Bina Lingkungan adalah program tanggung jawab sosial  dan lingkungan perusahaan dalam berbagai sektor bantuan yang mengacu permen BUMN.

Sedangkan program di saat pandemic covid-19, tahun lalu di awal terjadinya pandemi,  dalam rangka meringankan beban masyarakat, IPC menggelar berbagai program CSR dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembagian sembako, bantuan pendidikan, hingga pembagian new normal kit kepada stakeholders. Dari data, selama periode Maret-September 2020, tercatat IPC Group telah membantu meringankan beban masyarakat terdampak pandemi dengan menyalurkan lebih dari 18.050 paket sembako senilai total Rp1,8 miliar.

Adapun program IPC Berbagi Sembako, dilaksanakan di tujuh Cabang Pelabuhan yaitu Cabang Cirebon, Cabang Teluk Bayur, Cabang Pontianak, Cabang Sunda Kelapa, Cabang Banten, Cabang Jambi dan Cabang Pangkal Balam dengan nilai nilai keseluruhan lebih dari Rp300 juta. 

BACA JUGA:   Tata Kelola CSR Bumi Siak Pusako adalah Jalan Menuju Perusahaan Global

Sedangkan program IPC Berbagi New Normal Kit, di antaranya telah dilaksanakan oleh Kantor Pusat pada Desember tahun lalu dengan membagikan perlengkapan personal hygiene kepada supir truk, petugas kebersihan, dan tenaga kerja bongkar muat serta stakeholders Pelabuhan lainnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Sebanyak 1.000 paket dengan nilai total Rp75 juta ini terdiri dari masker, hand sanitizer, botol minum dan tisu basah. 

PT Pelabuhan Indonesia II atau IPC adalah BUMN yang bergerak dalam pengelolaan dan pengoperasian pelabuhan umum. Bidang usaha IPC meliputi, pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan rupa-rupa, dan terminal penumpang.

Penulis: Ahmad Churi

Tags: IPCPT Pelabuhan Indonesia IITOP CSR Awards 2021
Previous Post

Lewat CSR, PT Taspen Sukses Bangun Enterpreneur Pensiunan

Next Post

CSR PUDAM Sleman Diselaraskan dengan Strategi Bisnis Jangka Panjang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR