Jakarta, TopBusiness – Apa yang dipersembahkan BUMN Infrastruktur dalam membangun Kepedulian Sosial Perusahaan dalam mengejawantahkan Corporate Sosial Responsibility (CSR)? Apa yang menjadi pionir serta unggulan di antara BUMN karya serta pula dengan BUMN lainnya?
Ternyata program unggulan dan pionir PT Brantas Abipraya(Persero) ini tentunya mendapatkan respon positif dari pemegang saham utama yaitu Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta juga dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai kementerian teknis dan juga pembina langsung perusahaan yang konsen pada bidang Infrastruktur.
Sesuai dengan amanah Undang-Undang Konstruksi, maka harus memberikan sertifikasi profesi para pelaku konstruksi mulai dari para tukang, mandor serta seluruh pelaku yang terlibat pada usaha jasa konstruksi di negeri ini.
Maka dari itu, dengan inisiatif serta kreatifitas yang tinggi pula dimana PT Brantas Abipraya(Persero) tumbuh dan berkembang bisnisnya pada core infrastruktur serta konstruksi ini turut memberikan kepedulian sosialnya dalam memberikan sertifikasi bagi seluruh pelaku yang terlibat pada industri infrastruktur dan konstruksi di negeri ini.
Dimana perusahaan infrastruktur plat merah ini dalam membangun CSR nya telah menciptakan Creating Shared Value (CSV) tentunya sejalan dengan core business-nya, maka dapat disimpulkan beberapa program unggulan dan pionir tersebut seperti:
Pertama, Abipraya Pintar, dimana perusahaan telah melakukan sebanyak 2.000 penerima manfaat mendapat sertifikasi profesi yang digelar perusahaan se-Solo Raya dan Semarang Raya. Dimana program sertifikasi ini menyentuh profesi: juru ukur, operator, juru gambar, mekanik, mandor serta juga sertifikasi profesi bagi mahasiswa tingkat akhir se-Solo Raya dan Semarang Raya.
Kedua, Serta pula memberikan peningkatan kualitas bagi komponen karyawan organic internal dan juga komponen kontrak seperti kejar paket B&C untuk driver, Ofice Boy (OB),Security. Selain itu, perusahaan juga memberikan sertifikasi ahli muda K3 kepada mahasiswa tingkat akhir.
Ketiga, Abipraya peduli lingkungan, kepedulian perusahaan infrastruktur pelat merah ini dalam memberikan manfaat bagi seluruh manusia terhadap lingkungan hidup agar dapat meningkatkan Green Planet serta meningkatkan kualitas hidup manusia dengan peningkatan CO2 serta menekan efek gas rumah kaca yang semakin mengancam kehidupan manusia di bumi ini.
Oleh sebab itu perusahaan BUMN ini turut menghijaukan kawasan bendungan yang telah dibangun perusahaan ini agar kawasan bendungan ini memberikan konstribusi besar bagi lingkungan masyarakat luas. Penghijauan proyek Padang Guci 1&2 di Bendungan Bengkulu serta juga menghijaukan hulu sungai Ciliwung dan Cisadane.
Keempat, penanaman pohon sengon sebanyak 12.500 pohon di desa Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dan juga penanaman 800 pohon buah yang terdiri dari durian, mangga, dan pinus. Penanaman ini pun langsung bermitra dengan masyarakat lokal dengan pola tumpang sari dengan tanaman sayuran di bawah tegakan pohon buah dan pelindung tersebut.
Kelima, Abipraya peduli UMKM, Dalam membangun bina kemitraan serta memberikan kail serta meningkatkan kualitas serta kemampuan para mitra binaan dalam turut serta menjadi pemborong, supplier dalam berbagai proyek yang dikerjakan perusahaan Infrastruktur ini, maka perusahaan ini memberikan pembinaan kepada seluruh mandor borong, supplier, agar mitra binaan tersebut bisa turut serta menikmati kue infrastruktur yang sedang tumbuh pula.
Mitra binaan ini mendapatkan kredit lunak dengan administrasi 3% per tahun dengan plafon pinjaman sebesar Rp200 juta. Hinga saat ini telah tercipta mitra binaan sebanyak 40 UMKM dengan berbagai spesifikasi bidang pekerjaan dan projek yang bisa mereka masuki di seluruh projek perusahaan plat merah ini.
Hal tersebut seperti ditegaskan Sekretaris Perusahaan and Head CSR, Miftakhul Anas kepada team Dewan Juri TOP CSR Awards 2021 yang diselenggarakan majalah bergengsi nasional Top Business serta juga bersinergi dengan asosiasi serta konsultan kompeten pada bidang CSR, melalui jaringan zoom.
“Kami telah memberikan kebermanfaatan yang sangat besar bagi 3P (Planet, People dan Profit) dan juga kepedulian sosial serta kemasyarakatan yang kami lakukan tentunya langsung inline pula dengan bisnis yang kami lakukan seperti program sertifikasi profesi ini merupakan program pionir serta unggulan yang langsung mendapatkan support dari Kemen BUMN dan Kemen PUPR.”
“Kami sangat peduli akan sertifikasi profesi pada bidang konstruksi dan infrastruktur ini. Hal ini juga menjadi amanat Undang-Undang konstruksi nasional wajib memiliki sertifikasi profesi pada seluruh bidang teknik,” sambungnya.
Hingga 2021 ini, kata dia, pihaknya telah melakukan sertifikasi 2.000 tenaga profesi se-Solo Raya dan Semarang Raya. “Program ini akan berdampak besar sekali akan kualitas dan mutu infrastruktur yang dirancang, dibangun oleh tenaga dan perusahaan Indonesia,” tegas Miftkhul.
Lanjut Miftakhul, program inovatif dan bernas tersebut sangat memberikan dan meningkatkan citra perusahaan dalam peningkatan kualitas para pekerja. Apalagi dalam lima tahun ke depan ini, pada tahun 2026 nanti, Brantas Abipraya menargetkan menjadi perusahaan infrastruktur dan konstruksi 5 besar di negeri ini dan akan menjadi pemain yang tangguh pada bidang infrastruktur di dalam negeri serta juga di kawasan Asia Pasifik.
“Dan kami juga membangun MitraBinaan agar bisa menjadi pengusaha yang kuat serta juga naik kelas pula, agar program kami bisa dikatakan sukses menaikkan kelas para mitra binaan tersebut. Kami akan bersaing dengan usaha besar di dalam negeri serta luar negeri, bukan bersaing dengan UMKM dong,” ujar Miftakhul.
Salah satu program CSR Brantas Abipraya, penanaman pohon sengon. FOTO: Istimewa
