TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Aksi CSR Dharma Group Diganjar Dua Penghargaan TOP CSR Awards 2021

Nurdian Akhmad
24 April 2021 | 08:16
rubrik: CSR, Event
Aksi CSR Dharma Group Diganjar Dua Penghargaan TOP CSR Awards 2021

Jakarta, TopBusiness  –  Dharma Group menyabet dua penghargaan sekaligus dalam TOP CSR Awards 2021, ajang penghargaan  penghargaan bidang Corporate Social Responsibility (CSR)  terbesar dan paling bergengsi di Indonesia.

Dua penghargaan itu adalah  TOP CSR Awards 2021 # Star 4 dan TOP Leader on CSR Commitment 2021 yang diberikan kepada  Irianto Santoso selaku CEO Dharma Group.

Penghargaan TOP CSR Awards 2021 diberikan kepada ratusan perusahaan terkemuka di Indonesia yang berasal dari berbagai sektor bisnis, di Hotel Raffles Jakarta, Ciputra World pada Kamis (22/4/2021). Tema yang diangkat dalam ajang penghargaan ini adalah Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di Masa Kenormalan Baru.

TOP CSR Awards, diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business, yang bekerja sama dengan sejumlah institusi (Komite Nasional Kebijakan Governance, Yayasan Pakem, Dwika Consulting, Lembaga Kajian Nawacita, Sinergi Daya Prima, Mitra Bhadra Consulting, Solusi Kinerja Bisnis, Indonesia Shared Value Institute, dan lain-lain). Penghargaan tersebut merupakan kesinambungan dari penghargaan serupa yang diberikan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua penyenggara TOP CSR Awards 2021,Moh Lutfi Handayani, yang juga Pemimpin Redaksi majalah Top Business, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 150 perusahaan finalis (dari 800 perusahaan – long list). Meningkat 25% dari tahun 2020 lalu yang sebanyak 120 finalis.

Setiap tahun, TOP CSR Awards selalu diikuti oleh ratusan perusahaan. Selain proses penilaian yang obyektif dan independent, setiap peserta mendapat banyak manfaat karena dapat terpacu serta terus belajar dan berusaha untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas program-program CSRnya.

Tahun ini, ada 22 perusahaan yang meraih penghargaan rating / Level Bintang 5, naik 2x lipat dibanding tahun 2020 lalu yang hanya 11 perusahaan di level Bintang 5. Selain itu, banyak perusahaan yang naik ke Bintang 4 atau berhasil mempertahankan di level Bintang 4. Perusahaan yang di level Bintang 3, juga banyak melakukan improvement dan inovasi dibidang CSRnya.

Penghargaan sekaligus Pembelajaran CSR

Lutfi menegaskan, bahwa kegiatan tahunan TOP CSR Awards ini, tidak hanya sekedar ajang pemberian penghargaan tertinggi kepada perusahaan yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR/ TJSL/ Community Development yang efektif dan berkualitas saja. Namun juga sebagai sarana pembelajaran Bersama bagi para peserta, untuk meningkatkan kualitas program CSR dalam mendukung bisnis yang berkelanjutan.

BACA JUGA:   Kinerja Kinclong Bank Syariah Rajasa Dalam Memoles HC dan Layanan Digital

Dalam Wawancanra Penjurian, Dewan Juri memberikan masukan dan saran-saran perbaikan kepada para peserta, untuk peningkatan kualitas CSR perusahaan ke depan. Selain itu, seminggu sebelum acara penghargaan, ada kegiatan edukasi Indepth Webinar: ISO 26000 SR, agar semakin banyak perusahaan-perusahaan yang beoperasi di Indonesia, dapat mengadopsi klausa-klausa dalam ISO 26000 SR tersebut.

Dan terlihat, dari tahun ke tahun, Program-program CSR perusahaan finalis, terus meningkat efektivitas dan kualitasnya. Manfaat tersebut yang menjadi salah satu daya tarik untuk mengikuti kegiatan TOP CSR Awards.

Keriteria Penilaian

Ketua Dewan Juri Top CSR Awards 2021,Mas Achmad Daniri, menjelaskan sejumlah hal tentang ajang penghargaan tersebut. Ada beberapa kriteria utama penilaian terhadap program CSR perusahaan peserta.

Pertama, adalah bagaimana tingkat Keselarasan CSR dengan Strategi Bisnis & Penerapan CSV (Creating Shared Value). Kemudian yang kedua adalah Program CSR Unggulan di Masa Pandemi COVID-19. Hal ini menjadi penting, agar keberadaan CSR, dapat terus beperran untuk membantu perusahaan dalam kondisi dan situasi sulit seperti ini. Lalu ketiga, sejauh mana CSR perusahaan sudah mengadopsi CSR terhadap ISO 26000 Social Responsibility.

“Dan yang ke empat adalah bagaimana Kebijakan dan Sistem Tata Kelola CSR,” kata Daniri yang juga mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta ini.

Bantu Pemerintah di Masa Pandemi

CEO Dharma Group Irianto Santoso dalam sesi presentasi dan wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dilakukan secara daring, beberapa waktu lalu menjelaskan, pandemi covid-19 yang terjadi setahun terakhir ini membuat bisnis lesu dan ekonomi sulit karena banyak pembatasan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah yang semuanya berdampak pada kondisi perusahaan. Namun, perusahaan tetap beroperasi dan motivasi kerja karyawan tetap tinggi. Manajemen juga berinisiatif untuk terus melakukan aktivitas CSR yang dapat membantu perusahaan.

“Contohnya adalah program membuat ventilator atau alat bantu pernafasan yang banyak dibutuhkan oleh dunia untuk membantu pasien covid-19. Membuat ventilator belum merupakan kompetensi kami saat itu, namun manajemen mengajak para engineer kami untuk membuat alat yang paling dibutuhkan pasien covid-19,” kata dia.

Meskipun Dharma Group bergerak di bidang otomotif, namun dengan dasar keilmuan yang dimiliki perusahaan, pihaknya berusaha menjawab tantangan dari pemerintah saat itu yang memprediksi akan terjadinya kekurangan ventilator di rumah sakit.

BACA JUGA:   Literasi Keuangan, CSR Axa Mandiri yang Bantu Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Dharma merupakan satu-satunya perusahaan swasta yang berhasil membuat ventilator yang telah lolos uji klinis, uji sertifikasi dan mendapatkan ijin edar dari Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementrian Kesehatan RI. Peluncuran ventilator produk perusahaan bernama Ventilator Dharcov23S ini dilakukan pada 20 Mei 2020 oleh Presiden RI Joko Widodo dalam acara Peluncuran Produk Riset, Teknologi dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan Covid-19.

Sejauh ini, Dharma Polimetal sudah menyumbangkan  23 unit Ventilator Dharcov23S kepada sejumlah RS dengan nilai Rp 1,8 miliar.  Tak hanya ventilator, Dharma Group juga membuat face shield yang saat itu masih jarang. Ada sekitar 3.000 unit faceshield yang diberikan ke beberapa RS.

“Alat-alat tersebut kami sumbangkan kepada Dinas Kesehatan, pemerintah daerah dan rumah sakit yang membutuhkan. Walaupun perusahaan kami sangat membutuhkan dana untuk bertahan hidup di masa pandemi, kami tetap berusaha melakukan sesuatu untuk membantu pemerintah,” tutur Irianto kepada dewan juri.

Menurut dia, banyak manfaat yang didapat Dharma Group dari aktivitas membuat ventilator tersebut. Pertama adalah mengasah jiwa inovasi karyawan perusahaan. Kedua, meningkatkan motivasi kerja di saat sulit, tapi memiliki aktivitas untuk tujuan kemanusiaan.

“Kami juga membantu program pemerintah mengatasi dampak covid-19. Sebab, kebutuhan alat kesehatan bisa dipenuhi dari dalam negeri,selain juga menghemat devisa dan meringankan dampak penderita sakit covid-19,” tutur Irianto yang mengaku, kegiatan tersebut juga berpotensi menjadi lini bisnis baru bagi Dharma Group.

Kegiatan lain yang dilakukan Dharma Group selama pandemi ini adalah memberi bantuan  hazmat, masker, disinfectant chamber, hand sanitizer, serta bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak covid-19.

Irianto menegaskan, berbagai program CSR unggulan yang dilakukan perusahaan di masa pandemi dan kenormalan baru ini secara tidak langsung juga membantu percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Di tengah kondisi sulit, kami berusaha untuk tidak melakukan PHK massal dengan tetap untuk melakukan penghematan agar perusahaan dapat terus bertahan. Bahkan perusahaan memberikan bantuan bagi karyawan yang terdampak akibat pembatasan sosial berskala besar seperti bantuan sembako.

“Disamping itu, ditengah kondisi keuangan yang sulit dengan turunnya bisnis, kami terus berusaha melakukan investasi-investasi yang nantinya akan berdampak kepada penyerapan tenaga kerja dan tentunya pemulihan ekonomi secara umum,” tutur Irianto.

BACA JUGA:   LAZNAS BSM Umat, Optimalkan ZISWAF, Dana Sosial dan CSR

Program Pemagangan dan Beasiswa

Dharma Group turut berkontribusi terhadap program presiden dalam Pembangunan  SDM Indonesia maju melalui Program Pemagangan Mandiri. Pada  27 Desember 2017 perusahaan mendapatkan Piagam dan Sertifikat Kompetensi Pemagangan untuk bidang Manufaktur yang diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo yang diterima langsung oleh Direktur PT Dharma Polimetal Yosaphat Simanjuntak.

Program Pemagangan Mandiri Dharma Group meliputi pelatihan Kompetensi Welding dan Permesinan umum, dimana peserta magang setelah selesai masa magang akan mendapatkan Sertifikat Kepesertaan Magang dan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program pemagangan ini bekerja sama dengan 10 BLK (Balai Latihan Kerja) dan 13 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten.

Program Pemagangan telah dimulai tahun 2017dan terus berlangsung sampai saat ini walau kondisi kurang baik. Sampai saat ini total peserta magang telah mencapai 4.479 peserta, di mana sertifikatnya diakui oleh BNSP.

“Kami juga berkontribusi menjadi guru tamu dan assesor tamu ke beberapa BLK, SMK dan lembaga pendidikan lain. Misalnya menyampaikan materi softskill tentang persiapan menghadapi dunia kerja serta technical skill seperti welding  dan permesinan umum,” ujarnya.

Dharma Group juga berkontribusi dalam pengembangan pendidikan anak karyawan dan mahasiswa. Program Beasiswa Anak Karyawan disalurkan melalui Yayasan Bhakti Dharma Polimetal (YBDP) sejak 2000 hingga 2020 dengan total 1.648 beasiswa. Sedangkan  Program Beasiswa untuk Siswa dan Mahasiswa melalui   dengan sekolah, universitas dan perorangan sejak 2019 hingga 2020 dengan total Rp  13 miliar.

Selain program CSR di atas, Dharma Group juga membantu perbaikan Infrastruktur disekitar perusahaan seperti jalan raya dan sekolah-sekolah. Ada juga program CSR untuk kesehatan ibu hamil-sejak hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, dan kesehatan anak-anak sekolah.

Menurut Irianto, perusahaan dalam aktivitas dan keputusannya selalu memperhatikan risk management termasuk risiko dan dampaknya bagi lingkungan. Sebab itu, setiap tahun manajemen PT Dharma Polimetal mencadangkan anggaran CSR sebesar Rp 10 miliar sejak tahun 2017. Dana CSR ini banyak disalurkan melalui Yayasan Dharma Bhakti Dharma Polimetal (YBDP) dan komunitas karyawan Dharma Green Community (DGC).

Tags: Dharma GroupPT Dharma PolimetalTOP CSR Awards 2021
Previous Post

Konsisten Jalankan Program TJSL, KBI Raih 3 Penghargaan di Ajang TOP CSR Award 2021

Next Post

PT Sasa Inti Sabet Tiga Penghargaan dalam Ajang TOP CSR Awards 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR