TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PDAM Tirta Ratu Samban Punya Cara untuk Menagih Iuran Bulanan

Agus Haryanto
8 June 2021 | 03:38
rubrik: Event
PDAM Tirta Ratu Samban Punya Cara untuk Menagih Iuran Bulanan

Jakarta, TopBusiness – Manajemen PDAM Tirta Ratu Samban Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu memiliki kemampuan persuasif dalam upayanya menagih iuran bulanan yaitu dengan cara berjanji dengan dibarengi tandatangan.

Saat sesi pendalaman materi presentasi, Direktur Utama PDAM Tirta Ratu Samban, Ujang Zakaria, mengakui bahwa pihaknya pada saat awal-awal penarikan iuran bulanan selalu kesulitan, sebab tidakada akad atau perjanjian dengan melakukan tanda tangan.

Dikatakan dia, akibat kultur pelanggan yang tak mau melunasi uang iuran bulanan telah menyebabkan pendapatan perusahaan berkurang. “Ini kendala kami di sini. Kultur itu sangat berpengaruh terhadap pendapatan kita. Jadi di sini kebetulan karena saya asli (orang sini). Beberapa kendala kami berkaitan dengan kultur,” katanya dihadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2021, yang berlangsung secara daring via aplikasi zoom meeting online, Senin (07/06/2021).

Bahkan tak jarang, ada orang-orang tertentu dengan cenderung melakukan cara-cara kekerasan. Padahal, sudah lama menunggak iuran bulanan. Sehingga, akhirnya manajemen memutuskan untuk merubah pola lama dengan pendekatan persuasif, dan lebih kepada transparansi dan bertanggungjawab atas niat yang dibarengi dengan tandatangan.

“Ini betul-betul persuasif yang saya rubah. Kami betul-betul merubah cara penagihan. Jadi penagihan, kami lakukan dengan kultur seperti ini. Contoh, Bapak punya tagihan uang iuran. Bapak mau bayar kapan? Kita suruh tandatangan. Jadi dianya yang berjanji ke kita. Jadi itu salah satu yang sudah kami jalankan saat ini. Jadi kalau dia yang berjanji, saya sampaikan ke teman-teman, kalau kita menjanjikandengan kita berjanji itu kan akan lain,” ujar dia.

Kembali Ujang Zakaria menjelaskan bahwa jadi saat konsumen menjanjikan dan menyatakan belum mampu membayar, maka pihaknya pun mempunyai alasan kuat untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan aturan.

BACA JUGA:   FOTO - Target Transportasi Massal Jabodetabek

“Aduh pak saya belum bisa bayar dan bisa bayar satu minggu lagi. Silahkan itu tandatangan, Bapak bayar satu minggu lagi. Tidak bayar dalam satu minggu, kita datang kita tinggal cabut. Kita putus, ternyata tidak ada yang protes. Jadi tidak perlu kita ngotot-ngototan, dan sangat luar biasa itu hasilnya. Jadi kami sudah tidak pernah membuat surat tagihan, atau bentuk sejenis itu. kami tak pernah melakukan hal itu lagi,” papar dia.

Dalam melaksanakan distribusi air bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, perusahaan mempunyai cara tersendiri agar masyarakat dapat paham soal peran dan keberadaan PDAM, sehingga tak membeda-bedakan orang per orang. “Saat ini kebetulan kami juga ikut dalam MBR. ini awalnya kami untuk menyeleksi di tahun pertama itu, kami mengalami kesusahan. Kesusahan dalam artian target masih banyak, tapi seleksinya terbatas. Lah ini kami mengalami kendala, saat kami pasang si A, maka si B protes. Kenapa sama-sama saya layak, saya tidak dapat. Nah ini kita memberi penjelasan itu akhirnya door to door,” kata dia.

Dijelaskan Ujang Zakaria, jadi sasaran masyarakat MBR, apakah menerima, tidak menerima atau dapat tidak dapat, maka peran perusahaan memberikan penjalasan. Tujuan MBR seperti ini, sasaran MBR seperti ini. Dan sasaran akhir, finalnya di PDAM.

“Nah PDAM karena bentuknya itu bantuan. jadi harapan kami PDAM, ikut andil membantu bukan ikut menyengsarakan. bukan menambahkan beban. Nah setelah kami memberikan penjelasan seperti itu. Alhamdulillah bergeser pola pikir itu, tapi kami masuk door to door, tidak kami kumpulkan. Kami masuk rumah ke rumah,” pungkasnya.

Previous Post

Kiprah Hebat Bank DKI, dari Penyaluran BST dan PEN hingga Turut Wujudkan Status WTP Pemprov DKI

Next Post

3K Ala BRK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR