TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ditopang Keandalan IT, Performa Bank Jatim Terus Melejit Lampaui RBB dan Kinerja Tahunan

Busthomi
9 June 2021 | 11:09
rubrik: BUMD, Event
Ditopang Keandalan IT, Performa Bank Jatim Terus Melejit Lampaui RBB dan Kinerja Tahunan

Jakarta, TopBusiness – Kiprah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim selama pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu masih tetap moncer. Hal ini terlihat jelas dari performa keuangan dan kontrbusi besarnya terhadap Pemerintah Provinsi Jatim dan masyarakat di sana yang masih membanggakan.

Padahal, di tengah pandemi, semua lembaga perbankan cukup berat dalam menghadapi risiko tersebut. Akan tetapi, sepertinya bank kebanggaan rakyat Jatim itu mampu mengatasinya dengan sempurna. Beberapa indikator kinerja perbankan masih dalam level “Sehat” dan berhasil melampaui target Rencana Bisnis Bank (RBB) dan mengalami pertumbuhan positif dibanding tahun lalu.

Faktanya, untuk tingkat kesehatan bank hingga Desember 2020 lalu berada di posisi Peringkat Komposit (PK) 2 (sehat) atau tepat di 2,37 alias membaik dari enam bulan sebelumnya di angka 2,49. Hal ini mencerminkan kondisi bank yang secara umum sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Drektur Utama Bank Jatim, Busrul Iman saat memaparkan kinerja apik perseroan di depan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2021. Proses penjurian sendiri dilakukan secara daring menggunakan aplikasi zoom, dilaksanakan pada Selasa (8/6/2021).

Bank Jatim sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2021 dari ribuan BUMD yang tersebar di Indonesia. TOP BUMD Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan institusi yang kompeten di bidangnya.

Dikatakan Busrul Iman di depan Dewan Juri, peringkat faktor penilaian kesehatan bank itu berdasar Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dinilai dari empat hal yakni Profil Risiko, Tata Kelola, Rentabilitas, dan Permodalan. “Dan peringkat faktor penilaian itu secara umum baik. Apabila terdapat kelemahan, maka secara umum kelemahan tersebut kurang signifikan,” tutur dia.

Untuk profil risiko per akhir Desember 2020, katanya, berada di peringkat 2 yakni secara komposit (2,49) dan risiko inhern (2,36) tergolong rendah sedangkan untuk Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) di angka 2,49 memadai. Lalu untuk tata kelola berada di peringkat 3 yakni cukup baik di level 2,53.

BACA JUGA:   Raih Laba Bersih Rp1,28 T di 2024, BJTM Siap Bidik Pertumbuhan Kredit 16% di Tahun Ini

Selanjutnya, terhadap faktor rentabilitas juga masih memadai dengan poin 2,20. Dan terakhir penilaian terhadap permodalan  berada di level 1,85 per akhir tahun 2020 itu. Ini berarti modal bank yang memiliki visi menjad BPD nomor 1 di Indonesia itu masih cukup tebal.

Sumber Foto: Istimewa

Kinerja Bank

Kekuatan Bank Jatim ini sangat tergambar jelas dari kinerja perseroan sepanjang 2020 lalu di tengah pandemi tersebut. Dan ternyata performanya masih menawan dengan raihan laba yang senantiasa bertumbuh. Bahkan ditengok dari target RBB dan kinerja tahun sebelumnya berhasil dilampaui.

Dipaparkan Busrul Imna, untuk asset yang dikantongi perseroan mencapai Rp83,62 triliun atau naik 10,39% dari target RBB di angka Rp75,75 triliun. Dan jika dibandingkan dengan raihan asset 2019 atau secara yaer on year (yoy) juga bertumbuh 8,94% dari sebelumnya di angka Rp76,76 triliun.

Untuk himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 7,12% dari RBB di posisi Rp63,92 triliun menjadi Rp68,47 triliun. Porsi DPK ini lebih ditopang oleh deposito yang melonjak 59,49% menjadi Rp24,46 triliun dari RBB di Rp15,34 triliun.

Bahkan jika dilihat secara yoy, DPK Bak Jatim juga bertumbuh 13,08% dari sebelumnya Rp60,55 triliun. Secara tahunan, deposito dan tabungan yang menjadi penopang utama dengan masing-masing bertumbuh 68,76% dan 2,93%.

Lalu untuk laju kredit juga masih positif. Tercatat, kredit sepanjang 2020 lalu itu naik tipis dari RBB menjadi Rp41,48 triliun dibanding Rp41,42 triliun. Namun jika dibanding secara yoy justru tinggi lagi kenaikannya yakni sebesar 8,16% dari tahun 2019 di angka Rp38,36 triliun. Bahkan, pembiayaan syariah juga ikut melambung 14,66% menjadi Rp1,61 triliun.

Dengan kinerja seperti itu maka turut mengerek laba bersih yang cukup membanggakan. Secara target RBB, naik 6,51% dari Rp1,39 triliun menjadi Rp1,49 triliun. Dan jika ditengok secara yoy bertumbuh 8,17% dari laba bersih tahun 2019 di angka Rp1,37 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini tak lepas karena adanya kontribusi pendapatan bunga bersih yang naik 1,95 persen (yoy), dari Rp4,04 triliun menjadi Rp4,12 triliun.

BACA JUGA:   Kontribusi Sarana Jaya, Turut Sukseskan Program DP Nol Rupiah Pemda DKI

Ditopang Keandalan Digital

Performa apik Bank Jatim ini memang salah satunya karena ditopang oleh keandalan sistem digitalisasinya. Terutama di tengah pandemi seperti saat ini. Untuk itu, pihaknya pun memiliki roadmap transformasi teknologi informasi dalam mewujudkan kenadalan IT itu.

“Makanya, Bank Jatim terus menghadirkan layanan berbasis smart digital untuk mendukung kemudahan layanan bagi nasabahnya,” terang dia.

Roadmap sendiri disusun sejak 2019 lalu hingga 2024 nanti. Dengan tahapannya dari mulai 2019-2020 lalu yang telah dilakukan peningkatan layanan digital yakni Digital Lounge dan eCIF, berupa meng-upgrade Core Banking System, hingga tahun 2023-2024 adalah peningkatan tren platform mobile dengan memiliki big data analytics sendiri.

“Langkah digital banking sendiri akan diharmonisasikan dalam elektronifikasi keuangan daerah, pembayaran pajak daerah secara online, optimalisasi pendapatan daerah, implementasi e-travel dan marketplace, serta perkuat layanan nasabah,” lanjut Busrul Iman.

Selain itu, dalam ranah digital banking ini, kata dia, emiten BUMD dengan kode saham BJTM itu juga terus meningkatkan fitur Jatimcode QRIS. Ini dilakukan dengan pengembangan jaringan pembayaran yang dilakukan melalui mBanking Bank Jatim. Dan dengan perbaikan ini, merchant dapat menerima pembayaran melalui QRIS maupun (bank lain, fintech, dan lainnya).

“Bahkan dengan peningkatan fitur ini, tak perlu tatap muka bagi nasabahnya. Pembayaran QRIS ini cukup dengan upload gambar QRIS merchant bersangkutan. Dan yang menjadi keuntungan nasabah, pembayaran lintas QRIS tidak dikenakan biaya transfer,” ujar dia.

Tak hanya itu, juga dilakukan penambahan fitur pembayaran Modul Penerimaan Negara (MPN) melalui internet banking dan mobile banking. Inovasi ini dirasa menguntungkan bank, pemprov, dan nasabah sendiri. Karena ini sebagai salah satu sarana pembayaran MPN yang berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan negara melalui penerimaan pajak, sekaligus memudahkan nasabah.

BACA JUGA:   PDAM Tirta Ayu Tingkatkan Kemampuan HC, Laba dan Performa Perusahaan Melambung

Sudah selesai? Belum. Masih ada produk digitalisasi lainnya berupa e-Credit. Sehingga bagi nasabah sendiri yang ingin mengakses pembiayaan dari Bank Jatim, berkat digitalisasi ini, dimudahkan dalam pengajuan kredit melalui e-Credit.

Beberapa produknya adalah, Bank Jatim e-KMG yaitu pengajuan kredit Multiguna untuk ASN berbasis mobile apps. Lalu, Bank Jatim e-Form adalah pengajuan kredit online berbasis web (ALL SKIM Kredit).

Juga ada Jatim Kilat, pengajuan kredit online dengan plafon Rp15 juta-Rp50 juta berbasis mobile. Jatim Loan (KUM dan KUR) yaitu pegajuan kredit online berbasis mobile dengan plafon Rp5 juta hingga Rp1 miliar. Dan terakhir kolaborasi dengan fintech Amartha untuk pengajuan kredit online dengan plafon Rp5 juta-Rp15 juta.

Kontribusi ke Pemprov

Sebagai BUMD yang sahamnya mayoritas dimiliki Pemrov yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa itu, Bank Jatim juga senantiasa berkontribusi ke Pemprov dan Pemkab/Pemkot se-Jatim. Beberapa kontribusinya adalah, pertama, Program Jatim Berdaya melalui penyaluran kredit Pundi Kencana kepada pelaku UMKM; Kredit Sumber Dana LPDB-KUMKM.

Kedua, Program Jatim Sejahtera melalui penyaluran kredit Jatim Mikro kepada UMKM; kredit jatim Kilat. Ketiga, Program Jatim Agro melalui penyaluran kredit musiman kepada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Keempat, Program Jatim Harmoni mendukung implementasi green banking melalui penyaluran kredit kepada industri ramah lingkungan; penyaluran kredit kepada sektor pariwisata pendukung UMKM. “Dan kelima, Program Jatim Akses, melalui pembiayaan pada proyek-proyek strategis nasional di Jawa Timur,” ujar dia.

Selanjutnya, Bank Jatim juga bersinergi dengan pemda kabupaten/kota dengan membentuk digital market place seperti Lapak Magetan, Malang Gleer, Sijerpak Bondowoso, Lumbung Pangan Jatim, Pasar Online Lamongan, Blonjo Online Jombang, dan banyak lagi.

FOTO: Istimewa

Tags: Bank JatimTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

Di Tengah Pandemi, ABDA Bagikan Dividen Rp 41,6 Miliar

Next Post

PDAM Sleman Terus Upayakan Peningkatan Layanan Air Bersih bagi Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR