Jakarta, TopBusiness – PT Bank Perkreditan Rakyat Bangli (Perseroda) terpilih sebagai Finalis ajang TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah Top Business. Secara umum, aktivitas usaha BPR Bangli yaitu menjalankan kegiatan bank perkreditan rakyat.
BPR ini berkantor pusat di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, sebelumnya bernama PD BPR Bank Pasar. Perubahan badan hukum, nama, logo menjadi PT. BPR Bank Daerah Bangli (Perseroda) dilaksanakan pada 25 Maret 2021.
Kinerja Bisnis
Sebagai Finalis TOP BUMD Awards 2021, BPR Bangli telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan dewan juri yang diselenggarakan secara online pada 14 Juni 2021. Materi presentasi disampaikan oleh Ir. I Made Astawa selaku Direktur Utama.
Dalam presentasinya terkait kinerja bisnis bank yang dipimpinnya, Made Astawa menjelaskan,”Sesuai ketentuan OJK/Bank Indonesia, per Desember 2020 rasio-rasio keuangan PT BPR Bangli (Perseroda) dalam kategori SEHAT.”
“Dalam laporan itu, misalnya, Nilai Rasio untuk Kewajiban Penyertaan Modal Minimum (KPMM) kami mencapai 28,56 persen. Kemudian BOPO 78,52 persen.”
Rasio keuangan ketentuan OJK meliputi: KPPM, Kualitas Aset Produktif (KAP), PPAP, NPL Netto, ROA, BOPO, LDR, dan Cash Ratio.
BPR Bangli juga telah melakukan Survei Kepuasan Pelanggan. “Hasilnya, kualitas pelayanan yang kami berikan tergolong baik,” tutur Made Astawa.
Untuk terobosan, inovasi, dan prestasi bidang pemasaran/layanan pelanggan, ia menjelaskan inisiatif yang sudah dilakukan, “Pertama, launching produk baru: Kredit Perangkat Desa, TPPD (Tabungan Pensiun Perangkat Desa), Tabungan Payroll Perangkat Desa, dan Kredit Magang ke Jepang.”
“Kedua, Digitalisasi: Kendali surat online, E-Kinerja (Laporan harian dan absensi online), Virtual Account Host to Host kerja sama dengan Bank Umum (PT. BPD Bali), LOS (Loan Origination System), Pemasaran kredit online lewat WA atau Website, dan Remunerasi berbasis kinerja,” Made Astawa menambahkan.
Manajemen, Tata Kelola dan Teknologi Informasi
Dalam presentasinya, ia mengklaim Sistem Manajemen SDM BPR Bangli telah selaras dengan Strategi Bisnis. “Contohnya, pengadaan dan perbaikan infrastruktur IT dan terus mengupayakan penggunaan software mengarah kepada paperless dan online terintegrasi.”
“Untuk menjalankan strategi tersebut telah disiapkan SDM Sarjana Komputer sebanyak 3 (tiga) orang yang membidangi jaringan, pemrograman (coding) dan multimedia,” jelas Made Astawa kepada dewan juri.
BPR Bangli juga telah melakukan Survei Kepuasan Karyawan. “Hasilnya, karyawan menilai BPR Bangli tergolong baik,” ungkapnya.
Untuk terobosan, inovasi, atau prestasi bidang Human Capital BPR Bangli memberikan reward setiap tahun dengan beasiswa pendidikan regular D3 atau S1, absensi pelaporan harian secara online, dan remunerasi berbasis kinerja.
“Terkait arah ke depan yaitu digitalisasi, kami membentuk kelompok belajar IT yang terdiri atas generasi milenial yang menjadi change agent penerapan digitalisasi.”
“Prestasi yang telah diraih, kami ditunjuk sebagai pilot project kerjasama virtual account Host to Host dan telah berhasil bersinergi dan terkoneksi dengan sistem Bank Umum,” terang Made Astawa.
Terkait aspek GCG, “Hasil Penilaian Penerapan Tata Kelola BPR, kami memperoleh nilai komposit 1,20 dengan predikat sangat baik.”
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Terkait pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dalam operasional BPR Bangli, Made Astawa menjelaskan yang sudah diterapkannya, “Belajar melalui Youtube, Pemanfaatan Host to Host untuk transaksi melalui virtual account, Pelayanan PPOB, SMS Notifikasi, WhatsApp sebagai sarana pelayanan pengebonan ATK, dan Pemanfaatan Zoom untuk kegiatan meeting.”
Perbaikan Sistem/Inovasi Bisnis
Kepada dewan juri, ia kemudian memaparkan sejumlah perbaikan sistem dan inovasi bisnis yang sudah dilakukan BPR Bangli. “Loan Origination System (LOS) lama ke LOS baru, Virtual Account Host to Host dengan PT. BPD Bali, dan Pengembangan pendapatan fee base income bekerja sama dengan Bank Umum, PDAM dan perintis usaha lainnya.”
Strategi/Layanan di Masa Pandemi COVID-19
Seiring dengan adanya Pandemi Covid-19 dan Era Kenormalan Baru, BPR Bangli telah menerapkan sejumlah langkah mengutamakan Protokol Kesehatan, antara lain:
- Memberikan pelayanan kepada masyarakat namun tetap memperhatikan prokes kesehatan
- Pemanfaatan pelayanan melalui sistem digitalisasi
- Pengajuan kredit melalui Website atau WA
- Transaksi melalui non tunai
- Pemberian Relaksasi kepada UMKM terdampak Covid-19
Kontribusi ke Pemda & Pembangunan Daerah
Kepada dewan juri, Made Astawa juga mengungkapkan kontribusi BPR Bangli ke pemerintah daerah, “Sampai tahun 2020, akumulasi modal disetor berjumlah Rp10 Miliar. Kemudian, pembagian laba ke pemerintah daerah sebesar Rp17.490.830.164,81.”
Kontribusi lainnya, lanjut Made Astawa, berupa pembangunan Sumber Daya Manusia yaitu pemberian beasiswa kepada masyarakat melalui CSR, peningkatan investasi berupa penyaluran Kredit Investasi kepada masyarakat, dan Reformasi Birokrasi dengan yang mempercepat layanan masyarakat lewat penyederhanaan struktur organisasi BPR Bangli.
Menurutnya, berbagai kontribusi tersebut telah selaras dengan Visi Presiden RI 2019-2024.
Pencapaian Manajemen
Menurut Made Astawa manajemen BPR Bangli telah meraih sejumlah capaian positif, “Merubah dari sistem akuntansi manual ke sistem core banking.”
“Merubah sistem remunerasi dari pola penggajian tetap 100 persen ke remunerasi berbasis kinerja dengan perbandingan 70 persen dengan 30 persen.”
“Merubah visi, misi perusahaan mengarah kepada pelayanan berbasis digitalisasi yang secara bertahap terus ditingkatkan.”
Keberhasilan/inovasi dari BPR Bangli yang layak dicontoh dan direkomendasikan ke BUMD lain, “Virtual Account Host To Host, Laporan Kinerja Harian Online, Absensi Online, dan proses disposisi surat online,” tutupnya.
Penulis: Teguh Imam S
