TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berkat Implementasi GRC dan Corporate Value CINTA, Kinerja BPD Bali Tetap Ciamik di Tengah Pandemi

Busthomi
3 July 2021 | 10:09
rubrik: Event, GCG
Berkat Implementasi GRC dan Corporate Value CINTA, Kinerja BPD Bali Tetap Ciamik di Tengah Pandemi

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Bali atau Bank BPD Bali sepanjang tahun 2020 lalu atau tahun pertama pandemi Covid-19 melanda, relatif masih positif. Hal ini tergambar jelas dari performa keuangan perseroan yang masih solid dengan sukses membukukan laba bersih, padahal perekonomian di Bali relatif sangat terpengaruh akibat pandemi ini.

Kondisi tersebut tak lepas dari praktek governance, risk management, dan compliance (GRC) secara terintegrasi yang diterapkan oleh Bank BPD Bali. Selain itu, budaya kerja yang diimplmentasikan perseroan juga mendukung terlaksananya GRC yang terintegrasi itu.

Budaya kerja atau corporate value tersebut adalah CINTA. CINTA ini merupakan akronim dari Competent, Integrity, Team Work, dan Customer Awareness. Empat nilai itu dijabarkan lagi menjadi berpikir ilmiah, terampil, akurat dan teliti, konsisten, jujur, disiplin, loyal, saling menghargai, kesetaraan, edukasi, hubungan baik, serta yang terakhir tanggap.

“Bank BPD Bali telah menetapkan empat nilai utama yaitu CINTA sebagai nilai-nilai perusahaan yang dijabarkan dalam 12 perilaku utama untuk mendukung pencapaian visi dan pelaksanaan misi yang telah ditetapkan,” jelas Direktur Kepatuhan Bank BPD Bali, I Wayan Sutela Negara, dalam acara penjurian TOP GRC Awards 2021 yang digelar secara virtual itu.

Bank BPD Bali sendiri menjadi salah satu peserta dalam TOP GRC Awards 2021 yang digelar oleh Majalah TopBusiness yang menggandeng beberapa lembaga GRC lainnya yang kompeten.

Wayan Sutela pun memaparkan keberhasilan Bank BPD Bali dari sisi keuangan yang positif. Hal ini memang, kata dia, tak lepas dari implementasi GRC yang bisa menopang kinerja perseroan menjadi tetap positif. Tah hanya kinerja tahunan (year on year/yoy) yang masih positif, performa di tahun 2021 juga trennya terus membaik.   

Seperti terlihat dari aspek asset. Ternyata, sepanjang 2020 lalu, raihan asset bank kebanggaan masyarakat Bali ini bertumbuh 5,9% secara year on year (yoy) dari semula di 2019 sebesar Rp24,65 triliun menjadi Rp26,109 triliun di akhir 2020 lalu. Bahkan di tahun ini juga masih growth. Tercatat hingga kuartal I 2021 sebesar Rp26,111 triliun dan sampai Mei 2021 sudah terkerek menjadi Rp26,836 triliun. Atau bertumbuh 6,34%.

BACA JUGA:   Berkat GRC, Kinerja Bank bjb Makin Kece

Pun demikian dengan raihan dana pihak ketiga (DPK) yang juga masih growth. Dari semula Rp20,07 triliun di akhir 2019 menjadi Rp21,45 triliun per 31 Desember 2020 lalu.  Alias mengalami pertumbuhan 6,91%. Tren di 2021 juga masih menaik, dari 22,10 triliun (kuartal I-2021) menjadi Rp22,72 triliun (Mei 2021) atau naik 6,64%.

Hal senada juga terjadi dari peran intermediasi bank kebanggaanwarga Pulau Dewata satu ini. Tercatat kucuran kredit mereka masih mengalami pertumbuhan di tengah laju kredit perbankan nasional yang terkontraksi. Hingga akhir 2020 lalu, Bank Bali sudah mengucurkan kredit sebanyak Rp19,13 triliun atau naik 3,9% (yoy) dari sebelumnya di angka Rp18,41 triliun. Dan tren di tahun ini juga masih positif sebesar Rp19,49 triliun (Mei 2021) bertumbuh 5,51% dari kuartal I-2021 di angka Rp19,36 triliun.

Kondisi tersebut membuat raihan laba bersih juga masih positif. Kendati mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, namun jika ditengok dari kinerja sektor perbankan yang masih berat, raihan laba bersih Bank BPD Bali masih sangat positif. Hingga akhir 2020 lalu, laba bersih Bank Bali sebanyak Rp521,82 miliar atau turun 8,43% dari 2019 di angka Rp569,86 miliar.

“Namun begitu, jika dilihat dari trennya di tahun ini terlihat membaik. Pada kuartal I-2021, laba bersih kami sebesar Rp175,7 miliar dan sampai Mei 2021 sudah meningkat menjadi Rp290,41 miliar,” tutur dia lagi.

Selain itu, rasio-rasio keuangan lainnya pun relatif masih positif di tengah risiko perbankan yang kian meningkat ini. Tercatat, hingga akhir tahun 2020 lalu itu, untuk rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) di level 20,56%. Lalu untuk Return on Assets (RoA) di angka 2,7%, selanjutnya laju rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) gross juga masih bisa ditekan rendah di posisi 2,61%.

Selain itu, untuk rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga bisa dikendalikan relatif rendah di angka 73,14%, lalu Return on Equity (RoE) di level 16,95%, Loan to Deposit Ratio (LDR) juga masih di level aman yakni 89,11%, serta posisi Net Interest Margin (NIM) cukup positif di angka 6,41%.      

BACA JUGA:   GRC PertaMC Dilengkapi dengan KTKT

Tak hanya kinerja positif dari sisi keuangan, tapi juga performa hebatnya juga telah banyak mendulang apresiasi. Dengan banyaknya penghargaan di tahun 2020 lalu membuktikan kinerja mereka memang positif. Di tahun lalu, Bank BPD Bali ini mendulang penghargaan sebanyak 27 penghargaan, termasuk penghargaan dari Bank Indonesia (BI).

“Tiga di antaranya adalah penghargaan dari BI sebagai Bank Pendukung UMKM Terbaik untuk Bank BUKU [Bank Umum Kegiatan Usaha] I dan BUKU II. Lalu dari BPJS penghargaan sebagai Juara III kategori Perusahaan Besar dalam Paritrana Award 2019. Dan juga penghargaan dari BI lagi sebagai peserta sistem BI-RTGS dan BI-SSS terbaik Bank BUKU I dan BUKU II,” jelas Wayan.

Peran Top Management dalam GRC

Dijelaskan Wayan, dalam penerapan GRC ini, peran di top management dalam hal jajaran direksi dan komisaris juga sangat berpengaruh. Disebutkannya, untuk peran dan dukungan direksi dalam GRC terdiri dari beberapa hal.

Pertama, Direksi menetapkan struktur organisasi termasuk wewenang dan tanggung jawab pada setiap jenjang jabatan yang terkait dengan penerapan Manajemen Risiko.

Kedua, mengevaluasi dan memberikan arahan atas pelaksanaan kebijakan, strategi dan kerangka manajemen risiko berdasarkan laporan-laporan Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) termasuk laporan mengenai profil risiko yang dilakukan pada saat penyusunan Laporan Profil Risiko setiap triwulan dan Laporan Tingkat Kesehatan Bank atau Risk-Based Bank Rating (RBBR) setiap semester. Juga penyusunan Laporan Profil Risiko dan Laporan Tingkat Kesehatan Bank dilakukan berdasarkan hasil keputusan rapat Direksi dalam Komite Manajemen Risiko, setiap triwulan dan setiap semester.

Ketiga, Direksi memastikan risiko yang material dan dampak yang ditimbulkannya telah ditindaklanjuti dan telah dilaporkan perkembangannya oleh masing-masing Divisi.

Keempat, Direksi juga mengembangkan budaya manajemen risiko termasuk kesadaran risiko dengan memberikan pelatihan dan pendidikan kepada karyawan sesuai dengan tugas masing-masing, berupa seminar maupun workshop serta melaksanakan program Sertifikasi Manajemen Risiko dan program penyegaran Sertifikasi Manajemen Risiko bagi pejabat Bank sesuai dengan POJK, serta penetapan Budaya Kerja dan Kode Etik Bank untuk menjadi pedoman karyawan.

Kelima, Direksi telah memberikan dukungan keuangan dan infrastruktur untuk mengelola dan mengendalikan risiko disesuaikan dengan kompleksitas usaha Bank tetapi dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan Rencana Bisnis Bank yang disusun tahunan.  

BACA JUGA:   Manajemen Risiko Asuransi Sinar Mas Menyebar Semua Level

Sementara untuk peran dan dukungan Dewan Komisaris dalam GRC adalah:

Pertama, menyetujui kebijakan Manajemen Risiko termasuk strategi dan kerangka Manajemen Risiko yang ditetapkan sesuai dengan tingkat risiko yang diambil (risk appetite), risk limit dan toleransi risiko (risk tolerance).

Kedua, mengevaluasi pertanggungjawaban direksi atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko secara berkala yang dilakukan melalui Evaluasi Laporan Keuangan setiap triwulan dan evaluasi terhadap Laporan Pelaksanaan Tugas dan tanggung jawab Direktur Kepatuhan.

Ketiga, Komisaris melalui Komite yang ada melakukan pengawasan antara lain dalam bentuk rekomendasi terhadap Laporan Profil Risiko Bank setiap triwulan, rekomendasi terhadap Laporan Tingkat Kesehatan Bank (RBBR) setiap semester dan evaluasi laporan pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan.

Dalam praktik GRC ini, dia pun memberi contoh terkait dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Menurutnya, LHKPN itu biasanya dilaporkan paling lambat bulan Maret di setiap tahunnya, namun karena komitmen tinggi dari manajemen, maka di bulan Januari sudah dilaporkan.   

“Selain itu, setiap awal tahun juga semua karyawan terutama komisaris dan direksi menandatangani budaya kode etik dan anti fraud. Itu yang kita lakukan. Juga kami terus sosialiasikan anti frud agar kami ini terus ada budaya sadar risiko perbankan dan budaya sadar risiko lainnya. Ini juga bagian dari budaya kerja kita dengan nilai CINTA,” paparnya.

Sejauh ini, Bank BPD Bali ini juga tengah memacu digitalisasi banking sebagai langkah penguatan kinerja bank. Termasuk di dalamnya melakukan digitalisasi dalam GRC terintegrasi. “Makanya, kami terus menggenjot transkasi non tunai. Ini juga sebagai langkah peningkatan pendapatan kami di perbankan atau fee basde income. Seperti di ineternat banking, mobile banking, dan QRIS terus diitngkatkan,” kata dia.

Untuk QRIS ini, pihaknya terus meningkatkan sebagai QR Code standar pembayarn nasional yang bisa dilakukan di mana saja. Seperti QRIS donasi, QRIS sektor transportasi, QRIS supermarket, QRIS pasar, QRIS tempat wisata, dan QIS rumah sakit.

FOTO: TopBusiness

Tags: Bank BPD BaliTOP GRC Awards 2021
Previous Post

Dapat Izin Edar, Indofarma Siap Produksi 13,8 Juta Tablet Ivermectin

Next Post

Sambut PPKM Darurat, IHSG Sepekan Masih Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR