TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT Smart Tbk Kelola Isu Lingkungan dalam Pemberdayaan Masyarakat

Albarsyah
16 February 2022 | 16:12
rubrik: Event
PT Smart Tbk Kelola Isu Lingkungan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – Bagi perusahaan yang bergerak pada industri perkebunan terutama perkebunan kelapa sawit secara terpadu dari hulu hingga hilir, tentunya isu lingkungan hidup ini selalu menjadi “momok besar” yang selalu didengungkan dan goreng-goreng oleh berbagai pihak agar para industri  menjadi bulan-bulanan berbagai pihak di daerah konsesi mereka beroperasi.

Isu lingkungan yang selalu digadang-gadang oleh berbagai pihak tersebut yaitu: Deforestasi, kerusakan habitat dan bencana alam, serta pula merusak Kawasan habitat Kawasan gambut dan juga isu kebakaran hutan yang setiap saat selalu terjadi.  

Akan tetapi tidak demikian dengan PT Smart Tbk, sebagai perusahaan yang termasuk dalam hitungan 5 besar sebagai pemain di industri perkebunan kelapa sawit dari hulu-hingga hilir dan terintegrasi pula. Dimana perusahaan yang masih terafiliasi dengan dengan induknya Sinar Mas ini memiliki konsesi perkebunan sawit yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia ini seperti: Riau, Jambi, Belitung,Kalimantar Barat dan Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan.

Cerita  sukses  dan keberhasilan program Kepedulian Sosial Perusahaan dalam bentuk Corporat Sosial Resposibility (CSR) telah menuju kepada Creating Shared Value (CSV), dimana perusahaan kelapa sawit I I telah menguasai 500 ribu hektar lahan untuk perkebunan kelapa sawitnya yang tersebar di beberapa wilayah di nusantara ini.

Sukses perusahaan kelapa sawit ini dalam mengemas isu lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di lingkar operasional perusahaan 5 besar kelapa sawit ini. Dimana pada tahun 2016 digagaslah “Desa Siaga Api” dan tahun 2017 programnya ditingkatkan menjadi “Desa Makmur Peduli Api” (DMPA). Dalam pengembangan program ini perusahaan bersama-sama masyarakat turut bersatu padu mengawasi serta menuntaskan kebakaran hutan di lahan gambut dan luar lahan gambut yang hampir setiap tahun selalu terjadi. 

BACA JUGA:   Penguatan GRC Jadi Penopang Pertumbuhan Kinerja BTN

Serta programnya tidak hanya Bersama-sama memberantas api dan kebakaran hutan semata, akan tetapi perusahaan juga memeliki kepedulian sosialnya tumbuh dan berkembang bersama masyarakat disekitar perkebunan sawit konsesi PT Smart Tbk ini.

Tiga eleman penting yang tertuang dalam program DMPA ini, pertama pencegahan kebakaran hutan, kedua, Konservasi alam agar bentang alam tidak menjadi rusak, ke tiga, membangun ketahan dan kemandirian pangan di lingkar perkebunan sawit, agar kebutuhan pangan local dapat terpenuhi dari wilayah lokal setempat.

Suksesi program yang dibangun perusahaan kelapa sawit 5 besar ini dalam program DMPA ini sudah sangat dirasakan hasil dan kebermanfaatannya bagi masayarakat di lingkar perkebunan sawait tersebut. Semenjak diluncurkannya program DMPA ini semenjak tahun 2017 telah menghasilkan:

Terdapat sebanyak 1.150 orang dari masyarakat local yang mendapatkan pelatihan penangulangan kebakaran hutan ini , kini masyarakat telah menjadi relawan “Masyarakat Siaga Api” (MSA). Sebanyak 40 desa di Jambi, Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Banka telah berpartisipasi dalam program DMPA. Program ekologis terpadu (PET) sebagai bagian dari DMPA, telah berjalan di 22 desa di mana lebih dari 470 orang telah mendapatkan pelatihan untuk implementasi PET. Rata-rata peningkatan pendapatan untuk keluarga yang mengikuti PET adalah Rp 309.000 sampai Rp 941.000 per bulan, hingga Rp 15 juta per tahun. Sekitar 400 guru sekolah dasar dan menengah telah mengikuti pelatihan edukasi pencegahan kebakaran hutan. Dan juga sebanyak 5.800 exsempar buku cerita penceghan kebakaran hutan dibagikan ke sekolah-sekolah di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Ditegaskan Direktur CSR Goetz Martin, bahwa peran dan kontribusi  perusahaan terkait isu pembangunan berkelanjutan, berdaya dan meningkatkan resiliensi bersama masyarakat memberikan bantuan bis sekolah, membangun 280 sekolah, dan kontribusi bea siswa sebesar US$ 2,3 miliar,  ” Juga memberikan bantuan bibit kelapa sawit kepada petani binaan sebasar 5.100 bibit serta bantuan lainya berupa infrasturtur yang sangat dibutuhkan masyarakat”, tegas Goetz Martin.

BACA JUGA:   Bank NTB Syariah Sukses Ciptakan Bisnis yang Amanah dan Berkelanjutan

Lanjut Goetz Martin menyatakan, “serta kami juga membangun program livelihood yang focus kepada; pertama, ketahanan pangan keluarga, kedua, meningkatkan kualitas dan kuantitas komoditas local, ketiga, meningkatkan praktik pertanian yang baik, pertanian ekologis terpadu yang ramah lingkungan. Program ini telah tersebar di 60 wilayah, Kalbar, Kalteng, Riau, dan Jambi, serta Belitung. Sebanyak 81 kelompok tani telah terbina dalam program ini. Peningkatan income Rp 300.000 sampai Rp 1,5 juta per keluarga serta program ini seluruhnya diikuti oleh kaum wanita sebanyak 45 persen, serta kami juga sudah menciptakan” super hero” local yang bias menjadi panutan bagi masyarakat sekitarnya”, tegas kepada dewan juri TOP CSR AWARD 2022 melalui jaringan online.

Foto: Istimewa

Previous Post

Inovasi Kredit BPR Tulungagung, dari Pengembangan UKM Batik Gajah Mada hingga Dana Haji

Next Post

Indeks Terlihat Bertambah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR