TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kembali Jadi Finalis Top BUMD Awards 2022, Ini Keberhasilan PDAM Lae Nciho

Editor
26 February 2022 | 16:58
rubrik: BUMD, Event
Kembali Jadi Finalis Top BUMD Awards 2022, Ini Keberhasilan PDAM Lae Nciho

Jakarta, TopBusiness – Tahun ini, Perumda Air Minum Lae Nciho Kabupaten Dairi-Sumatera Utara untuk kedua kalinya masuk dan terpilih menjadi salah satu  dari 200 finalis di ajang penjurian “TOP BUMD Awards 2022” yang diselenggarakan Majalah TopBusiness bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (I-OTDA).

Tentu saja hal ini tidak terlepas dari kinerja usaha maupun layanan masyarakat yang bisa terus dipertahankan bahkan mampu meningkatkan performa meski sedang dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Suatu penghormatan dan kebanggan tersendiri bagi kami yang tahun ini kembali diundang untuk mengikuti ajang penjurian TOP BUMD Awards 2022. Ini merupakan yang kedua bagi kami ikut ajang penjurian ini. Harapannya ini bisa makin memotivasi kami dan seluruh jajaran Perumda Air Minum Lae Nciho untuk terus meningkatkan kinerja  dan juga layanan bagi masyarakat pelanggan,” ujar Wahlin Munthe, SH, MM, Direktur PDAM Lae Nciho mengawali presentasi saat wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2022” yang diselenggarakan Jumat (25/2/2022) secara virtual.

Kegiatan TOP BUMD AWARDS merupakan kegiatan corporate rating atau penilaian untuk pemberian penghargaan kepada BUMD-BUMD terbaik, yang dinilai berprestasi, berkinerja baik, dan telah banyak melakukan perbaikan atau improvement, serta berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.

Adapun tema yang diusung pada “TOP BUMD AWARDS 2022” ini adalah ”Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD yang Berkelanjutan”. Artinya, dari kegiatan ini diharapkan muncul BUMD-BUMD yang selalu melakukan perbaikan pengelolaan usaha bisnisnya, untuk meningkatkan daya saing, layanan, dan kinerja perusahaan secara berkelanjutan, untuk mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional dan pembangunan di daerah melalui kontriusi PAD bagi pemerintah daerah setempat.

Dalam presentasinya yang didampingi tim itu, Wahlin Munthe memaparkan banyak hal terkait profil perusahaan, visi misi dan perubahan perusahaan yang kini statusnya menjadi Perumda dari sebelumnya PD. Tercatat, PDAM Lae Nciho telah mendistribusikan air bersih bagi masyakat pelanggan di kabupaten Dairi lebih kurang 35 tahun, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan pelanggan 5.06% dengan jumlah langganan (SL) saat ini sebanyak 21.357 SL.

BACA JUGA:   Langkah Bank Lumajang Dukung Pertumbuhan PAD

Dan tingkat kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum milik Kabupaten Dairi ini  berdasarkan indikator kinerja BPP SPAM pada tahun buku 2020 adalah sebesar 2,90 atau masuk kategori “SEHAT”.

Dari sisi kinerja usaha, pendapatan air dan pendapatan lain-lain meningkat 6 % dari Rp13.445.861.826,- pada tahun 2019 menjadi Rp14.339.821.961,- pada tahun 2020. Sedangkan tahun lalu atau tahun 2021, kembali meningkat menjadi Rp 14.405.779.754.

Berdasarkan audit keuangan yang dilakukan oleh auditor independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP), dilaporkan bahwa manajemen keuangan yang dilaksanakan berdasarkan SAK-ETAP mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) selama lima tahun berturut-turut dari tahun 2017 s/d tahun 2021.

Hal lain yang juga cukup membanggakan yakni keberhasilan perusahaan dalam menjaga dan menekan tingkat kebocoran air atau Non Revenue Water (NRW) yang saat ini di level 21, 94% jauh di bawah tingkat kehilangan air pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh Indonesia atau rata-rata nasional saat ini yang berada di kisaran 30 %.

“Dengan tingkat kebocoran yang rendah ini, semua hasil produksi bisa dioptimalkan untuk pelanggan maupun ekspansi menambah pelanggan baru,” katanya.

Peningkatan kinerja usaha tersebut, lanjutnya, selain upaya efisiensi antara lain juga karena adanya penambahan sambungan baru dan reklasifikasi pelanggan. Dari aspek pelanggan, pihaknya juga melakukan inovasi untuk memudahkan layanan dan kemudahan sambungan baru dengan  menerapkan sistem sambungan mudah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan cara sambungan rumah sistem kredit.

“Untuk kemudahan bayar rekening air, kami juga sudah menerapkan billing sistem (rekening online), serta melakukan kerja sama dengan ritel seperti Alfamart dan Indomart. Sehingga di saat pandemi sekalipun, pelanggan bisa bayar tagihan rekening air PDAM Lae Nciho dari mana saja, tanpa harus datang ke loket pembayaran,” ujar Wahlin Munthe.

BACA JUGA:   BPR Serang Kembali Sukses Penuhi Target Kinerja Pemda Tahun 2024

Disebutkan dengan perubahan status yang kini menjadi Perumda Air Minum, perusahaan juga bisa leluasa mengembangkan bisnis. Karena itu, selain layanan air melalui jaringan perpipaan, juga sedang menjajaki untuk mengembangkan usaha baru untuk memproduksi produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

“Dari sisi sumber mata air maupun potensi pasarnya juga sangat prospektif. Apalagi di daerah kami Sumatera Utara ini kan banyak acara upacara adat dan pesta yang sangat membutuhkan minuman -AMDK ini. Paling tidak kalau semua instansi dan kantor pemerintah menggunakan produk AMDK kami, ini akan menjadi pasar tersendiri,” ujarnya di depan tim Dewan Juri (Dr.Trubus Rahardiansyah/Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti; Sulistio, Lembaga Kajian Nawacita [LKN]; serta Ahmad Chury/Solusi Kinerja Bisnis [SKB] yang merangkap sebagai moderator).

Disebutkan selama masa pandemi, pihaknya juga melakukan inisiasi untuk mendukung operasional dan sistem kerja karyawan dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Demikian pula untuk memudahkan layanan  pelanggan, selama pandemi di mana ada keterbatasan untuk kontak fisik, dikembangkan sistem layanan on line atau berbasis internet. Sehingga meski dengan jumlah SDM yang terbatas, namun layanan  tetap bisa dioptimalkan. Saat ini jumlah pengawai Perumda Air Minum Lae Nciho Kabupaten Dairi per 31 Desember 2020 tercatat 164 orang.

“Untuk memudahkan informasi pelanggan, kami kembangkan web tersendiri. Ada bantak informasi di sana yang bisa diakses dari mana pun. Untuk menunjang kemudahan bagi  layanan pelanggan, Perumda Air Minum Lae Nciho juga menerapkan service center pengaduan langganan 24 jam,” ujar Wahlin Munthe.

Wahlin sendiri belum lama ini yakni pada 11/2/2022 lalu baru saja dilantik kembali menjadi Direktur Perumda Air Minum Lae NCiho periode 2022-2027 oleh Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, di Gedung Balai Budaya Pemkab Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang. Ia kembali dinyatakan sebagai direktur terpilih setelah kembali melalui tahapan uji kepatutan dan kelayakan serta proses lainnya.

BACA JUGA:   RSUD Dr. Iskak Tulungagung Jadi RS Daerah Berkelas Internasional, Inilah Rahasianya

Penulis: Ahmad Chury

Tags: pdam lae ncihoTOP BUMD Awards 2022
Previous Post

BSN dan UNY Sepakat Lanjutkan Sinergi di Bidang Standardisasi

Next Post

Program Tanggung Jawab Sosial Modernland Turut Sejahterakan Masyarakat Sekitar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR