Jakarta, TopBusiness – PT Sanggar Sarana Baja (SSB) untuk pertama kalinya mengikuti ajang TOP CSR Awards 2022 yang diselenggarakan majalah Top Business. Perusahaan telah mengikuti Tahapan Penjurian ajang tersebut secara daring pada Jumát (11/03/2022).
Presentasi dari SSB disampaikan oleh Johan Budisusetija selaku Direktur Sanggar Sarana Baja, dengan membawakan materi terkait Program CSR SSB di bidang pendidikan yaitu Welding Development Program – Mengembangkan Tenaga Professional Las.
Di bagian awal presentasi, Johan memaparkan tahun ini SSB berusia 45 tahun, berdiri tahun 1977, berkantor pusat di Jakarta. Saat ini memiliki pabrik di Tangerang, Provinsi Banten dan workshop di wilayah operasi yaitu Kalimantan Selatan (Tanjung Adaro, Satui); Kalimantan Timur (Kariangau, Sangatta, Bengalon); Sulawesi Selatan (Sorowako); dan Papua (Grasberg).
“Dengan aktivitas bisnis dalam bidang manufaktur khususnya untuk industri migas, pertambangan dan industrial, peralatan transportasi, rekondisi komponen alat berat, juga menyediakan jasa pengelasan dan permesinan langsung di lokasi,” tambahnya.
Tata Kelola CSR
Kepada dewan juri, Johan menjelaskan terkait Tata Kelola CSR di SSB melibatkan Dewan Komisaris di holding perusahaan yang mengawasi strategi CSR, “Di sini ada Komite Audit dan Komite ESG.”
“Kemudian di bawahnya, ada Dewan Direksi di anak perusahaan yang bertugas menjalankan manajemen sehari-hari dan pelaksanaan strategi di lapangan di dalam wilayah daerah operasi.”
“Terakhir, Departemen Human Capital yang membawahi fungsi CSR dan Corporate Communication yang menyusun kerangka kerja untuk pelaksanaan program CSR.”
Untuk skor GCG SSB, lanjut Johan, di tahun 2020 meraih 90 persen dan di tahun 2021 meningkat jadi 93 persen.
Ia pun menerangkan ada 4 pendekatan yang digunakan SSB dalam merumuskan isu-isu Pembangunan Berkelanjutan yang revelan dengan perusahaan,
“Pertama, Health dengan Pencegahan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Kedua, Safety melalui standarisasi industri dalam setiap kegiatan (budaya K3).”
“Ketiga, Operational Excellence dengan pemenuhan kompetensi SDM teknik las. Keempat, Environment dengan upaya pengurangan material sisa (waste management).”
“Dalam kesempatan ini, kami akan menjelaskan upaya SSB dalam mengembangkan tenaga professional las di sekitar wilayah operasi kami dengan membangun sejumlah kemitraan strategis,” tutur Johan kepada dewan juri.
Dalam kesempatan ini, kepada dewan juri, Johan pun memaparkan Program CSR SSB yang telah mengadopsi ISO 26000, konsep Creating Shared Value (CSV) dan selaras dengan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).
“Pilar Pendidikan, meningkatkan kemampuan SDM lokal, meningkatkan ketrampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan kemajuan teknologi.”
“Program yang kami jalankan yaitu Welding Development Program, bekerja sama dengan sekolah yaitu SMK dengan memberikan pendidikan dan kesempatan magang, Training of Trainers (TOT) untuk meningkatkan keahlian para guru, menyelenggarakan kegiatan on the job training dan magang.”
“Pilar Kerja sama strategis, menyediakan lapangan kerja yang layak dan inklusif di lingkungan operasi ABM Group. Ini kami jalankan bekerja sama dengan SMK, Balai Latihan Kerja, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan Corporate Partnership,” kata Johan.
Program CSR Unggulan
Lebih jauh Johan memaparkan, “Untuk Welding Development Program (WDP), kami membantu meningkatkan fasilitas infrastruktur lembaga pendidikan kejuruan sesuai standar industri dan bisnis. Juga menciptakan SDM lokal yang memiliki keahlian untuk mendukung industri dan memperluas kesempatan kerja lewat kewirausahaan.”
“Program WDP ini sudah kami jalankan sejak tahun 2017 dengan 124 orang berhasil meraih sertifikat. Dimana 75 persennya sudah berhasil memasuki dunia industri,“ ungkap Johan.
“Wilayah operasi yang sudah menjalankan Program WDP antara antara lain Balikpapan, Papua, Tangerang, Aceh, Berau.”
“Khusus di tahun 2021, dengan adanya pandemi COVID-19, untuk WDP kami menjalankan metode belajar jarak jauh hybrid yaitu Saya Senang Belajar,” terang Johan.
“Dalam pelaksanaannya telah mencapai 4 batch yaitu batch 1 dengan SMKN 1 Balikpapan sebanyak 26 siswa, batch 2 bersinergi bersama PT Krida Cipta Bahari dengan SMKN 1 Balikpapan sebanyak 110 siswa, batch 3 dengan BBLK Serang sebanyak 287 siswa, dan batch 4 dengan SMKN 6 Samarinda dengan 67 siswa.”
“Di tahun 2022, program WDP ini akan kembali digulirkan,” tutup Johan.
Dalam tahapan Penjurian TOP CSR Awards 2022 ini, bertindak selaku dewan juri Thendri Supriatno, Ermon Idrus, dan Hidayat Tjokrodjojo.
Turut hadir dari SSB yaitu Rifky Bargah selaku Group Head of Human Capital and Corporate Support SSB, Puspa Miranti selaku Section Head Corcomm and CSR SSB, Nadia Rachmawati selaku CSR Officer SSB, Emilia Katrina selaku Head of CSR ABM Investama, dan Widi Aditya selaku CSR Specialist ABM Investama,
Penulis: Teguh IS
