Jakarta, TopBusiness – Meskipun pandemi covid-19 masih melanda Indonesia sepanjang 2021, PT BPR Artha Sukma (Perseroda) menorehkan prestasi yang membanggakan. Bank BUMD milik Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah ini mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun ketiga operasionalnya di bawah kepemimpinan Zulkipli selaku direktur utama.
“Sesuai pembagian laba kinerja tahun 2021, BPR Artha Sukma telah memberikan total PAD sebesar 37,70 persen dari modal yang telah disetorkan,” kata Zulkipli dalam dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang dilakukan secara virtual, Senin (14/3/2022).
Sejak 2014 hingga 2021, BPR Artha Sukma total memberikan setoran PAD sebesar Rp 10,18 miliar. Pandemi covid-19 yang terjadi dua tahun ini tak menyurutkan bank BUMD ini memberikan kontribusi kepada daerah berupa PAD. Pada 2021, PAD yang disetor BPR Artha Sukma mencapai Rp 1,12 miliar, naik dari tahun 2020 sebesar Rp 1,08 miliar.
Kontribusi itu tak terlepas dari kinerja keuangan BPR Artha Sukma yang cukup baik. Dari sisi aset bank meningkat 10,88 persen dari Rp 52,24 miliar (2020) menjadi Rp 57,92 miliar. Demikian pula kredit yang disalurkan meningkat 15,19 persen dari Rp 33,54 miliar menjadi Rp 38,64 miliar pada 2021.
Sedangkan tabungan naik 24,85 persen dari Rp 9,94 miliar menjadi Rp 14,41 miliar. Namun, deposito BPR Artha Sukma tahun 2021 ada penurunan 16,78 persen menjadi Rp 8,14 miliar dari sebelumnya Rp 9,78 miliar.
“Dalam kondisi Pandemi Covid-9, kami masih dapat membukukan laba sebesar Rp 2,05 miliar, naik 3,29 persen dibandingkan laba 2020 sebesar Rp 1,98 miliar,” ujar Zulkipli.
Prestasi lainnya dari manajemen adalah dapat menurunkan Non Performing Loan (NPL) Bruto dari tahun 2020 sebesar 10,79 persen menjadi 7,29 persen pada 2021. Sedangkan NPL Neto di tahun 2021 sebesar 2,70 persen. Untuk rasio-rasio lainnya masih dalam kategori sehat, misalnya Rasio Kredit terhadap Total Aset Produktif berada di 73,78 persen, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional berada di 71,37 persen. Sedangkan Loan to Deposit Ratio berad di 73 persen.
Sementara itu, total jumlah nasabah BPR Artha Sukma pada 2021 sebanyak 456 nasabah, menurun dibandingkan 2020 sebanyak 510 nasabah.
Prestasi membanggakan lainnya dari BPR Artha Sukma adalah melakukan pengembangan wilayah jaringan kantor sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi putra-putri daerah setempat, di mana Bank memiliki 4 Jaringan kantor yang beroperasi, yaitu 1 Kantor Pusat, 2 Kantor Cabang, dan 2 Kantor Kas.
“Pada tahun kedua, Kantor Cabang Sungai Rangit Kotawaringin Barat telah Break Even Point (BEP) dan memperoleh laba untuk yang pertama kali pada Desember 2019. Sementara di tahun 2021, Kantor Cabang Sungai Rangit Kotawaringin Barat telah membukukan laba sebesar Rp 384 juta,” ujar Zulkipli.
Selain prestasi yang membanggakan tersebut, kata Zulkipli, ada beberapa keberhasilan lainnya dari BPR Artha Sukma yang patut dicontoh oleh bank BUMD lainnya di Indonesia. Keberhasilan itu antara lain, kerja sama pembayaran gaji petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara serta kerja sama pembayaran tagihan PDAM Kabupaten Sukamara.
Bank BUMD ini juga menjalin kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah untuk pemotongan gaji ASN yang mendapatkan fasilitas kredit pada PT BPR Artha Sukma. Ada pula kerja sama dengan BRI dalam hal penggunaan aplikasi CMS-BRI untuk transaksi transfer.
“Kami juga sudah mendapat persetujuan OJK perihal Aplikasi IBS branchless sehingga nasabah dapat melakukan penyetoran tabungan melalui Smartphone berbasis android,” tutur dia.
Sejumlah inovasi juga dilakukan manajemen BPR Artha Sukma. Di antaranya adalah menciptakan poduk-produk bank dalam bentuk pinjaman, seperti Kredit Tanpa Angsuran (KTA) Modal Kerja, Kredit Tanpa Angsuran (KTA) Kontruksi, Kredit Tanpa Angsuran (KTA) Talangan Perjalanan Dinas, Kredit Tanpa Angsuran (KTA) Usaha Klaster Udang vaname.
BPR Artha Sukma juga berperan aktif dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan rutin setiap bulan membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Untuk kesejahteraan pengurus dan karyawan, kata Zulkipli, BPR Artha Sukma memberikan tunjangan hari raya (THR) sebesar 1,5 kali gaji. Selain itu, karyawan juga mendapat tunjangan kesejahteraan atau gaji ke-13 yang diberikan pada tahun ajaran baru sekolah.
