Jakarta, TopBusiness – Sebagai anak perusahaan terbesar di bawah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Indonesia Power (IP) memegang peranan strategis dalam sektor ketenagalistrikan di Indonesia. Saat ini, kegiatan utama bisnis perusahaan yakni sebagai penyedia solusi energi yang meliputi penyediaan tenaga listrik melalui pembangkitan tenaga listrik yang tersebar di Indonesia serta pengembangan bisnis beyond KWh.
Dengan kegiatan usaha yang begitu signifikan bagi kehidupan di Tanah Air ini dengan ditopang oleh banyak pembangkit listriknya di seluruh penjuru, maka tak aneh jika aktivitas perusahaan juga memprioritaskan dalam program pertanggungjawaban sosialnya. Dan terbukti, beberapa program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya itu sudah selaras dengan Creating Shared Value (CSV) dan ISO 26000. Sehingga dinilai bisa memenuhi harapan para stakeholder-nya itu.
Gambaran soal perusahaan dan program-program CSR-nya secara gamblang dipaparkan oleh Direktur Utama Indonesia Power, Muhammad Ahsin Sidqi dan kemudian dilanjutkan oleh Rahmi Sukma Head of Corporate Communication IP saat mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness, Jumat (11/3/2022) secara virtual.
Dalam kesempatan kali ini, hampir seluruh tim di IP hadir, terutama dari top management. Selain Ahsin, juga hadir Bagus Setiawan selaku Direktur SDM & Administrasi, M. Hanafi Nur Rifai sebagai Direktur Operasi 1, Harlen sebagai Direktur Pengembangan dan Niaga, Agung Siswanto sebagai Sekretaris Perusahaan IP, dan tentu saja Rahmi Sukma dan tim CSR serta kehumasan lainnya.
Mengawali presentasinya, IP mengapresiasi acara TOP CSR Awards ini yang memang sangat berharga bagi perusahaan seperti IP untuk terus bisa menggenjot program CSR-nya. “Kami berterima kasih dapat kesempatan seperti ini (mengikuti Top CSR Awards). Ini yang kami tunggu setiap tahunnya oleh tim kami untuk hadir di penjurian ini. Dan kami sangat merindukan adanya nilai tambah dan itu yang kami semakin hari semakin bernilai seperti yang bapak/ibu harapkan,” tegas Ahsin.
Lebih jauh ditegaskannya, dalam rangka memaksimal program CSR tersebut, pihaknya di tahun ini sudah menekankan penambah kata di visi-misi perusahaan. Seperti di visi IP ada penambahan, ‘Terbaik’, sehingga visinya adalah, “Menjadi perusahaan energi terbaik yang tumbuh berkelanjutan”.
Dengan misinya ada penambahan ‘Solusi energi’ dan ‘Melampaui Harapan Pelanggan’, sehingga kalimatnya adalah, “Menyediakan solusi energy yang andal, inovatif, ramah lingkungan, dan melampaui harapan pelanggan”.
“Dengan penambahan ‘solusi energi’ ini, bagi kami tidak sekadar mengantarkan listrik tapi juga nilai-nilai sustainability dan renewable yang ramah lingkungan. Adapun dengan ‘melampaui harapan pelanggan’, apa yang disampaikan oleh tim merupakan pengejawantahan dari misi kami yang diharapan bisa menjadi landasan bisnis kami,” lanjut sang Dirut.
Karena visi-misi tersebut sangat mendukung terlaksananya program CSR dengan baik, apalagi jajaran top management juga menjamin adanya CSR itu bisa memberi nilai tambah kepada perusahaan, bangsa, dan negara, khususnya kepada masyarakat dan stakeholder lain di sekitar operasional perusahaan.
“Dengan tagline kami, Tercepat, Akurat, dan Terbaik untuk menjadi global energy ecosystem. Maka kami melakuakn respon cepat terhadap kondisi yang ada. Apalagi secara bisnis, kami tumbuh luar biasa. Sebagai pemain mayoritas di dalam energi kelistrikan dari Aceh hingga Papua, plus bisnis di luar negeri yakni kontrak dengan Kuwait, maka nilai CSR yang kami kembangkan itu disesuaikand engan situasi kondisi setempat,” papar dia.
Saat ini, dalam paparan yang disampaikan, total listrik yang dihasilkan oleh IP adalah dari Unit Eksisting dengan total ada: 8 unit dan daya terpasang mencapai: 8.988,5 MW dengan Produksi Listrik 2021: 39,52 GWh. Lalu ada MPP Papua dengan total: 6 unit dengan daya terpasang sebanyak 120 MW. Selanjutnya untuk Anak Perusahaan memiliki total: 6 unit dengan daya terpasang: 375,5 MW, dan dari O&M dengan total: 17 Unit dengan daya terpasang sebanyak 7.558,8 MW dan produksi listrik 2021 yang dihasilkan 33,55 GWh.
Identifikasi Dampak
Berdasar visi-misi tadi, kata Dirut, perusahaan memiliki strategi yakni kinerja operasional kelas dunia, pengingkatan green and clean power plant, dan ketiga penambahan portofolio bisnis baru di luar penjualan tenaga listrik. Untuk yang pertama, strategi lanjutnya adalah OME atau operation & maintenance excellence. Kedua, menciptakan LCE atau low carbon energy development, dan ketiga BBD yakni beyond kWh business development.
“Kami juga memilih low carbon energy, sehingga kebijakan CSR kami akan mengarah ke low carbon energy itu. Dan business growth kami sangat beragam yang basisanya itu business sustainability dan EBT, serta hemat energy,” terang Ahsin.
Lebih jauh dijelaskan Rahmi Sukma, dalam hal identifikasi dampak dari adanya startegi bisnis itu, untuk dampak BBD, jika BBD ini tidak mencapai target, maka program CSR yang diusung adalah IP Pintar, berupa penyediaan SDM dengan kompetensi ketenagalistrikan; lalu Employee Voluntary Program (EVP) dalam kegiatan IP Mengajar; pemanfaatan FABA untuk pavingisasi jalan desa, Ecopark, pengecoran jalan tol serta pemanfaatan menjadi untuk bantuan bedah rumah warga; dan pemasangan Solar Cell untuk mendukung aktifitas mitra binaan dalam Program Sentra Ternak Domba Sukamaju dan Banana Smart Village.
Untuk dampak OME, karena ketidaktersediaan pasokan energi primer, maka program CS-nya adalah dengan pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi energi baru terbarukan untuk mendukung keberlanjutan perusahaan (TOSS, JOSS, BOSS).
“Adapun untuk dampak LCE, dengan adanya peristiwa risiko pengembangan pembangkit tidak mencapai target kapasitas, maka program CSR kami adalah Program Hutan Tanaman Energi (HTE),” kata Sukma.
Adopsi CSV dalam CSR
Ada beberapa program CSR yang bisa dikategorikan sudah mengadopsi nilai-nilai CSV atau Berbagi Manfaat Bersama. Beberapa program itu adalah:
- Jeranjang Olah Sampah Setempat (JOSS)
Dijelaskan Sukma, program pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi energy baru terbarukan untuk mendukung keberlanjutan perusahaan. Program ini dilatarbelakangi adanya penumpukan sampah rata-rata 16 ton di NTB di area sekitar pembangkit khususnya di kanal water intake yang berpotensi membuat unit pembangkit derating (operasional).
Dengan tujuan dan sasaran dari program ini adalah untuk menanggulangi permasalahan sampah di lingkungan unit pembangkit dan masyarakat; penerapan EBT terutama Waste to Energy (WtE) melalui Cogeneration; mendukung pengoperasian pembangkit yang ramah lingkungan (Green Power Plant); dan mengembangkan Program JOSS untuk mengoptimalisasi BPP & Heat Rate di Unit Pembangkit.
Program ini sangat bermanfaat, seperti bagi perekonomian, adanya proyeksi pemasukan kelompok setelah komersial Rp49.740.000, per bulan untuk demand 1 unit PLTU. Serta proyeksi efisiensi setelah komersial, pemakaian batubara PLTU Jeranjang sebesar Rp72.000.000 per bulan.
Dari sisi sosial juga terbentuk 1 mitra binaan kelompok JOSS dengan anggota13 orang. Dari aspek kesejahteraan, adanya 13 orang mampu mengolah sampah menjadi sumberdaya EBT serta terjadi perbaikan kualitas udara karena cofiring batubara–biomassa menghasilkan penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.
“Dan bagi alam sendir per Februari 2020 hingga Desember2021, dengan adanya program JOSS ini telah mengurangi sampah sebanyak 112,22 ton serta menghasilkan 44,48 Ton Biomassa SRF,” katanya.
- Program bangun jalan desa, pembangunan jalan tol serta bantuan bedah rumah dengan manfaatkan FABA
Dengan rincian programnya berupa, pengecoran jalan akses PLTU Desa Buton, sepanjang 330 meter dengan pemanfaatan FABA sebanyak 910 ton dan sudah dilakukan uji kuat tekan dengan hasil setara K225.
Lalu, Stabilisasi Lahan TNI dengan pemanfaatan FABA sebanyak 28.231,14 ton; kemudian pembangunan Rumah Singgah Lapangan Tembak Kodim 0703/Cilacap di Desa Welahan Wetan, Kecamatan Adipala dengan menggunakan 8500 Batako dan 6000 Paving.
Ada juga pavingisasi jalan-jalan desa di sekitaran Kecamatan Adipala dengan Total Penggunaan Paving Sebanyak Kurang Lebih 150.000 paving; uji coba pemanfaatan FABA bekerja sama dengan Semen Bima dengan Pemanfaatan FABA sebanyak 2.000 ton.
Juga ada uji coba pemanfaatan FABA Tol Semarang-Demak dengan pemanfaatan FABA sebanyak 660 ton; dan terakhir, bedah rumah dengan pemanfaatan Faba PLTU untuk rumah pasca bencana gempa di Labuan sebanyak 63 rumah dengan memanfaatkan 630 ton Faba dan Hebel Faba sebanyak 6.300 buah.
- IP PINTAR
Porgram ini berupa penyediaan SDM dengan kompetensi ketenagalistrikan. Program IP Pintar ini merupakan program internship, assessment dan sertifikasi SDM ketenagalistrikan khusus untuk siswa SMK sebagai upaya untuk menciptakan lulusan SMK yang siap kerja.
“Tujuan Program ini adalah untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus menunjang pengembangan bisnis perusahaan dengan penyediaan tenaga kerja yang berkualitas dan memiliki daya saing serta memiliki kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan oleh Perusahaan. Dan lulusannya itu banyak yang diterima kerja di PLN Group,” katanya.
Program CSR Unggulan
Selain program CSR di atas, IP juga masih memiliki sederet program CSR yang sangat diunggulkan dalam menyejahterakan masyarakat sekitar dan melestarikan lingkungan. Proram-program tersebut antara lain, pertama, Poklahsar Mina Lestari Batu Lumbang, Denpasar, Bali. Program di bidang lingkungan dan ekonomi ini memiliki keunggulan koservasi hutan mangrove kota berbasis pemberdayaan kaum ibu. “Ini sangat bermanfaat untuk pengolahan hasil mangrove menjadi snack atau minuman,”
Program Ketapang Kuning Warakas, Jakarta Utara. Program di bidang kesehatan ini memilki keunggulan memberdayakan kaum wanita dan tenaga kesehatan mencegah stunting. Dengan manfaatnya capacity building untuk ketahanan pangan
Selanjutnya ada program OMAH KRETEG ANGGANA, Merak Banten. Program di bidang ekonomi ini keunggulannya pelestarian dan pegembangan makanan lokal berbasisi pemberdayaan perempuan. Dengan manfaat perbaikan ekonomi berkelanjutan.
Serta program CSR-CSR unggulan lainnnya, seperti SUROPATI Sistem Terpadu Ranti Pengolahan Sampah Grati, Pasuruan, Jawa Timur; POKLAHSAR PUTRI LAUT Semarang; SERBA MAJU Sentra Ternak Sukamaju, Cilegon, Banten yakni pemberdayaan holistic bagi peternak domba berbasis teknologi aplikasi TERMOS (Ternak Monitoring System).
“Program CSR-CSR yang sudah digarap itu ternayat berdampak positif dari sisi pencapaian kinerja ekonomi, kinerja sosial, dan kinerja lingkungan. Seperti untuk pencapaian kinerja ekonomi, antara lain, IP yang saat ini sudah meluncurkan Dual Fuel barge Mounted Power Plant (BMPP) 60 MW Kolaka 1 (Famajjah) yang telah memberikan kontribusi positif terhadap pemerataan kelistrikan Indonesia,” pungkas dia.
FOTO: TopBusiness
