Jakarta, TopBusiness – PT Semen Padang yang pada 18 Maret 2022 lalu genap berusia 112 tahun terus berupaya untuk mewujudkan visinya menjadi perusahaan persemenan yang andal, unggul dan berwawasan lingkungan di Indonesia bagian barat dan Asia Tenggara.`
BUMN ini awalnya merupakan perusahaan Belanda bernama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM) yang juga merupakan pabrik semen pertama di Indonesia. Kemudian pada 5 Juli 1958, perusahaan tersebut dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia dari Pemerintah Belanda.
Sebai perusahaan semen tertua di Indonesia, PT Semen Padang meyakini bahwa perseroan bisa bertahan dan terus berkembang hingga saat ini karena melaksanakan kegiatan bisnis secara berkelanjutan. Anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini giat melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR.
Salah satu program CSR unggulannya adalah Pemberdayaan Hutan Kemasyarakatan Sikayan Balumuik. Ini merupakan program pemanfaatan lahan bekas illegal loging menjadi lahan produktif dengan melakukan agroforesty, pertanian dan perkebunan, serta perlindungan keragaman hayati.
Sejauh ini, PT Semen Padan sudah melakukan penanaman 15 ribu tanaman hutan, 25 ribu bibit kopi di lahan hutan seluas 300 hektare dengan melibatkan sekitar 20 orang petani.
“Manfaat kegiatan ini antara lain meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, menurunkan emisi, serta pemulihan lahan dan pelestarian keragaman hayati,” ujar Kepala Unit CSR PT Semen Padang Rinold Thamrin dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2022 yang dilakukan secara daring, Selasa (15/3/2022).
Rinold dalam penjurian tersebut didampingi Masykur Rauf (Kepala Seksi Bina Lingkungan), Satrio Rian Bhakti (Kepala Seksi Program Kemitraan), Meli Agustini (Staf ADM & Keuangan), Hendrik Dela Roza,(Staf ADM & Keuangan), dan Nila Puspa Reni (Staf ADM & Keuangan).
Menurut Rinold, Program Hutan Kemasyarakatan Sikayan Balumuik ini telah meningkatkan pendapatan petani anggota kelompok yang berjumlah 20 orang rata-rata Rp 2.500.000 per bulan. Sedangkan manfaat bagi pemerintah adalah membantu mengurangi risiko bencana erosi pada 300 ha lahan.
Program unggulan lainnya adalah Konservasi ikan Bilih sebagai spesies ikan endemik khas Sumatera Barat (Sumbar). Ikan bilih hanya dapat hidup dan berkembang biak di Danau Singkarak. Ikan bilih mulai mengalami kepunahan dikarenakan pola hidupnya yang sensitif terhadap cara penangkapan yang tidak selektif dengan alat tangkap jaring insang dan bagan.
“Upaya konservasi yang kami lakukan dengan membuat kolam pemijahan di area taman kehati perusahaan, yang selanjutnya dilakukan restocking dan reintroduksi,” tutur Rinold.
Selain melestarikan keragaman hayati spesies ikan endemik khas Sumatera Barat, Program Konservasi Ikan Bilih ini juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Ada sekitar 10 ribu ekor ikan yang dipelihara di kolam pemijahan. Dana yang dikucurkan PT Semen Padang untuk program ini mencapaiRp 200 juta.
Pada masa pandemi covid-19 dan kenormalan baru, manajemen PT Semen Padang membentuk Tim Task Force The New Normal untuk penanganan covid-19 di internal maupun eksternal perusahaan. Beberapa kegiatannya antara lain monitoring karyawan dan keluarga, serta persiapan sarana dan prasarana internal terkait covid.
Perusahaan pada masa pandemi ini ikut membantu penangana covid-19 yang dilakukan pemerintah daerah dengan menjadikan Semen Padang Hospital sebagai Rumah Sakit (RS) rujukan covid-19 di Sumbar. Hal ini juga sesuai Keputusan Gubernur Sumbar.
“Sarana dan prasarana medis di Semen Padang Hospital 100 persen digunakan untuk mendukung penanganan Covid-19,” kata Rinold.
PT Semen Padang juga memiliki Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siap siaga dan terdepan dalam membantu penanganan korban bencana alam di Provinsi Sumatera Barat maupun Nasional.
“PT Semen Padang juga memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang menghimpun dana zakat karyawan perusahaan. Dana zakat tersebut disalurkan kepada masyarakat Sumatera Barat yang masuk dalam delapan asnaf,” tutur Rinold.
Menurut Rinold, pelaksanaan semua Program TJSL atau CSR PT Semen Padang sebagai bentuk kontribusi perusahaan pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) yang berlandaskan pada Triple Bottom Line yang diintegrasikan dengan ISO 26000 SR, serta berdasarkan peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku. Program-program TJSL PT Semen Padang juga sudah mengadopsi konsep CSV atau creating shared value atau berbagi manfaat bersama.
