TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Positif Saat Pandemi, Bank Jombang Usung Inovasi Gandeng Fintech Genjot Pembiayaan

Busthomi
22 March 2022 | 16:05
rubrik: BUMD, Event
Kinerja Positif Saat Pandemi, Bank Jombang Usung Inovasi Gandeng Fintech Genjot Pembiayaan

Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Jombang tetap mengalami kinerja positif kendati di tengah pandemic Covid-19. Hal ini tak lepas dari adanya kebijakan dan inovasi yang diusung BPR milik Pemerintah Kabupaten Jombang itu. Salah satu inovasi yang dilakukan perusahaan adalah dengan menggandeng perusahaan financial technologi (fintech) peer to peer (P2P) lending.

Makanya, BPR satu ini pun memiliki kantor khusus sebagai kantor cabang fintech yakni 1 kantor. Adapun kantor-kantor lainnya, selain 1 kantor pusat, juga ada 4 kantor cabang, 18 kantor kas, dan 24 unit kerja realtime online.

Kebijakan untuk mengincar kolaborasi dengan fintech ini tak lepas dari besarnya potensi dan pangsa pasar fintech yang terus bertumbuh. Bank Jombang pun mengutip data dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI),  pertumbuhan fintech begitu pesat hingga saat ini, dengan jumlah pembiayaan fintech landing lebih dari Rp262 triliun (per September 2021), dengan tingkat keberhasilan bayar masih di atas 98,10%.

Demikian seperti disebutkan Dr. Afandi Nugroho, SE, MM selaku Direktur Utama Bank Jombang, dalam sesi penjurian Top BUMD Awards 2022 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness, pada Rabu (16/3/2022), secara virtual. Pada sesi kali ini, Afandi didampingi oleh Adam Joyo Pranoto, S. Kom, ME sebagai Direktur Bisnis, dan Suhariani, SE selaku Direktur Kepatuhan.

Selain itu, inovasi menggandeng fintech lending itu karena dipayungi oleh Pedoman Kerjasama Fintech yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga memungkinkan BPR untuk berkolaborasi dengan fintech.

“Makanya, dengan kondisi itu kami kolaborasi dengan P2P Lending. Dan kerja sama yang kami fokuskan itu pada pembiayaan produktif berupa UMKM dan yang berbadan hukum, bukan pada sektor konsumtif (seperti pinjaman online/pinjol),” terang dia.

BACA JUGA:   Komitmen Tinggi dalam Bisnis Berkelanjutan, Insight Investments Kembali Jadi Kandidat Raih TOP CSR 2025

Dan positifnya, kata Afandi, kerja sama dengan fintech P2P lending ini, seperti memiliki agen pemasaran dengan biaya free dan dengan kewenangan pemutus sepenuhnya ada di tangan BPR. “Serta yang menguntungkan kami, tentu saja adalah adopsi teknologi dan pengetahuan yang memungkinkan BPR ke depan lebih bisa kompetitif,” ujarnya.

Keyakinan dia dengan menggandeng fintench ini memang seperti yang diinginkan oleh regulator OJK, bisa menciptakan efisiensi dan bisa menurunkan biaya. Menurutnya, ada empat hal yang diatur OJK dan menjadi pertimbangannya untuk berkolaborasi dengan fintech.

Pertama, kolaborasi BPR dengan fintech lending  memberikan komplementar serta menjadi fintech lending bukan sebagai competitor yang besar bagi BPR. Kedua, melakukan kolaborasi dengan partner yang sehat akan menjaga keberlanjutan dan meningkatkan efisiensi BPR dan BPRS.

“Ketiga, kerja sama dapat menutupi kekurangan masing-masing institusi, sehingga menciptakan efisiensi. Dan keempat, manfaat terbesar dari kerja sama perbankan dan fintech yaitu penurunan biaya dan menciptakan diferensiasi produk,” katanya.

Beberapa perusahaan fintech P2P lending seperti Komunal, Crowdo, Koin Works, Kawan Cicil, Gandeng Tangan, Sanders, Avantee, Danamas, Modal Rakyat, Danai.id. “Jadia ada 10 perusahaan fintech yang sudah kita gandeng kerja sama. Dan tahun ini, target kami akan menjalin kerja sama dengan Akseleran, Ivoji, Finmas, dan Mekar,” terang dia.

Dan sejauh ini, bentuk kerja sama antara BPR dan fintech ini dilakukan melalui dua cara yaitu Channeling dan Referral. Melalui Channeling ini, jelas Afandi, penyaluran kredit BPR kepada peminjam melalui platform fintech lending, dengan risiko kredit ditanggung oleh BPR. Fintech lending memiliki kewenangan terbatas sesuai ketentuan dan perjanjian kerja sama dengan BPR.

“Sementara kalau melalui referral, penyaluran kredit BPR secara langsung kepada calon debitur yang direferensikan oleh fintech lending, sesaui dengan kesepakatan kerja sama. Jadi BPR ini melakukan seluruh proses analisis kredit sebelum kredit disalurkan,” terang dia.

BACA JUGA:   PDAM Padang Efisien, Kuncinya?

Kinerja Keuangan

Secara keuangan, kinerja Bank Jombang sendiri masih positif. Tercatat, dari sisi asset sudah cukup tinggi di angka Rp618,468 miliar atau tercapai 97,87% dari target di angka Rp631,950 miliar. Adapun untuk kredit yang dikucurkan sebesar Rp458,888 miliar atau sebesar 107,62% yang targetnya di angka Rp426,402 miliar.

Dengan posisi simpanan untuk tabungan sebanyak Rp128,131 miliar dan deposito sebesar Rp152,020 miliar. Sementara simpanan pada bank lain sebanyak Rp142,324 miliar. Dengan laba sebelum pajak mencapai Rp1,888 miliar atau sebesar 179,21% dari target perusahaan di angka Rp1,053 miliar.

“Sementara rasio-rasio keuangan juga positif. Seperti rasio kredit macet (NPL) sudah di bawah 5% atau di angka 4,13%. Lalu BOPO juga cukup rendah di angka 86,69% dengan cash ratio (CR) di posisi 14,77%. Untuk LDR di posisi 85,01% lumayan positif, RoA cukup di angka 1,33%, dan CAR kami masih kuat di level 26,18%,” terang Afandi.

“Dan kami sendiri bangga dengan kinerja perusahaan. Terutama untuk pencapaian asset kami terus meningkat di setiap tahunnnya. Karena, meningkatkan asset PT BPR Bank Jombang (Perseroda) di setiap tahunya menjadi pencapaian kami sebagai Direksi,” katanya.

Tercatat, asset BPR ini per akhir 2021 sebesar Rp609,458 triliun, dan terus naik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di 2020 (Rp511,531 miliar), lalu di 2019 (Rp446,060 miliar), di 2018 (Rp357,160 miliar), 2017 (Rp312,263 miliar), dan tahun-tahun sebelumnya dengan asset lebih kecil.

Dengan kinerja positif itu, BPR Jombang tetap patuh untuk menyetorkan dividen ke pemegang saham yakni Pemkab Jombang. Untuk tahun 2020, kontribusi BUMD sebesar Rp3,135 miliar dengan rincian sebesar Rp3,114 miliar untuk Pemkab Jombang dan Rp20,69 juta untuk Koperasi Karyawan Bertujuan Jaya.

BACA JUGA:   Perumda Apa’ Mening Siap Songsong Smart Society 5.0

Strategi di Masa Pandemi

Lebih jauh ditegaskan Afandi, dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan, BPR Jombang mengusung beberapa strategi  yaitu BPR  harus mengelola mitigasi risiko dengan tepat. Bank harus punya peta navigasi baru untuk dapat menghadapi krisis yang ada. Proses mapping debitur untuk proses restrukrisasi harus segera jalan dan jelas, sehingga cashflow bank terlihat setelah melakukan treatment.

“Dengan begitu, bank mengetahui posisi Strengths-Weakness-Opportunities-Threats (SWOT) untuk dapat membuat revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan memperhatikan kondisi karena Covid-19 ini,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga fokus pada industri yang prospektif untuk dibiayai. Bank harus tebang pilih pada sektor usaha yang eksis dan berkembang di tengah merebaknya wabah ini. Adapun, menurut riset Dcode EFC (2020), sektor usaha (potential winner) tersebut adalah sektor agribisnis, telekomunikasi, ritel e-commerce, farmasi, produk pembersih & alat kesehatan.

“Makanya kita genjot pengembangan digital banking. Layanan produk dan jasa harus dikonversi menjadi digital banking. Proses tersebut harus berjalan bertahap. Namun, tidak semua produk dan jasa harus menggunakan digital banking, terdapat bisnis inti yang masih membutuhkan fungsi oleh unsur manusia. Beberapa fungsi yang melibatkan unsur manusia tersebut keberadaannya tidak dapat digantikan oleh digital banking,” katanya mengakhiri.

FOTO: Istimewa

Tags: BPR Bank JombangTOP BUMD Awards 2022
Previous Post

Kemenkeu Apresiasi MEDCO E&P dalam Pengelolaan BMN

Next Post

IHSG di Penutupan Perdagangan Menguat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR