Jakarta, TopBusiness – PT Jasa Rahaja menyadari bahwa perkembangan teknologi informasi (IT) begitu cepat dan masif, tanpa adaptasi dengan perkembangan tersebut kinerja perusahaan dinilai menurun bahkan tertinggal. Oleh sebab itu, transformasi digital menjadi langkah penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan tata kelola yang baik, khususnya di bidang keselamatan berkendara.
Dalam presentasi berjudul ‘GRC Implementation in Social Insurance Company’, Rivan A Purwantono selaku Direktur Utama PT Jasa Raharja menuturkan, Jasa Raharja terus melakukan upaya transformasi digital untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat abad ini, terutama integrasi system antarlembaga, seperti Kepolisian, Ditjen Dukcapil, Perbankan, BPJS Kesehatan dan lembaga terkait lainnya.
“Kami yang mempelopori terbentuknya system ini (laporan kecelakaan online, IRSMS Polri). Karena dalam pelayanan kami sangat diperlukan verifikasi dukcapil bahkan dalam prakteknya seandainya dalam aturan ini masih ada batas maksimum terutama (pembayaran) di rumah sakit, kita langsung bisa top-up BPJS Kesehatan,” ungkapnya saat wawancara penjurian TOP GRC Awards 2022, Senin (20/6/2022).
“Nah ini sangat penting dan beberpa kemajuan yang sekarang kita kembangkan adalah JR Care menuju pada transformsi digital terutama dalam pembayaran pembiayaan di rumah sakit. Kita tambahkan lagi ekosistem transportasi, jadi obat-obatan tidak ada keterlambatan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Kinerja Pelayanan
Masih menurut Rivan, dengan transformasi digital tersebut, kinerj apelayanan Jasa Raharja semakin tepat dan cepat. Peningkatan kinerja layanan tersebut, tentu tak lepas dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan infrastruktur teknologi dibarengi dengan integrasi antar lembaga yang membawa dampak positif bagi kinerja perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dari efektivitas waktu dalam merespos setiap peristiwa di lapangan, khususnya terkait peristiwa kecelakaan.
“Dari sisi pelayanan secara teknologi yang kita terapkan ini meningkat sangat drastis. POJK itu mengtakan bahwa dalam penyerahan santuann batas waktu 30 hari, sebelumnya (santunan) korban meninggal juga rata-rata 30 hari. Hari ini Alhamdulillah kita bisa menyerahkan satu jam dan ini rata-rata ya. Dalam praktiknya dalam kecelakan yang besar kita bisa menyerahkan di bawah 24 jam,” tegas Rivan di hadapan para juri via zoom.
“Di sisi lain, kecepatan berkas 14 menita-an, ini jauh atau separuh di banding dengan golden momen-nya. Ini membuktikan bahwa satu proses digitalisasi tidak hanya di dalam penerimaan tetapi di dalam pemberian santunan kita melukukan seperti ini,” imbuhnya memastikan.
Pencegahan Kecelakaan
Tak hanya itu, dalam presentasinya, Rivan menjelaskan secara komprehensif terkait pemanfaatan teknologi sebagai untuk pencegahan (mitigasi) dan upaya mengurangi tingkat kecelakaan bagi pengendara. Upaya tersebut dilakukannya melalui penertiban rambu-rambu yang kerap tertutup atau rusak.
“Selain ada fisik yang kita perbaiki, ini resiko-resiko yang berdampak pada kami. Banyak sekali rambu-rambu didirakan di kiri tertutup oleh bilboard sehingga rambu-rambu tidak terlihat masyarakat. Untuk mitigasi ini kami membuat inisiatif dan ini kita terapkan juga di beberapa provinsi,” terangnya.
Selain itu, untuk mitigasi kecelakaan di jalan, Jasa Raharja juga melakukan inovasi melalui teknologi dengan memasang titik kecelakan di layanan google maps.”Titik-titik kecelakaan ini juga kita masukan dalam google. Banyak sekali berharap dengan rambu bisa dipahami, dan pas buka google maps cuma dikasih tanda belok kiri belok kanan, tapi dikasih (juga) tanda 200 meter ada rawan kecelakaan,” tegasnya.
Penulis: Abdullah Suntani

Terima kasih info dari tulisan pemaparan hal ihwal implementasi jasa raharja dari pengamanan dan perlindungan terhadap pengguna jalan raya yg berdampak baik untuk meminimalisir CLAIM atas asuransinyan.
Saya berharap pula dapat dibongkar tentang merosotnya popularitas PT.TELKOM yang terasa semakjn terpendam dan atau akan dibenamkan ?.