TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bisnis Es Kristal Menguntungkan, Perumdam Tirta Lawu Karanganyar Terbukti Sukses Berinovasi

Busthomi
30 January 2023 | 11:16
rubrik: BUMD, Event
Bisnis Es Kristal Menguntungkan, Perumdam Tirta Lawu Karanganyar Terbukti Sukses Berinovasi

FOTO: Rendy/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah kembali terpilih sebagai peserta kandidat pemenang TOP BUMD Awards 2023 ini. Kinerja apik sepanjang tahun lalu menjadi salah satu keunggulan Perumdam kebanggaan masyarakat di Bumi Intanpari ini.

Peforma bagus itu lantaran Perumdam satu ini sarat dengan inovasinya. Satu di antaranya, mereka sukses menggelar bisnis baru yakni bisnis es kristal (crystal ice). Melalui diversifikasi bisnis ini, Perumdam Tirta Lawu tidak hanya dapat diserap pasar semua produknya, tapi juga sudah terbukti menguntungkan. Lebih mentereng dari bisnis AMDK (air minum dalam kemasan). Bahkan lebih menggiurkan dari bisnis air bersih.

Hal tersebut seperti terungkap dalam proses penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang digelar Majalah TopBusiness. Dalam proses penjurian terhadap Perumdam Tirta Lawu Karanganyar itu, disebutkan kinerja keuangan Perumdam kian mengkilap, salah satunya disokong oleh inovasi bisnis es Kristal tersebut.

Dalam proses penjurian tersebut, Perumdam Karanganyar ini diwakili oleh Budi Hartono, SH, MH, Ka Litbang, selaku juru bicara dalam penjurian ini dan didampingi oleh Sofyan Arifin, ST, Kasubag Perencanaan Keuangan serta Candra SD, ST – Kabag PBJ.

“Kami Perumdam dari kota kecil ini merasa terhormat bisa mengikuti penjurian ini, semoga segala masukan nantinya menjadi perbaikan ke depannya dan membuat kami lebih baik lagi,” tutur Budi membuka presentasi, yang digelar di Kantor MSI Group, Jakarta, Kamis (26/1/2023).

FOTO: TopBusiness

Dalam materi presentasi yang bertemakan, ‘Inovasi Pudam Tirta Lawu’, Budi menyampaikan keberhasilan inovasi yang sudah digelar Perumdam milik Pemerntah Kabupaten Karanganyar ini. Inovasi ini tak lepas dari pihak PUDAM yang sudah melakukan kajian SWOT (Strength –kekuatan, Weakness –kelemahan, Opportunity –peluang, Threats –tantangan).

BACA JUGA:   Bank Tegal Unjuk Peran Strategisnya dalam Membangun Ekonomi Berkelanjutan

Dari sisi kekuatan, kata dia, bisnis es kristal ini memiliki bahan baku yang melimpah, tempat yang memadai, SDM yang cukup, serta brand yang kuat. Adapun dari aspek kelemahan, pihaknya baru memiliki satu mesin atau kapasitas terbatas, belum memiliki energy pengganti listrik, serta belum memiliki trasportasi yang memadai.

“Namun dari sisi peluangnya itu, di daerah kami itu banyak pelaku usaha kuliner, tingginya permintaan es, ini bagian dari program Bupati untuk menciptakan 1.000 UMKM, serta untuk pesaing baru ada empat peaku. Serta untuk tantangannya tak terlalu merisaukan seperti adanya pesaing eksisting, pembuatan es rumahan, dan musim penghujan. Makanya kami tetap optimisitis inovasi bisnis es kristal ini bisa berjalan sukses,” papar Budi.

Langkah untuk mengambil inovasi pengembangan es kristal ini, dijelaskan Budi, sudah berdasar aturan yang ada. Aturan tersebut adalah, pertama, Pasal 4 ayat (4) Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2007 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Karanganyar.

“Di samping melakukan usaha sebagaimana dimaksud ayat (3) PUDAM dapat melakukan kegiatan atau usaha sejenis dan lainnya untuk meningkatkan pendapatan PUDAM.”

Dan kedua, Surat Keputusan Direksi nomor 690/39.A/2019 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja PUdAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar, “sudah ada slot usaha lain.”

“Maka dengan adanya kebijakan itu, turut membantu Pemerintah daerah dalam menggairahkan dan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Karanganyar, serta optimalisasi Sumber Daya Manusia dan Potensi Air Baku di Karanganyar,” tutur dia.

Menguntungkan

Lebih lanjut dia menjelaskan, secara bisnis, inovasi ini sudah terbukti menguntungkan. Dirinya sudah melakukan komparasi keuntungan dibanding usaha-usaha lain, baik itu air minum maupun air minum dalam kemasan (AMDK).

BACA JUGA:   Demi Tumbuh Berkelanjutan, Transjakarta Fokus Kembangkan Talenta Internal

“Untuk harga satu ton air dengan tariff industri 2 senilai Rp5.200. Tapi harga satu ton es kristal milik PUDAM senilai Rp500 ribu,” kata dia.

“Juga untuk air bersih, dengan kapasitas setara 1.372 meter kubik (m3) golongan tariff industry besar niainya Rp11.061.000, akan tetapi, untuk es kristal dengan kapasitas 6 ton setara 1.372 m3 bisa mendapatkan dana mencapai Rp778.191.250,” tandasnya lagi, bangga.       

Sementara jika dikomparasi secara bisnis antara bisnis AMDK dengan bisnis air kristal, dari analisanya, tetap low cost and risk ketimbang bisnis AMDK yang high cost and risk. Belum lagi risiko-risiko lainnya yang masih besar dan tetap menjadi tantangan besar ke depanya.

Seperti di AMDK, ada kendala perizinan dan persyaratan yang komplek, persaingan juga sangat kompetitif, pangsa pasar terbatas, serta tidak bisa mengendalikan harga. Sedangkan untuk bisnis es kristal ini, yaitu perizinan dan persyaratan sederhana, persaingan tidak kompetitif, pangsa pasar luas, serta tentu saja bisa mengendalikan harga.

“Dengan kondisi tersebut, terbukti bisnis kami (es kristal) terus meningkat. Di tahun lalu, sejak Januari-Desember trennya terus meningkat. Teringgi penjualan di bulan Juli sebanyak 193.290 dengan nilai Rp101.581.500. Namun nilai penjualan tertinggi di Oktober mencapai Rp103.655.750 dari volume penjualan 168.525. sehingga totalnya di tahun lalu dengan volume 1.372.425 dengan nilai Rp778.191.250. Sehingga profit yang kami raih sebanyak Rp127.840.862,” tutur dia.

Kinerja Keuangan

Inovasi bisnis dari es kristal ini turut menyokong kinerja keuangan selama 2022 lalu yang berhasil mencatatkan laba bersih sebanyak Rp5.728.458.636. Meski belum terlalu signifikan. Angka tersebut memang naik tipis dari raihan laba di 2021 senilai Rp5.628.314.678.

Laba tersebut diraih dari selisih pendapatan yang sebesar Rp62.536.697.127 dikurangi beban perusahaan yang encapai Rp54.739.532.291. Dengan pajak yang disetorkan (PPh Badan) adalah Rp2.068.706.200.

BACA JUGA:   BPRS Rajasa Lampung Tengah Kian Mendapat Kepercayaan Luas dari Nasabah

“Dengan kinerja keuangan yang postif itu maka setoran kami ke kas daerah juga terus meningkat. Di tahun 2022 setoran ke Pemda sebanyak Rp3.150.652.249. Terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya sebanyak Rp3.095.573.072. Dan sempat menurun drastis di 2020 sebesar Rp988.437.920. Padahal di 2019 kami juga tinggi di Rp2.780.453.699,” ujar dia.

Adapun Budi sendiri mengaku optimsitis ke depannya kinerja PUDAM akan lebih baik mengingat potensinya masih cukup kuat. Seperti Jumlah Langganan (SL) masih tercatat sebesar 72.154 Pelanggan dengan Cakupan Layanan untuk Teknis 26,56% & Administrasi 25,01%. Dengan tingkat NRW di angka 32,12%.

Tags: Perumdam Tirta Lawu KaranganyarTOP BUMD Awards 2023
Previous Post

Ini Rekomendasi 6 Saham untuk Pekan Ini

Next Post

ID FOOD Genjot Laba Perusahaan Optimalisasi Aset

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR