Jakarta, TopBusiness – PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) telah menjadi mitra penting bagi banyak pengusaha mikro kecil menengah di Bali, khususnya dalam membantu memperoleh akses ke pembiayaan yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis mereka. Memasuki usianya yang ke-12 tahun Jamkrida Bali tercatat telah memberikan penjaminan kredit kepada ribuan UMKM di Bali dan sekitarnya.
Hal ini sesuai dengan visi yang diusung perusahaan yakni “Menjadi Perusahaan Penjaminan yang sehat, kompetitif, terpercaya dan berkembang dalam penguatan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi menuju terciptanya struktur perekonomian Daerah Bali yang seimbang dan mantap”.
Visi tersebut didukung dengan tiga misi yakni; Pertama, Melakukan kegiatan usaha penjaminan kredit dan bantuan konsultasi manajemen bagi penguatan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi agar menjadi pelaku ekonomi yang tangguh.
Kedua, Meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan sehingga mampu berkembang sekaligus memperoleh keuntungan guna memberikan pelayanan kepada UMKM, mitra bisnis serta kemanfaatan bagi perusahaan dan pemilik perusahaan (shareholder); dan ketiga, Proaktif terhadap segala bentuk perubahan dan tetap memperhatikan kepentingan terkait (stakeholder)
Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) I Ketut Widiana Karya, SE., MBA mengatakan untuk mewujudkan visi-misi diatas, Perusahaan telah merumuskan sejumlah strategi dan inovasi bisnis mulai dari meningkatkan pelayanan, pengembangan mitra kerja, pengembangan inovasi dan produk hingga implementasi teknologi informasi.
“Untuk peningkatan kualitas pelayanan perusahaan terus berupaya menjaga menjaga hubungan baik dengan mitra kerja, dan membangun reputasi yang baik dalam bidang pelayanan dengan penempatan Credit Guarantee Officer (CGO) pada seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Bali,” kata I Ketut Widiana dalam wawancara penjurian Top BUMD Awards 2023 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara virtual belum lama ini.
“Kami juga terus berupaya mengembangkan jangkauan mitra kerja kami. Tercatat sampai dengan Desember 2022 kami mencatat jumlah mitra kerja kami saat ini ada sebanyak 812 lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non-bank,” sambung dia.
Sementara untuk pengembangan dan inovasi produk, perusahaan berupaya menciptakan produk baru yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen serta meningkatkan, mengembangkan, dan menyempurnakan produk yang ada. Terbaru pada Mei 2022 lalu Jamkrida Bali Mandara meluncurkan Penjaminan KUR Kerthi Bali.
Menurut I Ketut Widiana Karya penjaminan KUR Kerthi ini merupakan upaya yang sangat untuk mewujudkan ekonomi Kerthi Bali, melalui pemberian penjaminan Kredit Usaha Rakyat kepada pelaku UMKM Bali khususnya kepada 6 pilar sektor unggulan, yaitu: (1) sektor pertanian; (2) sektor kelautan dan perikanan; (3) sektor industri; (4) sektor IKM, UMKM, dan koperasi; (5) sektor ekonomi kreatif dan digital; dan (6) sektor pariwisata berbasis budaya dan berorientasi pada kualitas.
“Jamkrida Bali sebagai perusahaan milik daerah memiliki peran strategis turut serta dalam penggerak pembangunan ekonomi, mengingat peranannya dalam membantu IKM, UMKM dan koperasi untuk mengakses pendanaan dari perbankan dan lembaga keuangan non bank. Penjaminan KUR Kerthi Bali dilakukan melalui bekerjasama dengan Lembaga Keuangan Penyalur KUR seperti Bank BPD Bali dan KSP Guna Prima Dana sementara PT BPR Indra Candra dalam proses perijinan, potensi penyaluran KUR di Bali pada tahun 2022 sebesar 941,2 Milyar Rupiah,” imbuh Widiana Karya.
Diketahui pula PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) sebelumnya telah melakukan penjaminan KURDA Program TPKAD Gianyar yaitu KURDA UMK – Koperasi dan KURDA GAS, dengan sumber anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar yang disalurkan dalam bentuk pinjaman oleh PT BPR Bank Daerah Kabupaten Gianyar dengan menggunakan pola executing.
I Ketut Widiana Karya menambahkan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan layanan Jamkrida Bali Mandara juga tengah mengimplementasikan dan mengoptimalkan peran teknologi informasi. Ini seperti implementasi Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIMT), Sistem Informasi Penjaminan Kredit Online (SIPKO), host to host (h2h) penjaminan KUR dan E-Office serta bekerja sama dengan penyedia jasa teknologi untuk sistem absensi kehadiran dan pengupahan SDM.
Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi yaitu sistem informasi manajemen yang digunakan oleh manajemen dan karyawan PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) untuk membantu mempercepat dan mempermudah proses pengelolaan data penjaminan, klaim, subrogasi, keuangan, akuntansi dan data pada bagian hukum.
“E-Office yaitu sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dan karyawan PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) untuk membantu mempercepat dan mempermudah proses pengelolaan data kesekretariatan yaitu disposisi surat masuk, penandatangan surat keluar dan pengarsipan dokumen serta mempercepat dan mempermudah dalam proses pemberian keputusan oleh Direksi atas dokumen-dokumen yang diajukan dari seluruh bagian PT Jamkrida Bali Mandara (Persorda),” jelas I Ketut Widiana Karya.
Sedangkan SIPKO adalah sistem informasi yang digunakan oleh rekanan atau mitra kerja PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) untuk membantu mempercepat dan mempermudah proses pengajuan penjaminan.
“Adapun host to host (h2h) penjaminan KUR adalah sistem komunikasi di dalam jaringan antara SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) Kemenkeu, Penyalur KUR dan PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) selaku Penjamin KUR,” papar dia.
Capaian Kinerja
Melalui inovasi dan strategi bisnis yang dijalankan Jamkrida Bali Mandara mempu mencatatkan capaian positif dalam kinerja keuangan. I Ketut Widiana Karya menyampaikan bahwa di tengah pemulihan kondisi perekonomian di tahun 2022 Jamkrida Bali mampu menunjukkan eksistensinya dengan pertumbuhan dan performa kinerja keuangan yang positif dan memberikan manfaat multiplier effect kepada UMKM di Bali.
Hal tersebut tercermin dari Laporan Keuangan Tahun Buku 2022 (audited), pencapaian laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 4,77 miliar atau meningkat sebesar 11% dari tahun 2021 dan peningkatan jumlah aset menjadi Rp 381,96 miliar yang tumbuh 5,73% dari tahun sebelumnya. Total Terjamin tahun 2022 sebesar 91.831 terjamin yang secara persentase meningkat 25,91% dari tahun 2021. Diikuti dengan terealisasinya Total Plafon Penjaminan tahun 2022 sebesar Rp 4,8 triliun yang secara akumulasi menjadi Rp 35 triliun sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2022.
Dari total penjaminan tersebut, Jamkrida Bali menjamin sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, peternakan, industri kreatif, Surety Bond, dan Kontra Bank Garansi serta menjamin sektor non produktif. Jamkrida Bali telah bekerja sama dengan 812 partner usaha yang terdiri dari 53 BPD Bali (Pusat, Cabang dan Capem), 1 Bank Umum, 121 BPR, 254 Koperasi, 301 LPD, 44 BUMDes, 1 LPDB, 1 Perusahaan Daerah, 3 Modal Ventura (Pusat dan Cabang), 2 Perusahaan Asuransi, 1 Broker dan 30 Agen Penjamin. Direktur Utama Jamkrida Bali I Ketut Widiana Karya menyampaikan pencapaian tersebut tidak terlepas dari strategi dan inovasi perusahaan serta dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak yang bersinergi dalam menjawab tantangan ekonomi global pasca Pandemi Covid-19.
Sementara untuk tahun 2023 Jamkrida Bali menargetkan pencapaian Plafon Penjaminan sebesar Rp 4,1 triliun yang terdiri dari penjaminan kredit sebesar Rp 3,58 triliun dan Rp 586,5 miliar penjaminan non kredit dengan tetap mengutamakan sektor produktif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan regional Bali.
Penulis: Abi Abduljabbar Siddiq
