Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Papua kembali terpilih menjadi nominator peraih penghargaan TOP BUMD Awards 2023 karena dinilai sukses mencatatkan kinerja yang membanggakan. Untuk menggali keberhasilan Bank Papua tersebut dilakukan wawancara penjurian secara mendalam yang berlangsung secara daring, Senin (6/3/2023).
Yuliana D Yembise selaku Plt Direktur Utama mengungkapkan bahwa Bank Papua membukukan laba signifikan di tahun 2022 sekaligus mencatatkan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, tepatnya sejak 2018.
“Perolehan laba bersih tahun 2022 ini Bank Papua mencatatkan rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir atau sejak 2018. Sedangkan laba komprehensif Bank Papua naik 124 persen menjadi Rp. 489 miliar pada tahun 2022 dari Rp. 406 miliar pada tahun 2021,” ungkapnya.
Pertumbuhan aset, lanjut Yuliana, juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya dengan persentase sebesar 14,12 persen. “Pertumbuhan aset pada tahun 2022 tercatat kenaikan 14,12 persen menjadi 29 triliun dibanding tahun 2021 mencapai Rp. 26 triliun. Sementara total kredit Bank Papua tahun 2022 tumbuh sebesar 3,19 persen menjadi Rp. 18 triliun dibanding tahun 2021 mencapai Rp. 17 triliun,” lanjutnya.
“Terlihat bahwa komposisi penyaluran kredit untuk kredit konsumsi masih terbesar di angka Rp. 10 triliun atau 56,74 persen dari total kredit yang diberikan di tahun 2022. Dari sisi pendapatan usaha yang dihasilkan pada tahun 2022 tumbuh 2,41 persen dari tahun sebelumnya sejalan dengan peningkatan laba bersih dan laba komprehensif. Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan di akhir 2022 Bank Papua mampu mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp. 1.937 triliun tumbuh 1,71 persen dari tahun 2021 dari sebesar Rp. 1.904 triliun,” imbuhnya sambil memperlihatkan table kinerja bisnis.
“Pertumbuhan pendapatan bunga ini diimbangi dengan penurunan beban-beban biaya yang cukup signifikan sehingga Bank Papua berhasil meraih laba bersih tahun 2022 sebesar Rp. 389 milyar naik 10,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp. 353 milya,” tegasnya Yuliana.
Selain membukukan kinerja yang membanggakan, masih menurut Yuliana, secara keseluruhan profil risiko Bank Papua periode 3 (tiga) tahun terakhir berada pada Peringkat Komposit 2 (Dua). Hal ini Mencerminkan kondisi Bank yang secara umum memadai, sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.
“Di tahun 2022 penilaian OJK terhadap tingkat kesehatan bank adalah dengan komposit 2 (dua) yaitu sehat. Dan untuk saat ini Bank Papua memiliki modal ini sebesar Rp. 3,9 triliun atau masuk kategori kelompok bank modal inti satu,” jelasnya.
Sampai Desember 2022, Bank Papua mempunya jaringan kantor sebanyak 1821 jaringan yang terdiri dari, jaringan kantor sebanyak 221 kantor yaitu satu kantor pusat, dau kantor cabang utama, 40 kantor cabang, 50 kantor cabang pembantu dan 119 kantor kas.
Manajemen dan Tata Kelola
Bank papua sadar betul bahwa keberhasilannya tak lepas dari tata kelola perusahaan, khususnya terkait mutu sumber daya (SDM) sebagai modal insani sekaligus mitra strategis yang sangat menentukan keberhasilan organisasi dalam meraih visi dan misinya. Integrasi antara SDM dan strategi bank dapat dicapai melalui sistem pengelolaan SDM dengan memastikan bahwa bank memiliki SDM berkualitas melalui pengembangkan pelatihan yang difokus pada pembelajaran organisasi dan manajemen.
Komitmen Bank Papua untuk meningkatkan kompetensi karyawan guna mencapai tujuan dan Rencana Bisnis Bank dibuktikan melalui pelaksanaan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Realisasi biaya pengembangan kompetensi karyawan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp 29,873 juta mencapai 4,21% dari biaya tenaga kerja sebesar Rp 708,985 juta. Jika dibandingkan dengan realisasi pengembangan kompetensi pada 2021 yang mencatat sebesar Rp 40,460 juta terjadi efisiensi biaya sebesar 26,17%, hal ini disebabkan pengembangan pelatihan yang lebih difokuskan secara daring (online).
Bank Papua juga menerapkan sistem reward and punishment untuk memotivasi karyawan agar tujuan perusahaan tercapai. Bentuk-bentuk punishment antara lain kehilangan pekerjaan, tidak menerima kenaikan gaji, dihapus dari daftar karyawan yang akan dipromosi, kegagalan mendapatkan Reward, ancaman pemecatan, dan lain sebagainya.
Dalam rangka meningkatkan Service Awareness dan menumbuhkan budaya layanan kepada seluruh insan Bank Papua khususnya Frontliner serta memberikan penghargaan kepada kantor cabang atas kinerja bisnis yang telah dicapai maka Bank Papua secara rutin menyelenggarakan Program Bank Papua Award dengan 3 (tiga) kategori award yaitu Service Excellence Award, Funding Officer Awards dan Kinerja Bisnis Cabang Bank Papua.
Pemberian sistem reward and punishment di Bank Papua didasarkan pada penilaian kinerja karyawan (merit-based system). Bank menetapkan cara yang digunakan untuk menilai kinerja karyawan-karyawannya, salah satunya penggunaan key performance indicators. Hasil penilaian kinerja berupa angka lebih memudahkan perusahaan untuk memberikan reward and punishment system kepada karyawan. Sedangkan untuk kesalahan bersifat pelanggaran hukum, maka manajemen memberikan tindakan tegas.
Dari catatan redaksi, Bank Papua juga ikut berkontribusi dalam pembangunan proyek strategis nasional khususnya di bidang infrastruktur diantaranya, pembiayaan LRT Jabodebek di Jakarta dengan total pembiayaan Rp. 500 milyar, Tol Cimanggis Cibitung total pembiayaan Rp. 250 miliar, pembiayaan Tol Waskita Bumi Wira di Surabaya total pembiayaan Rp. 100 miliar, pembiayaan jalan tol Balikpapan Samarinda di Kalimantan Timur dengan total pembiayaan Rp. 350 miliar dan lain sebagainya.
Penulis: Abdullah Suntani
