TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PDAM Lembata Pertama Kalinya Lolos Penjurian TOP BUMD Awards

Editor
24 March 2023 | 14:42
rubrik: BUMD, Event
PDAM Lembata Pertama Kalinya Lolos Penjurian TOP BUMD Awards

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Tahun ini untuk pertama kalinya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur lolos mengikuti babak penjurian atau penilaian untuk penghargaan “Top BUMD Awards 2023”. Meski terbilang kecil dengan jumlah langganan (SL) sebanyak 6.577, namun Badan Usaha Milik Pemkab Lembata ini masuk kategori sehat.

“Secara ringkas dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan laporan Evaluasi Kinerja PDAM kami, pada tahun buku 2021, PDAM Lembata masuk katagori Sehat. Nilai kinerja 2,91 tahun 2021 berdasarkan penilaian Kementerian PUPR. Sedangkan berdasarkan penilaian Kemendagri kami mendapat skor 53,49 atau (cukup) mencakup keuangan, pelayanan, operasional, administrasi, nilai kinerja,” ungkap Direktur Utama PDAM Lembata, Lambertus Ola Hara dalam sesi wawancara Penjurian “TOP BUMD Awards 2023” yang dilakukan secara daring oleh Majalah TopBUsiness Jakarta, beberapa waktu lalu.

PDAM Lembata merupakan pecahan dari PDAM di Kabupaten Flores Timur sehubungan adanya pemisahan Lembata menjadi kabupaten tersendiri. Tepatnya, Lembata menjadi Kabupaten tersendiri 12 Oktober 1999, memisahkan diri dari induknya Kabupaten Induk FloresTimur.

Seiring dengan bergulirnya waktu, sejak berdiri sendiri, PDAM Lembata pun terus berbenah diri, baik di sistem manajemen maupun dalam kaitan upaya peningkatan layanan bagi masyarakat pelanggan. Secara umum prospek dan  kebutuhan layanan air bersih di Kabupaten ini sangatlah besar. Dengan iklim tropis di mana musim kemarau yang lebih panjang rata-rata 8 – 9 bulan dan musim hujan yang relatif singkat, rata-rata 3-4 bulan, kerbutuhan air bersih di daerah ini sangat besar.

Namun dengan kondisi wilayah Lembata yang didominasi berbukit hingga bergunung dengan topografi curam dan sangat curam, hal ini iuga menjadi tantangan tersendiri bagi PDAM dalam mengembangkan usaha, baik dalam membangun jaringan perpipaan, sumber air baku, maupun instalasinya (IPA).

BACA JUGA:   Perkuat Penerapan GCG, Kinerja BPR BKK Ungaran Lampaui Target

Karena berbagai keterbatasan ini, saat ini rata-rata jam layanan operasonalnya juga masih12 jam. Sedangkan cakupan layanan secara teknis baru 15,53%, dan secara administrasi sebesar 40,41%. Cakupan pelayanan  juga masih terbatas pada 2 (dua) kecamatan dari 9 (sembilan) kecamatan yang ada atau 15,53% dari jumlah penduduk Kabupaten Lembata sebanyak 137.631 jiwa.

Dari sisi usaha, tingkat ROE juga masih rendah, karena berbagai faktor. Misalnya tarif yang rendah; (Masih mengunakan tarif berdasarkan Keputusan Bupati Lembata Nomor 352 tahun 2012 yaitu Rp1.500/M3. Sementara karena biaya opersional yang tinggi dibandingkan dengan pendapatan opersional, sehingga perusahaan mendapat kerugian Rp1.987,14 per M3 air terjual.

Menyikapi hal ini berbagai terobosan dan inovasi juga terus dilakukan. Misalnya efisiensi, penggunaan teknologi digital, peningkatan produksi dengan mencari sumber air baru, dan lainnya. Untuk menekan tunggakan pembayaran rekening air dari pelanggan, juga dikembangkan sistem pembayaran online untuk mempermudah, termasuk melalui kerja sama dengan mitra, sehingga pembayaran bisa dilakukan darimanapun secara online.

“Terkait inovasi digital, kami mulai melakukan perbaikan baca meter manual menjadi  meter dengan aplikasi android. Kami juga membuat call center pengaduan dengan menggunakan platform FB, WA, dan telepon. Bahkan juga sudah melakukan pelatihan GIS untuk SDM berkenaan rencana kami untuk menerapkan teknologi GIS ini pada 2024 mendatang,” ujarnya di depan Tim Juri (DR. Hakim Al Hadhy -Lembaga Kajian Nawa Cita/LKN, Nurul Y Setyabudi -IDTUG /BPSK DKI Jakarta, dan Ahmad Chury – Solusi Kinerja Bisnis/SKB).

Lambertus Ola Hara menambahkan, untuk menekan tingkat kebocoran air atau NRW yang saat ini mencapai 29,81% karena banyak water meter pelanggan yang rusak, dilakukan prioritas investasi untuk penggantian water meter ini. Selain itu, untuk meningkatkan  nilai penjualan, juga dilakukan pendekatan dengan pihak-pihak terkait agar tarif yang ada saat kini bisa segera disesuaikan, agar kerugian bisa ditekan bahkan juga meraih profit.

BACA JUGA:   Ada Pemuda di Balik Kinerja BPR Jombang yang Mantap

“Tahun 2021 kami masih mengalami kerugian Rp877.630.272 karena biaya operasional yang tinggi dibandingkan dengan pendapatan operasional. Namun berkat efisiensi, inovasi dan terobosan yang kami lakukan, tahun lalu kami bisa menekan kerugian lebih dari Rp100 juta,” ungkap Lambertus Ola Hara..

Dalam presentasinya juga dikatakan, PDAM Lembata  juga terus berupaya melakukan  terobosan dan inovasi untuk mewujudkan PDAM yang sehat dan juga meningkatkan layanan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi  daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD) sesuai dengan visi perusahaan. Adapun Visi-nya yakni -Menjadikan PDAM Kabupaten Lembata sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang moderen, Mandiri dan memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ke depan kami  akan terus berupaya melakukan inovasi. Perusahaan juga telah menerbitkan SOP dan Job Desc  Nomor 12/KPTS/PDAM-LBT/I/2023 tanggal 9 januari 2023; sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan, ukuran keberhasilan kinerja dan memperlancar pelaksanaan tugas pada masing- masing pegawai/unit,” ujarnya.

Tahun ini merupakan pertama kali PDAM Lembata ikut atau lolos di ajang peniurian untuk penghargaan Top BUMD Awards. Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta beberapa Staf Pengajar dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.

Sedangkan tema yang diangkat dalam kegiatan ini yakni ”Inovasi dalam membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD”. Artinya, selain untuk mendalami keberhasilan kinerja dan layanan yang sudah dicapai, Dewan Juri juga ingin mendalami inovasi-inovasi apa saja yang sudah dilakukan untuk mendukung peningkatan kinerja dan layanan BUMD yang bersangkutan, termasuk inovasi berbasis teknologi digital yang dijalankannya.

BACA JUGA:   Perluas Pelanggan Bisnis, Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta Andalkan Tarif Kesepakatan

Penulis: Ahmad Chury

Tags: PDAM LembataTOP BUMD Awards 2023
Previous Post

PEPC Zona 12 dan Satlantas Polres Bojonegoro Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Berkendara

Next Post

Bank Pembangunan Daerah Sumsel Babel Menuju Green Banking

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR