TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Strategi PT Bumi Resources Memitigasi Risiko Bisnis di 2023

Editor
10 July 2023 | 16:15
rubrik: Event
Ini Strategi PT Bumi Resources Memitigasi Risiko Bisnis di 2023

Dalam setiap perencanaan dan kegiatan usaha,  di sisi lain terdapat ancaman atau risiko-risiko bisnis yang harus diantisipasi dan dimitigasi dengan baik. Hal ini pula yang dilakukan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), holding company (induk perusahaan) bidang pertambangan dan penjualan batubara dalam menjalankan setiap aktivitas usahanya.

PT BUMI Resources Tbk merupakan perusahaan induk dalam industri pertambangan batu bara dan mineral dengan berbagai unit usaha terkait lainnya. Dengan karakteristik bidang usahanya, BUMI  juga konsisten dalam mengantisipasi adanya risiko-risiko tersebut, BUMI konsisten menerapkan prinsip Governance Risk and Compliance (GRC) secara komprehensif, serta pula menerapkan Good Corporate Governance (GCG). Hal ini juga sejalan dengan visi besar yang diusung yakni “Menjadi perusahaan operator bertaraf internasional dalam sektor energi dan pertambangan”.

Dalam hal ini, perusahaan telah menerapkan sistem manajemen risiko secara komprehensif, dari proses indentifikasi risiko, kelengkapan sistem untuk pelaksanaan GRC, tatakelola  dan aspek terkait lainnya. Termasuk kebijakan untuk mendukungnya, seperti kebijakan untuk praktik good corporate governance (GCG), implementasi Environmental, Social and Governance (“ESG”), komite lingkungan dan lainnya untuk terwujudnya GCG bagi peningkatan kinerja dan kesinambungan perusahaan.

Begitu juga untuk kelengkapan penerapan GRC, di antara ada Dewan Komisaris, Direksi, dan Pemangku Kepentingan lainnya  dengan penekanan pada peran dan tanggung jawab  masing-masing. Termasuk dalam mengelola anak-anak perusahaan bidang energi ini dengan perusahaan induk (Holding). Apalagi, dalam situsi global yang sangat dinamis seperti saat ini, di mana bisnis dan penjualan BUMI juga dipengaruhi oleh fluktuasi pasar global.

Di tahun 2022, perusahaan mengalami banyak peningkatan penjualan karena kenaikan harga global.  Harga batu bara meningkat 80% menjadi US$121/ton (dari US$67,4/ton di tahun 2021) sebagai efek dari pemulihan ekonomi global pascapandemi COVID 19 dan defisit dalam pasokan. Harga Pokok Penjualan meningkat ke US$46,9/t dibanding US$37,1/t di tahun 2021.

Demikian diungkapkan Renova Viscky – Vice President  (VP) Risk Management, GCG and Sustainability PT BUMI Resources Tbk dalam presentasi dan wawancara penjurian “TOP GRC Awards 2023” secara virtual  melalui aplikasi video conference pada (07/07/2023) di yang diselenggarakan Majalah Top Business, Jakarta.

Setelah sempat absen tahun lalu, tahun ini BUMI kembali masuk nominasi untuk mengikuti babak penjurian untuk penghargaan TOP GRC Awards 2023 ini. Hal ini tak lepas dari kinerja perusahaan yang kian membaik dalam beberapa tahun terakhir ini.

BACA JUGA:   Kampung Ilmu Bukti Sahih Keberhasilan CSR dan PKBL Adhi Karya

“Karena kondisi perusahaan waktu itu fluktuatif karena pengaruh harga batu bara dunia, tahun lalu kami tidak ikut di ajang penjurian ini. Tahun ini, seiring membaiknya kondisi perusahaan, kami ikut kembali mengikuti penjurian ini, karena tema yang diangkat menurut saya juga sangat menarik,” ujar Renova Viscky didampingi timnya, Tofan Wibisono – Senior Manager Sustainability and CSR dan Titi Suwarti (Staff, Risk Management and ESG).

Dijelaskan bahwa dalam kebijakan dan prosedur penerpan GRC, BUMI menerapkan metode Bow Tie Analysis dalam melakukan Identifikasi Risiko. Proses ini dilakukan secara rutin Triwulanan dan dilaporkan secara resmi ke Direksi, Komite dan Senior Management.

Terkait implementasi manajemen risiko, BUMI menerapkan konsep “Three Lines of Defence” atau Pertahanan Tiga Lapis untuk membangun kapabilitas manajemen risiko di seluruh jajaran dan proses bisnis organisasi yang sering dikenal sebagai Enterprise Risk Management (ERM). Dimulai dari operasional sebagai Pemilik Risiko, Divisi Manajemen Risiko sebagai peramu strategi risiko dan pemantau penerapan manajemen risiko dan Internal Audit.

Ditambahkan, untuk kelengkapan dan kemudahan dalam implementasi GRC, BUMI juga telah membentuk Speak Up System (sistem whistle blowing) berdasarkan Memorandum Direksi No. 307/BR-BOD/IV/06 tanggal 12 April 2006, diubah dengan Memorandum No.171/BR/HR/II/08 tanggal28 Februari 2008.

Dalam hal ini, penyampaian laporan pelanggaran dapat dilakukan melalui menelepon atau mengirim SMS kenomor 0812 128 BUMI (0812 128 2864).Mengirim email ke alamat: speakup@bumiresources.com. Karytawan yang akan melaporakan bisa melengkapi dan mengirim formular yang  dapat diperoleh melalui website www.bumiresources.com. Adapun perlindungan terhadap Whistleblower Code of Conduct Committee bertanggung jawab untuk melindungi identitas Whistleblower, sehingga Whistleblower tidak menerima tuduhan atau balasan terhadap pekerjaannya di BUMI atau anak perusahaan karena melaporkan pelanggaran.

“BUMI berkomitmen untuk melindungi setiap karyawan yang secara jujur melaporkan terjadinya pelanggaran Pedoman Perilaku dan menjamin ke rahasiaan pelapor. Seluruh laporan ke Sistem Pelaporan akan dicatat oleh pihak ketiga,” ujarnya.

Dikatakan, mengelola risiko transisi energi sangat penting bagi BUMI sebagai perusahaan bahan bakar fosil. Termasuk dalam operasional penambagan di lapangan dengan menerapkan ESG. Apalagi ESG juga menjadi yang terdepan dan utama dalam diskusi bisnis di seluruh dunia, sehingga BUMI menemukan peluang strategis untuk mengintegrasikan praktik lingkungan dan sosial yang sudah mapan di luar kepatuhan terhadap penciptaan nilai dalam iklim investasi yang berfokus pada perubahan iklim saat ini.

“BUMI memiliki warisan praktik lingkungan dan sosial terbaik dunia dari dua raksasa pertambangan global: BHP Billiton dan Rio Tinto. Fondasi kelas dunia untuk  praktik-praktik tersebut   membuahkan hasil di era ESG yang diterapkan BUMI saat ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:   BPRS HIK Parahyangan: GRC Fondasi Bagi BPRS Tangguh dan Berkelanjutan

Ditambahkan, penerapan Environmental, Social and Governance (ESG) di BUMI berada di bawah pengawasan langsung CEO BUMI dan dibantu oleh Komite ESG yang juga mengawasi strategi ESG di anak perusahaan BUMI (KPC, Arutmin, Bumi Resources Minerals dan Darma Henwa).

Komite ESG dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Direksi tanggal 15 Januari 2021 untuk memberikan rekomendasi kepada Direksi di bidang ESG untuk memastikan keberadaan dan efektivitas sistem penerapan ESG di Perusahaan.

Dalam memfokuskan kegiatan ESG, BUMI menggunakan standar Materialitas Sustainability Accounting Standards Board (SASB) untuk industri pertambangan dan logam. Adapun referensi dalam peneapan GRC, di antaranya mengacau ISO 31000:2018 Risk Management Guidelines, ISO Guide 73: Risk Management Vocabulary, ISO 31010:2019 Risk Assessment Techniques, ISO 31004:2013 Risk management Guidance for the implementation of ISO 31000, serta COSO Enterprise Risk Management 2017.

Pada tahun 2023 ini, PT Bumi Resources Tbk juga telah berhasil memetakan potensi atau risik-risiko utama dan strategi mitigasinya.  Setidaknya ada empat risiko utama. Pertama, turunnya harga batu bara di pasar global. Adanya risiko ini bisa terjadi karena adanya pelemahan permintaan batu bara karena penurunan laju ekonomi global, kompetisi dari komoditas gas alam dan kebijakan negara-negara untuk mengurangi konsumsi batu bara. Risiko ini dimitigasi dengan melakukan alokasi yang cermat dalam menempatkan produk untuk kontrak jangka Panjang dan penjualan spot, dan penetapan harga melalui index atau harga tetap.

Kedua, turunnya volume penjualan batu bara. Adanya risiko penurunan volume penjualan yang diakibatkan oleh makin ketatnya kompetisi dengan penjual yang lain, pembeli mulai melakukan pembauran batu bara sendiri, pelemahan permintaan dari pembangkitlistrik dan kondisi cuaca. Risiko ini dimitigasi dengan memaksimalkan kondisi yang ada dikontrak saat ini dan juga perbaikan strategi pemasaran.

Ketiga,  peningkatan harga bahan bakar yang akan mengurangi profitabilitas. Harga bahan bakar dunia menunjukkan kecenderungan meningkat dikarenakan adanya gangguan dari rantai pasok dan juga kondisi ketidakpastian keamanan akibat geopolitik dunia yang memanas. Sebagai komponen biaya yang signifikan dalam proses produksi, peningkatan harga bahan bakar akan berdampak langsung terhadap margin keuntungan Perusahaan. Risiko ini dimitigasi dengan melakukan kontrak jangka Panjang untuk kepastian harga, efisiensi peralatan dalam penggunaan bahan bakar, diversifikasi bahan bakar dengan biofuel dan penggunaan instrument lindung nilai (hedging) dalam biaya yang dapat diterima.

BACA JUGA:   Rekrutmen di KPC tak Berdasarkan Gender

Keempat, kegagalan pencapaian target produksi. Produksi batu bara dibeberapa tempat penambangan unit usaha berisiko untuk tidak memenuhi target produksi yang diakibatkan oleh curah hujan ekstrim di area tambang, kinerja kontraktor yang dibawah target, timbunan stok karena menurunnya penjualan, kesulitan dalam rantai pasok karena terganggunya produksi maupun distribusi akibat masalah pembebasan lahan. Risiko ini dimitigasi dengan pengawasan yang ketat terhadap kinerja kontraktor dan menambah kontraktor bila diperlukan, integrasi koordinasi yang lebih erat mulai dari produksi sampai pengapalan batu bara dan meningkatkan hubungan yang lebih baik dengan masyarakat dalam masalah lahan.

Menurutnya, komitmen tinggi perusahaan dalam mengimplementasikan GRC dan juga aspek yang terkait, seperti GCG, ESG dan lainnya, juga berdampak pada ketahanan peningkatan bisnis perusahaan. Bahkan tahun 2022 BUMI juga mendapat berbagai pengakuan dan penghargaan tingkat internasional.

Tahun ini PT Bumi  Resource masuk dalam nominasi GRC Terbaik, dari 600-an perusahaan di Indonesia berdasarkan riset dan rekomendasi dari berbagai pihak yang dihimpun Tim Juri. TOP GRC Awards, yang merupakan kegiatan penilaian untuk penghargaan GRC yang terbesar di Indonesia. Diselenggarakan oleh majalah Top Business bekerjasama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), PaGI (Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia), dan didukung oleh beberapa perusahaan konsultan GCG dan Manajemen Risiko, Manajemen Kepatuhan, seperti Sinergi Daya Prima, SGL Management, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis, serta beberapa Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjadjaran Bandung. Adapun Tema TOP GRC Awards 2023 yakni: “Building resilient future through ESG & GRC”. Artinya, melalui kegiatan ini, juga  untuk mendorong pengembangan ketahanan bisnis di masa depan, melalui pendekatan ESG (Environement, Social, & Governance) dan GRC agar kinerja bisnis perusahaan dapat terus tumbuh berkelanjutan.

Adapun juri penilai saat itu terdiri dari DR Melani Harriman -Melani K Harriman & Associate, Kusuma Prabandari -Dwika Consulting, Dwinda Ruslan – Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro), Goenawan Loekito -Senior Advisor TopBusiness, As’ad Nugroho- Dyantra Business Consultimng, serta dua juri sit in (DR Sofi Suryasnia Saman -Praktisi Bisnis, dan Ben Dee Haan-Senior Adviusor MSI Group).

Penulis: Ahmad Churry

Tags: PT Bumi Resources Tbk
Previous Post

IHSG masih Betah di Zona Hijau

Next Post

Indeks bisa Naik Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR