TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPR Bank Kulon Progo Siap Bertransformasi Jadi Bank Perekonomian Rakyat

Fauzi
24 January 2024 | 15:11
rubrik: BUMD, Event
BPR Bank Kulon Progo Siap Bertransformasi Jadi Bank Perekonomian Rakyat

Jakarta, TopBusiness – Terpilih sebagai salah satu finalis penerima penghargaan TOP BUMD Awards 2024, Perumda BPR Bank Kulon Progo telah melewati sesi penjurian yang digelar Majalah TopBusiness secara virtual, Selasa (23/1/2024) lalu. Hadir memberikan presentasi Direktur Utama Perumda BPR Bank Kulon Progo, Joko Purnomo.

Seiring dengan visinya Menjadi BPR Unggulan dan Pilihan Masyarakat Kulon Progo, Joko Purnomo mengungkap sejumlah misi yang diemban perusahaan, antara lain melakukan kegiatan BPR yang unggul dalam pengelolaan dan kinerja; memberikan pelayanan professional; menggerakkan perekonomian masyarakat melalui perannya sebagai Lembaga intermediasi; meningkatkan kesejahteraan bagi stakeholder; serta menjalankan bisnis dengan orientasi keuangan berkelanjutan.

Selanjutnya diungkap juga bahwa sebagai perusahaan dengan aktivtas usaha penghimpunan dan penyaluran dana, BPR Bank Kulon Progo memiliki orientasiusaha 50% laba dan 50% layanan public atau sosial.

Siap Rebranding

Untuk diketahui sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Daerah, untuk saat ini BPR Bank Kulon Progo berstatus sebagai Perumda (Perusahaan Umum Daerah). Namun, seperti diungkap Joko Purnomo dalam paparannya dikatakan bahwa status Badan Hukum dari BPR Bank Kulon Progo akan diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) tahun ini.

Jadi soal perubahaan status dan nomenklatur BPR sendiri menjadi bagian dari strategi bisnis BPR Bank Kulon Progo. “(BPR Bank Kulon Progo) akan menjadi Perseroan terbatas tahun ini, dan nomenklatur BPR dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat,” ungkap Joko Purnomo.

Adapun secara detail strategi bisnis yang dicanangkan perusahaan, seperti digitalisasi. Dalam hal ini BPR Bank Kulon Progo disebut tengah merencanakan digitalisasi, di mana sekarang sedang proses perizinan untuk mobile banking, kemudian arahnya juga ke arah ATM Cardless.

Strategi bisnis lain yang juga dicanangkan di antaranya optimalisasi pengelolaan kualitas kredit; peningkatan penyaluran kredit; mempertahankan komposisi dana murah; optimalisasi penyelesaian kredit NPL dan hapus buku; persiapan pemberlakukan SAK EP; evaluasi ketentuan Internal; peningkatan pelayanan; analisa perubahan struktur organisasi; serta pembentukan Komite Audit dan Komite Pemantau Manajemen Risiko.

BACA JUGA:   SGMW Multifinance Indonesia Punya Cara Menyeimbangkan antara Layanan dengan Manajemen Risiko

Tingkat Kesehatan Bank

Mengenai kesehatan bank, secara umum seperti dikatakan Joko Purnomo, BPR Bank Kulon Progo masuk dalam kategori sehat. Ini bisa dilihat dari beberapa rasio yang dipaparkan.

“CAR sehat, KAP sehat, kemudian PPAP sehat, manajemen sehat cukup sehat, ROA cukup sehat, BOPO sehat, CR Sehat, LDR Sehat,” ujarnya.

Sejurus dengan tingkat kesehatan bank yang secara umum masuk kategori sehat, BPR Bank Kulon Progo juga meraih pencapaian atas target kinerja, di antaranya:

  • Pada tahun 2023 secara umum target tercapai dengan baik, Aset tercapai 98,24%, Dana pihak ketiga tercapai 98,73%, KYD (kredit yang diberikan kepada masyarakat) tercapai 96,84% dan laba tercapai 103,06%.
  • Untuk target KYD belum tercapai karena belum sepenuhnya ekonomi pulih sehingga daya serap masyarakat terkait kredit masih relatif rendah.
  • KYD mengalami pertumbuhan 108,04% dan pertumbuhan nasabah  baru sebanyak 946 orang. Pertumbuhan KYD didukung oleh Kredit Kerisku.

Pun dari sisi ringkasan kinerja bisnis BPR Bank Kulon Progo juga telah mencapai apa yang telah ditargetkan.

“Asset Rp605 miliar, kredit yang diberikan itu terealisasi Rp398 miliar, tabungan terealisasi Rp353 miliar, deposito  terealiassi 164 miliar, kemudian modal naik Rp5 miliar menjadi 65 miliar, pendapatan dari Rp47,5 miliar terealisasi 2023 menjadi Rp51 miliar, kemudian laba kotor dari tahun lalu Rp5,3 miliar terealisasi Rp5,48 miliar, dan laba bersih kurang lebih terealisasi Rp4,6 miliar naik dari tahun 2022,” ungkap Joko Purnomo.

“Kinerja penjualan di kredit trealisasi 108,04%, tabungan terealisasi 101% dari target, deposito trealisasi 99%, kemudian asset tereasaliassi 101% dari rencana bisnis,” sambungnya.

Tidak ketinggalan dari sisi kepuasan pelanggan, berdasarkan pengukuran yang dilakukan perusahaan melalui kuesioner yang diberikan kepada para nasabahnya, secara umum nasabah BPR Bank Kulon Progo juga merasa puas atas pelayanan yang diberikan perusahaan.

BACA JUGA:   Digitalisasi, Upaya Bank Pekalongan Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis

”Pengukuran kepuasan nasabah dilakukan di triwulan 2 2023 dengan questioner yang disebar sejumlah 540 kuesioner. Kuesionar yang kembali 488 kuesioner. Kemudian nasabah yang menyatakan puas atau nilai B lebih besar atau sama dengan 7 sebanyak 484 nasabah. Nilai nasabah yang menyatakan kurang puas atau lebih kecil dari 7 sebanyak 4 nasabah. Kemudian kepuasan nasabah total ketika diprosentasi ketemu angka 99,18% menyatakan puas dengan pelayanan Perumda BPR Bank Kulonprogo,” jelasnya.

Kemudian dari sisi terobosan, BPR Bank Kulon Progo juga telah melakukan pada beberapa layanannya, seperti Proses Kredit Piranti 1 Hari Cair; Layanan Pick Up Simpanan; Soft Launcing Kulon Progo Fast; Rekening Virtual Account; menjalin kerja sama dengan semua OPD dan berbagai pihak lainnya; serta Gerakan Gebrak Pasar.

Terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi, Joko Purnomo mengungkap beberapa hal yang telah diupayakan oleh BPR Bank Kulon Progo.

“(Terkait) implementasi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi, kita (sudah melakukan) sertifikasi jaringan ISO 27001:2020, ISO 9001:2015. Kemudian kerja sama jaringan bersama, cobranding, termasuk kita mulai tahun ini akan menjadi salah satu Bank yang diperbolehkan untuk menerima pembayaran pajak-pajak daerah, baik pajak hotel, pajak restoran untuk di Kabupaten Kulonprogo, kemudian pengembangan aplikasi untuk cek saldo,” ungkap Joko Purnomo.

“Pada intinya kami Bank Kulonprogo harus menjadi lembaga fungsi intermediasi membantu pengelolaan keuangan pemerintah daerah, membantu pengelolaan keuangan pemerintah desa, terciptanya perekonomian daerah yang tumbuh kemudian sumber pendapatan asli daerah (PAD,” sambungnya.

Untuk PAD, Joko Purnomo menegaskan bahwa setiap tahun BPR Bank Kulon Progo selalu memberikan dividen kepada Pemerintah Daerah.

“Yang ingin kami (tekankan) adalah kami intinya berkolaborasi di daerah bagaimana membangun Kulon Progo dengan bersinergi dengan semua otoritas dan pemangku kepentingan di daerah, baik itu OPD, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, BUMD lain, BUMDes, kemudian desa, dan asosiasi-asosiasi bisnis untuk kemudian dapat bersama-sama bersinergi untuk memajukan daerah secara bersama-sama dengan berbagai kegiatan simbiosis mutualisme yang efeknya dapat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kulon Progo,” tutupnya.

BACA JUGA:   FOTO - Menteri Jonan Resmi Buka IPA 2019

Editor: Busthomi

Tags: BPR Bank Kulon ProgoTOP BUMD Awards 2024
Previous Post

Telkom DigiUp Beri Bantuan 900 Sertifikasi Berstandar BNSP Kepada Siswa SMA & SMK Terpilih

Next Post

Tetap Solid, Perumdam Lawu Tirta Kembali Kandidat Peraih TOP BUMD Awards 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR