Jakarta, TopBusiness – Sejalan dengan visi yang diusung, PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda) mencatatkan kinerja positif di tahun 2023 lalu. Hal tersebut diketahui ketika perusahaan perbankan daerah milik Kabupaten Karanganyar ini mengikuti sesi penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang digelar secara virtual oleh Majalah TopBusiness, Selasa (30/1/2024) lalu.
Untuk diketahui BPR Bank Daerah Karanganyar memiliki visi menjadikan PT BPR Bank Daerah Karanganyar sebagai Bank yang sehat, mampu bersaing dengan selalu mengutamakan pelayanan prima. Dengan misi antara lain memberantas lintah darat yang berada di Kabupaten Karanganyar terutama di pasar-pasar; melaksanakan fungsi intermediasi dalam bidang penghimpunan dana dan pemberian kredit secara profesional serta menambah Pendapatan Asli Daerah.
Seperti dikatakan Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda), H. Haryono, SE, MM, perusahaan ini BUMD ini memiliki strategi Strategi Funding, Lending, serta peningkatan Jumlah Nasabah dengan melakukan beberapa gebrakan antara lain:
- Promosi Hadiah 2 Mobil, 21 sepeda motor, 10 sepeda gunung dll.
- Pendekatan Emosional & kekeluargaan dengan cepet nggak ribet. Dalam hal ini BPR Bank Daerah Karanganyar memiliki Program ATM atau ‘Angkat Telepon Moro’.
- Memberikan Pelatihan dan Pendampingan Jasa Manajemen guna peningkatan Kapasitas Usaha UMKM.
“Jadi selain memberikan finansial kami juga memberikan intelektual pelatihan yang sederhana, marketing, pendampingan kondisi yang saat ini apa prospek usahanya dan risiko bisnis apa yang akan dihadapi dan cara mitigasi risikonya kami berikan,” jelas Haryono.
Selain itu, bank daerah yang kepemilikan sahanya dikuasai 100% oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar ini memiliki 1 Kantor Pusat, 1 Kantor Cabang dan 18 Kantor Kas disetiap kecamatan kabupaten Karanganyar.
”Dengan Modal Dasar sebesar Rp100 Miliar dengan Modal Disetor sebesar Rp44.250.000.000. Dan insya Allah tahun ini akan disetor Rp6 miliar, sehingga mencapai Rp50.250.000.000. Proporsi usaha untuk labanya, PAD kita dari target Rp2,83 miliar, insya Allah besok kita akan memberikan PAD sebesar Rp3 miliar. Sebelumnya dari target Rp1,76 miliar kita bisa setor Rp2,8 miliar. Dan tahun 2024 ini kita insya Allah bisa melampaui target yang diberikan dari Rp2,9 miliar menjadi di atas Rp3 miliar,” ujar Haryono yang juga mengungkap bahwa BPR Bank Daerah Karanganyar berhasil meraih Level Bintang 5 pada ajang TOP BUMD Awards 2022 dan 2023 lalu.
Tingkat Kesehatan Bank
Berbanding lurus dengan pencapaian target pendapatan seperti tersaji di atas, secara umum dari dari beberapa rasio yang diungkap BPR Bank Daerah Karanganyar juga tergolong sehat.
“Untuk rasio keuangannya, Alhamdulillah semuanya sehat. Jumlah total CAMEL-nya 94,14% sehat,” demikian dikatakan Haryono.
Secara lebih detil, Haryono mengatakan dari sisi asset, BPR Bank Daerah Karanganyar juga terus meningkat sertiap tahunnya.
”Sejak 4,5 tahun kami bergabung dari asset Rp342 miliar tiap tahun naik terus, dan tahun 2022, 2023 juga naik. Terus semuanya mulai dari asset, KYD (Kredit yang Diberikan), Dana Pihak Ketiga naik terutama tabungannya juga naik, depositonya juga naik, pendapatannya pasti juga naik, beban biaya juga tentunya naik, namun hampir sama denganpendapatan tingkat kenaikannya,” ungkap Haryono.
“Laba sebelum pajak juga naik dari Rp6,8 miliar menjadi Rp7,6 miliar. Laba setelah pajak sekian dan pajaknya juga lumayan tinggi hampir Rp3 miliar. Alhamdulillah semua naik dan dari pencapaian target kinerja. Dan Alhamdulilah target RBB (Rencana Bisnis Bank) hampir semuanya terlampaui,” sambungnya.
Seiring dengan itu, dalam paparan selanjutnya Haryono juga membeberkan capaian dari beberapa rasio keuangan diraih perusahaan pada tahun 2023 lalu.
”Untuk rasio keuangan yang inti-intinya, CAR kami juga masih sehat, minimal 12% kita masih di atas 20% tepatnya 24,22%. Untuk KAP juga sehat maksimal 10,35%, kita di 3,55% (2023) tahun lalu (2022) di 2,1%. PPAP juga terpenuhi 100%, NPL-nya kami mengalami kenaikan karena ada adjustment dari OJK untuk tingkat kehati-hatian. Dan kami sudah relaksasi/restrukturisasi sudah selesai semuanya,” kata Haryono.
Selanjutnya, Haryono mengatakan, “ROA kami juga mengalami sedikit kenaikan 1,35 (menjadi 1,39 (2023), BOPO kami juga masih efisien masih di bawah 93,52% bahkan di bawah 90%, yakni 88,67%. LDR kami juga optimum, maksimal 94,75% kami masih rata-rata 90,49% artinya dana masyarakat kami , masyarakat kembali dalam bentuk kredit, dari tabungan dan deposito. Cash Ratio kami juga liquid karena masih di atas 4,05%, tepatnya 8,2%. Sehingga rasio keuangan ini semuanya sangat sehat.”
Tidak berhenti sampai di situ, dikatakan juga dari sisi kredit, pada tahun 2023 kredit BPR Bank Karanganyar juga masih didominasi pada sektor modal kerja dan investasi dengan persentase hampir 68%. Sementara sisanya sebesar 32% kredit diberikan untuk sektor konsumtif.
”Kami sudah tidak ada (kredit buat) ASN, namun kami kemarin dipercaya oleh pemerintah daerah mengelola alokasi dana desa. (Sehingga) kenaikan untuk kredit perangkat desa Alhamdulillah hampir Rp55 miliar saat ini,” ujarnya.
Nah, tidak ketinggalan dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan nasabah terhadap layanan yang diberikan, BPR Bank Daerah Karanganyar juga telah melakukan survey kepuasan pelanggan yang dilaksanakan bekerjasama dengan lembaga survey pihak ketiga.
Survey terhadap nasabah ini dilakukan secara langsung dan aktif mengunjungi nasabah bersamaan melakukan Monitoring pasca cair (30 hari setelah pencairan maximum 60 hari setelah pencairan untuk memastikan tidak adanya side streaming dan fraud atas pencairan tersebut serta survey kepuasan pelanggan). Di samping itu di kantor BPR Bank Daerah Karanganyarmenyediakan kotak saran dan kritik di tempat layanan Bank.
“Hasil survey secara keseluruhan adalah baik, dibuktikan dengen persentasi tinggi jawaban responden semuanya positif terhadap Bank Daerah Karanganyar,” pungkas Haryono.
Editor: Busthomi
