Jakarta, TopBusiness – PT BPR Syariah Magetan (Perseroda) alias BPRS Magetan kembali terpilih menjadi salah satu BUMD finalis dalam ajang TOP BUMD Awards 2024. Hari ini, Jumat (16/2/2024), jajaran manajemen BPRS Magetan mengikuti sesi presentasi dalam rangka penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang dilakukan secara daring.
Dalam dua tahun terakhir, BPRS milik Pemerintah Kabupaten Magetan ini meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2024 bintang 4.
Hadir dalam penjurian ini, Direktur Utama PT BPRS Magetan Endah Kundarti dan tim manajemen dari BPRS Magetan.
Dalam presentasinya yang berjudul One Team One Mission for Better Teamwork Menuju Good Governance PT BPRS Magetan (Perseroda), Endah banyak memaparkan soal kinerja bisnis, inovasi-inovasi yang dilakukan manajemen baik terkait tata kelola, bisnis, serta prestasi-prestasi yang ditorehkan bank BUMD ini. Selain itu juga kontribusi BPRS Magetan terhadap pemerintah daerah dan pembangan daerah.
Menurut Endah, BPRS Magetan merupakan perusahaan dengan aktivitas usaha jasa perbankan berdasarkan prinsip syariah. Proporsi usaha BPRS Magetan adalah 75% laba dan 25% layanan publik atau sosial.
“Strategi bisnis kami adalah memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat Magetan dengan fokus pada segmen usaha kecil bidang perdagangan, pertanian, peternakan, dan ASN di lingkup Kabupaten Magetan,” tuturnya.
Secara keuangan, tingkat kesehatan BPRS Magetan tahun 2023 dalam kategori sangat baik. Itu terlihat dari CAR (Capital Adequacy Ratio) yang sebesar 39,60%, KAP (Kualitas Aktiva Produktif) 96,11, NPF (Net Performing Finance) 5,89%, ROA (Return On Asset) 2,12%, BOPO(Biaya Pendapatan) 73,23%, CR (Cash Ratio) 21,01%. “Semua komponen tersebut peringkat peringkat komposit 1 atau Sangat Baik,” kata Endah Kundarti dalam presentasinya.
Demikian pula aset BPRS Magetan tahun 2023 tumbuh 4 persen dari Rp 63,88 miliar pada 2022 menjadi Rp 66,16 miliar. Penghimpunan dana meningkat 19 persen dari Rp 37,1 miliar menjadi Rp 43,74 miliar. Sedangkan penyaluran pembiayaan naik dari Rp 48,17 miliar menjadi Rp 49,15 miliar. Namun, untuk pendapatan ada penurunan dari Rp 7,55 miliar menjadi Rp 7,22 miliar. Begitu pun laba turun dari Rp 1,71 miliar pada 2022 menjadi Rp 1,4 miliar.
Inovasi Produk dan Layanan
Ada banyak inovasi yang dilakukan manajemen untuk meningkatkan kinerja bisnis dan layanan BPRS Magetan kepada nasabah. Satu di antaranya adalah inovasi pengembangan produk Mutabarok Bunda Sejahtera. Ini merupakan pinjaman tanpa jaminan, proses cepat, mudah, maksimal pinjaman Rp 5 juta dengan jangka waktu pengembalian maksimal 1 tahun. Nasabah menerima dana utuh, gratis administrasi dan asuransi. “Syarat hanya bawa KTP, misal datang jam 10, bisa selesai di hari yang sama,” kata Endah.
Menurut dia, produk Mutabarok Bunda Sejahtera membantu nasabah agar terhindar dari rentenir. Penjualan produk ini juga telah menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Magetan termasuk daerah perbatasan dengan kota atau kabupaten lain dengan medan yang terjal dan sulit.
“Jangkauan layanan kami selain pasar di kota kecamatan juga menyisir masyarakat di perbatasan Kabupaten Wonogiri dan Karanganyar,” ujarnya.
BPRS Magetan juga melakukan terobosan atau inovasi terkait pemasaran atau layanan pelanggan. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain seluruh marketing dan bagian operation mengadakan kegiatan sosialisasi di lingkup ASN Pemkab Magetan, sekolah-sekolah, desa-desa di seluruh Kabupaten Magetan.
Ini dilakukan untuk memperkenalkan BPRS Magetan dan menambah jumlah nasabah tabungan maupun pembiayaan. Kegiatan ini berdampak pada kenaikan jumlah nasabah BPRS Magetan pada 2023 dari 1.789 nasabah (tahun 2022) menjadi 1.933 nasabah. Demikian pula penyaluran pembiayaan tahun 2023 naik dari Rp 48,17 miliar menjadi Rp 49,15 miliar.
BPRS Magetan melakukan pemasaran melalui medsos baik melalui Instagram, Facebook dan website resmi BPRS Magetan, serta medsos pribadi karyawan. “Kami juga mengefektifkan Mobil Kas Keliling, perbaikan tata kelola, serta penggunaan aplikasi Fast,” tutur Endah.
Aplikasi Fast merupakan aplikasi pengajuan pembiayaan sampai dengan penagihan. Aplikasi ini juga bisa mengetahui titik koordinat karyawan.
Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, menurut Endah, BPRS Magetan juga rutin melakukan survei kepuasan pelanggan. Baik di kantor pusat dan kantor kas telah disediakan kotak pengaduan nasabah.
“Survei kepuasan pelanggan dilakukan kepada nasabah yang datang ke kantor dengan mengisi formulir yang telah disediakan untuk dimasukkan pada kotak saran,” ujar dia.
BPRS Magetan juga telah memiliki web dan IG yang menyediakan fitur pengaduan nasabah. Skor layanan pelanggan pada 2023 meningkat jadi Baik, dari tahun sebelumnya Cukup Baik.
Terkait tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG), menurut Endah, inovasi yang dilakukan antara lain mengatur pengarsipan . Selain itu, membuat tim yang menangani kehumasan, operation dan tata kelola manajemen risiko serta job desk masing-masing tim.
“Kami juga membuat ketentuan-ketentuan baru yang mengatur tentang tata cara pelayanan, sistem operasional sehingga terdapat standar pelayanan serta dapat memitigasi risiko-risiko yang muncul,” ujar tutur Endah.
Menurut Endah, BPRS Magetan secara internal sudah melakukan penilaian GCG yang hasilnya sudah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Januari 2024. Skor penilaian GCG di BPRS Magetan dengan nilai komposit 1,8 atau predikat komposit 2 (Baik).
Manajemen BPRS Magetan juga melakukan banyak langkah terkait peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), direksi dan komisaris/pengawas syariah. Di antaranya dengan memberikan pelatihan softskill, hardskill, study banding, maupun sertifikasi.
Selain itu, kata Endah, setiap hari diadakan doa pagi dan sore yang diikuti seluruh karyawan dan direksi sehingga dapat dikoordinasikan mengenai kejadian, pengalaman, pengetahuan dan isu-isu yang berkembang. “Setiap bulan kami mengadakan istigotshah dan inhouse training. Pertemuan antar pengurus dilakukan sebulan sekali untuk membahah isu strategis dan kebijakan-kebijakan,” tutur Endah.
Tak hanya fokus pada peningkatan kinerja bisnis, BPRS Magetan juga banyak memberikan kontribusi terhadap pemerintah daerah dan pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Magetan.
Kontribusi itu antara lain berupa dividen yang disetorkan setiap tahun dengan nilai yang selalu meningkat. “Total dividen yang kami setorkan sampai dengan saat ini sebesar Rp 5,89 miliar,” ucapnya.
Selain itu, BPRS Magetan melalui kegiatan CSR (corporate social responsibility) banyak mendukung program Pemerintah Kabupaten Magetan, salah satunya pengentasan kemiskinan melalui program renovasi rumah tidak layak huni dan bea siswa bagi siswa atau pelajar.
“Kami juga menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Magetan dalam penyaluran bantuan langsung tunai kepada masyarakat dengan kriteria yang telah ditetapkan,” kata Endah.
