Jakarta, TopBusiness – PT Kaltim Nitrate Indonesia (PT KNI) tahun ini kembali masuk sebagai salah satu finalis dalam penjurian untuk penghargaan “TOP CSR Awards 2024”.
Perusahaan yang masuk industri strategis dengan memproduksi bahan baku peledak Ammonium Nitrate (AN) di Bontang, Kalimantan Timur ini, menghadirkan empat inovasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) unggulan untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan yang diselaraskan strategi ESG (Environmental, Social, and Governance).
Terpilihnya kembali PT KNI di ajang penilaian atas implementasi dan pelaksanaan program-progran CSR ini, tak lepas dari konsistensi dalam inovasi pelaksanaan program-program CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan Perusahaan.
Adapun presentasi dan wawancara penjurian disampaikan TIM, terdiri Wisnu Ahmaddin selaku- Community Development (Comdev) Specialist, Rheza Zacharias-Government, Community Relation and GA Dept Head, dan Rahmat Haryono- CD Officer PT KNI.
Dalam presentasi program CSR PT KNI yang berjudul “Mewujudkan Masyarakat Mandiri yang Berkelanjutan”, Tim memaparkan banyak hal terkait keberadaan perusahaan, visi misi dan aktivitas usaha, serta program CSR andalan yang berkelanjutan. Perusahaan juga telah memiliki tata kelola tersendiri bidang implementasi program CSR ini.
Tata Kelola Program CSR mencakup seluruh aspek, mulai dari saat perencanaan, implementasi, monitoring Evaluasi & Pelaporan). Dalam hal ini, perusahaan menerapkan adanya pelibatan (pemberdayaan) masyarakat dalam setiap kegiatan CSR yang akan dilaksanakan.
“Perencanaan Program CSR terintegrasi dengan Kebijakan Perusahaan yang kemudian dituangkan dalam dokumen Renstra Program CSR dengan melibatkan masyarakat, pemerintah dan perusahaan dalam penyusunannya. Sehingga program yang dikolaborasikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima manfaat,” ungkap Wisnu Ahmaddin dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2024 pada, Kamis (04/03/2024), yang diselenggarakan secara virtual oleh Majalah TopBusiness Jakarta.
Dijelaskan, aktivitas usaha atau bisnis utama PT KNI adalah memproduksi bahan baku bahan peledak (Ammonium nitrate). Sehingga bisa dikatakan, produk yang dihasilkan PT KNI masuk kategori produk berbahaya, sehingga perusahaan selalu mengedepankan aspek keamanan (safety) sebagai prioritas utama.
Adapun strategi keberlanjutan KNI adalah memberikan nilai kepada shareholders and stakeholders. KNI memberdayakan sumber daya untuk menciptakan nilai bagi pelanggan, lingkungan, manusia, finansial, sosial yang menekankan pada proses bisnis yang aman dan bertanggung jawab. Ini termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi, sumber daya keuangan, serta interaksi dan kemitraan komunitas perusahaan di seluruh rantai nilai.
”Misi perusahaan di antaranya adalah bagaimana kita menjalankan process safety dan plant integrity untuk keberlangsungan dalam waktu jangka panjang, menyediakan fasilitas handal dengan produk yang berkualitas, process control, keunggulan supply chain dari hulu ke hilir, serta mencapai konversi dan efisiensi energi yang optimal,” ungkap Wisnu Ahmaddin.
Dalam menjalankan program CSR, perusahaan di antaranya telah menerapkan konsep program CSR berbasis untuk menciptakan nilai bersama bagi masyarakat. Program dan aktivitas CSR yang dijalankan, senantiasa juga dikaitkan dengan strategi untuk mendukung aktivitas core business perusahaan berkelanjutan. Program CSR maupun Comdev juga diselaraskan dengan upaya perusahaan untuk meminimumkan dampak sosial dan memaksimumkan dampak positif dari operasi perusahaan bagi masyarakat dan lingkungan, baik bidang ekonomi, sosial, lingkungan sekitar.
Perusahaan meyakini dengan melakukan program tanggung jawab sosial yang sesuai dengan tata kelola yang baik, hal ini akan menjamin keberlangsungan perusahaan dan juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan lingkungan yang selatras juga dengan prinsip ESG. Sedangkan terkait tata kelola CSR, PT KNI mendorong kolaborasi antar stakeholder untuk terlibat dalam proses kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sehingga dalam hal ini masyarakatlah yang menjadi aktor utama dalam implementasi program CSR ini. “Pengelolaan tanggung jawab sosial Perusahaan, dituangkan dalam Kebijakan CSR Perusahaan yang mengacu pada Strategi Keberlanjutan Perusahaan dengan prinsip kolaborasi bersama stakeholder terkait,” ujar Rheza Zacharias menambahkan.
Saat ini perusahan memiliki empat program CSR atau TJSL yang jadi unggulan. Di antaranya Program Batik Sampoang, Program BEKANTAN, Program MAHIRA , dan Program PERAHU KERTAS.
Program bernama Batik Sampoang merupakan program untuk mendukung komunitas batik melestarikan kearifan batik lokal sekaligus pemberdayaan dari aspek ekonominya. Inisiasi program pemberdayaan masyarakat dalam kategori rentan terhadap akses ekonomi. Program ini juga untuk mendorong keterlibatan perempuan melalui pengembangan ,” Kelompok Usaha Kecil dan Menengah. Kegiatan ini juga sejalan dengan Program Pemerintah Kota Bontang dalam pengembangan “local content” Bontang.
“Secara kuantitatif, dari sebelumnya banyak kaum perempuan yang rentan akses ekonomi, kini sudah ada 21 orang anggota Sampoang diberdayakan melalui Program Pengembangan Batik Sampoang dan memiliki sumber penghasilan baru.Dari program ini, nilai SROI Rasio: Value of Impact/ Value of Input: Rp.216.022.590,-/Rp165.262.500,-: 1,30. Nilai SROI Program Batik Sampoang 1,30 atau >1 menunjukkan bahwa dampak program yang terhitung lebih besar daripada nilai investasi programnya,” terang Wisnu.
Adapun program BEKANTAN, sebagaimana telah disebut bahwa ini merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat, melalui program BEKANTAN (Permberdayaan Ekonomi Masyarakat Rentan Berwawasan Lingkungan). Dalam program ini, Masyarakat dilibatkan untuk mendukung program pengurangan limbah padat non-B3 di perusahaan. Dalam program ini, masyarakat diberdayakan secara berkelanjutan untuk mengelola barang limbah berupa karung untuk dibuat barang produk kerajinan yang bernilai ekonomi kreatif. Seperti tas daur ulang, tas souvenir, tas pengangkut untuk kendaraan roda dua, dan beragam produk lainya. Menariknya, produk yang dihasilkan dari limbah itu juga telah memiliki sertifikat hak paten /Sertifikat Hak Paten 13-2017-236819.
Program pengembangan daur ulang limbah karung menjadi produk bernilai ekonomi dan kreatif. Memberdayakan komunitas diwilayah bufferzone di Kelurahan Guntung, Bontang Utara. Sejak 2014 dibina oleh PT KNI, saat ini Kelompok sudah berdaya dan mampu memberdayakan masyarakat sekitar. Secara sederhana program ini mendorong masyarakat berperilaku bijak dalam penggunakan plastik sekali pakai. “Melalui program ini, karung pembungkus kemasan ammonium nitrat yang merupakan bagian dari limbah padat non-B3, artinya tidak berbahaya yang tadinya menjadi timbunan limbah yang tidak dimanfaatkan, kini bisa bisa diolah dan bernikai ekonomi mengelola itu,” ujar Wisnu.
Selanjutnya, untuk program bernama MAHIRA (Rumah Ibadah Ramah Anak). Di program ini PT KNI berupaya menciptakan nilai bagi masyarakat dan stakeholder melalui program Perlindungan Anak dalam mendukung Kota Bontang sebagai Kota Layak Anak. Program ini juga menjadi Kemitraan yang berkelanjutan antara PT KNI dan Pemkot Bontang melalui Dinas PPKB Kota Bontang. “Saat ini sudah terdapat 4 Masjid Ramah Anak , 2 Gereja Ramah Anak dan 1 Pura Ramah Anak yang menjadi bagian dari Rumah Ibadah Ramah Anak (MAHIRA),” ujarnya.
Program CSR berikutnya yang digagas PT KNI dan menjadi salah satu andalan yakni -Perahu Kertas (Perlindungan, Pemenuhan Kreativitas Anak penyandang Disabilitas).
Program ini merupakan program kolaborasi PT KNI bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bontang. Program ini menyentuh langsung anak-anak penyandang disabilitas, khususnya di Kelurahan Loktuan (buffer zone). Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pelayanan dan menciptakan ruang bagi anak penyandang disabilitas untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensinya.
Melalui program Perahu Kertas, PT KNI mencoba memberikan ruang bagi disabilitas serta memfasilitasi dengan pelayanan, dan kemudian melakukan assessment dan paling penting bagaimana anak-anak ini bisa diterima di lingkungannya. “Melalui program ini, kita ngin membantu dan memberdayakan adik-adik disabilitas,” papar Wisnu. Kegiatan Top CSR Awards, merupakan ajang penghargaan tahunan yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2017 oleh Majalah Top Business, bekerja sama dengan sejumlah institusi seperti Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI); Asosiasi GRC Indonesia; Corebest (lembaga konsultan dan pelatihan CSR); LKN (Lembaga Kajian Nawacita); ISVI (Indonesia Shared Value Institute), Yayasan Pakem (Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro); SDP (PT Sinergi Daya Prima/konsultan GCG); dan Solusi Kinerja Bisnis (SKB). Tahun ini tema yang diusung yakni “CSR & ESG Innovation Programs for Sustainable Business Growth” / atau Inovasi-Inovasi Program CSR yang dapat mendukung tumbuhnya bisnis perusahaan, secara berkelanjutan.
Editor: Agus H
