Jakarta, TopBusiness – PT PLN Nusantara Power Punagaya, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan terus meningkatkan program pertanggungjawaban sosial dan lingkungan. Sebagai salah satu pelaku bisnis pembangkitan, tentu saja banyak dampak dari bisnis yang dirasakan sekitarnya.
Untuk itu, beberapa program CSR sudah banyak digarap PLN NP UPK Punagaya ini. Beberapa program itu adalah program Surflus (Sustainable Farming for Sustainable Nusantara Power), program Kelopak (Ketahanan Ekonomi Lokal dengan Pemberdayaan Perempuan), program peningkatan kapasitas eco print local, program pemanfaatan FABA untuk pembuatan jalan umum, program Rumah Bengkel Nusantara Power Punagaya (Rumah Bengkel NPP), dan lainnya. Dan yang sangat diunggulkan adalah program Surflus.
Demikian seperti terungkap dalam proses penjurian TOP CSR Awards 2024 yang digelar secara daring, beberapa waktu lalu. Hadir dalam penjurian kali ini yang menyampaikan presentasi adalah Tri Pria Nugraha selaku Manajer Unit, Muh Firmansyah Fattah: Team Leader Lingkungan, dan Team Support.
“Dan program-program CSR tersebut, kami sudah mendapat banyak manfaat dari realisas di tahun lalu. Seperti dari aspek lingkungan adanya pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebanyak 6630,9 Ton CO2eq, pengurangan limbah B3 sebanyak 14.091 ton, adanya efisiensi air 7.538.457 m3. Juga dari sosial ada 29 kegiatan program sosial yang terrealisasi. Penerima manfaat 1.935 orang dari seluruh program. Dan terjadi kenaikan pendapatan sebesar Rp725 ribu per bulan untuk petani jagung. Dan program tersebut untuk anggaran pengelolaan lingkungan dan CSR sebanyak Rp3.046 miliar sepanjang 2023 lalu,” beber dia.
Di awal presentasi, Tri menjelaskan posisi PLN NP yang dulu disebut PT Pembangkitan Jawa-Bali. Dan pada 21 September 2022, PT Pembangkitan Jawa-Bali telah bertransformasi dengan resmi berganti nama menjadi PT PLN Nusantara Power (PLN NP) yang menjadi perusahaan sub-holding dengan peran sebagai Generation Company 1 (Genco 1) di lingkup PLN Grup.
Sedangkan PLN Indonesia Power UPK Punagaya (PLTU Punagaya) resmi beroperasi sejak tanggal 14 Februari 2018. PLN Indonesia Power UP Punagaya ini menyuplai listrik melalui Transmisi 150kV di Sulawesi Selatan. Dan saat ini, beroperasi masih dengan bahan baku batu bara yang berlokasi di Desa Punagaya, Kab. Jeneponto
“Dengan kapasitas 2×100 MW. Dan hasil operasi mampu melayani lebih dari 80.000 pelanggan, serta berkontribusi 16% pada seluruh beban puncak. Dengan wilayah operasi kurang lebih 62 ha ditopang total pegawai sebanyak 136,” katanya.
Dalam masalah keberlanjutan ini, komitmen Nusantara Power sudah jelas. Kata dia, PLN NP berkomitmen untuk mendukung komitmen global dalam mengurangi emisi karbon dengan menerapkan strategi keberlanjutan di antaranya, menerapkan dan meningkatkan teknologi dan inovasi dekarbonisasi serta mendorong transisi energi dengan percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan.
“Komitmen ini sebagai aksi PLN NP berkontribusi mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2060 untuk kehidupan yang lebih baik,” ucap dia.
Dan dari komitmen itu, PLN NP Punagaya pun membentuk kebijakan CSR sebagai langkah pertanggungjawaban tadi. Beberapa kebijakan CSR PLN Nusantara Power UPK Punagaya adalah untuk memastikan dan menyediakan sumber daya untuk pelaksanaan Program CSR sesuai dengan arahan kebijakan PT PLN Nusantara Power. Serta mewujudkan Program CSR bukan hanya sebagai respons atas dampak operasi, tetapi juga optimalisasi value chain dan peningkatan nilai ekonomi Perusahaan.
“Sehingga program CSR PLN Nusantara Power UPK Punagaya ini bertujuan melaksanakan Program CSR yang berorientasi pada pembentukan kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal, berwawasan lingkungan dan melestarikan kearifan lokal, serta berdampak pada peningkatan reputasi PLN NP UPK Punagaya,” sebutnya.
Program Surflus
Kembali dijelaskan Tri, dalam program Surflus atau “Sustainable Farming for Sustainable Nusantara Power” ini adalah program dimana pemberdayaan terhado petani jagung, sehingga mereka mendapatkan manfaat ekonomi melalui permintaan bonggol jagung dari PLTU Punagaya. Jumlah bonggol jagung yang disuplai sekitar 350 ton per bulannya.
Dalam program ini, banyak pihak yang terlibat. Dari UPK Punagaya sendiri berupa menyediakan Program CSR untuk Kelompok Petani Jagung, memberikan bantuan fasilitas penambungan bonggol jagung, dan memberikan edukasi terkait Spesifikasi Bonggol Jagung yang layak digunakan
Adapun peran pemerintah berupa menyediakan lahan bersama untuk lokasi Penampungan Bonggol Jagung (PBJ) dan menyosialisasikan Program PBJ kepada petani jagung. Di samping itu juga ada peran lembaga usaha untuk menyediakan karung untuk kelompok petani jagung, melakukan proses penggilingan sesuai dengan spesifikasi kebutuhan, dan mengirimkan bonggol jagung kepada PLN NP UPK Punagaya.
Dalam program ini ada sekitar 23 desa yang menjadi lokasi desa penyuplai jagung. Yaitu Moncongkomba, Lantang, Canrego, Bulukunyi, Cakura, Bontokadatto, Ko’mara, Bangkala, Bangkala Barat, Biringbulu, Galesong Selatan, Galesong Utara, Lassang, Tonasa, Sanrobone, Boro wangi, Pattallassang, Bategulung, Soreang, Kalampa, Data, Sela, Tamalate.
“Jadi ada 23 wilayah penyuplai Jagung yang tersebar di Kabupaten Jeneponto, dengan total luas lahan 100 ribu ha. Dan petani jagung yang terlibat itu tersebar di wilayah Kabupaten Jeneponto dengan jumlah kurang lebih 100 orang. Adapun jumlah jagung yang disuplai sudah memenuhi standar penggunaan PLTU dengan jumlah sebanyak kurang lebih 360 ton per bulan,” terang dia.
Sehingga program ini, lanjut Tri, tak hanya bermanfaat terhadap Masyarakat sendiri melainkan menguntungkan PLN PLN UPK Punagaya sendiri. Yaitu berupa penerapan Co-firing dengan memanfaatkan bonggol jagung berdampak pada penurunan nilai emisi karbon yang ditimbulkan dari operasi PLTU.
Selain itu, PLN Nusantara Power UPK Punagaya berhasil melakukan trading karbon kepada Pembangkit Lainnya di dalam PLN Grup. Juga adanya reputasi positif PLN Nusantara Power UPK Punagaya karena berhasil memberikan manfaat nilai ekonomi kepada petani jagung di wilayah Kabupaten Jeneponto melalui Program CSR. Dan peningkatan inovasi oleh PLN Nusantara Power UPK Punagaya dalam menjalankan proses bisnisnya.
“Jadi program ini sangat terkait bisnis Perusahaan. Dengan adanya pemanfaatan bonggol jagung untuk mendukung program co-firing PLTU Punagaya ini sebagai upaya melaksanakan bisnis berkelanjutan,” katanya.
Adapuan dari program tersebut bisa dikelompokkan ke dalam dua hal, yaitu Surflus Ekonomi dan Surflus Bisnis.
Surflus Ekonomi, adanya manfaat:
- PLN Nusantara Power UPK Punagaya melalui Program Surflus telah berhasil mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan limbah menjadi komoditas bernilai ekonomi.
- PLN Nusantara Power UPK Punagaya melalui Program Surflus telah mampu mengubah perilaku kelompok petani jagung yang awalnya hanya menyuplai jagung kepada pengepul, saat ini mampu disuplai untuk industri.
- PLN Nusantara Power UPK Punagaya telah berhasil meningkatkan infrastruktur kelompok petani jagung untuk peningkatan produktivitas.
Surpus Bisnis, adanya manfaat:
- PLN Nusantara Power UPK Punagaya melalui Program Surflus telah berhasil menciptakan keunggulan kompetitif dalam operasi PLTU melalui pemanfaatan biomassa menggunakan bonggol jagung.
- PLN Nusantara Power UPK Punagaya melalui Program Surflus telah mampu menekan dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat operasi PLTU, sehingga dapat lebih mampu melaksanakan Bisnis Berkelanjutan.
- PLN Nusantara Power UPK Punagaya melalui Program Surflus telah mampu meningkatkan reputasi baik di lingkungan internal maupun eksternal, serta berkontribusi dalam upaya carbon trading.
