
Jakarta, businessnews.id — Provinsi Kalimantan Timur gencar membangun pembangkit listrik, guna memenuhi kebutuhan sendiri bahkan untuk negara tetangga. Namun untuk mencapai itu Perlu dukungan PT PLN (Perusahaan Listrik Negara).
Menurut Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek di Jakarta hari ini, saat ini tengah dilakukan pengerjaan PLTA (pembangkit listrik tenaga air) dengan kapasitas 6.080 megawatt; saat ini sudah selesai ground breaking.
Untuk keberhasilan hal itu, dukungan PLN sangat diperlukan. “Itu (PLTA) besar sekali dan sudah ground breaking. Tinggal dukungan PLN,” terangnya.
Namun, tentang bentuk dukungan dari PLN, ia tidak mau merinci.
Hanya saja ia menyebutkan bahwa pihaknya berharap PLTA tersebut bisa jadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan energi di Indonesia. “Bahkan kita bisa jual ke Sabah, Malaysia. Jadi sekali lagi, Kalimantan Timur bisa jadi lumbung energi. Batu bara oke, gas oke, PLTA oke.”
Ditambahkannya, sebagai penghasil batu bara, Kalimantan Timur punya potensi cadangan sampai 220 juta metric ton dari total nasional 355 juta metric ton. “Namun disayangkan, selama ini Kalimantan Timur kekurangan pasokan listrik.” (ZIZ)
Ralat Editor (17/3/2014)
Di judul tulisan ini, tertulis “PLTA Besar Hampir Selesai, Kaltim Minta Dukungan PLN”.
Semestinya sebagai berikut: “PLTA Besar Mulai Dibangun, Kaltim Minta Dukungan PLN”.
Demikianlah, maaf untuk kekeliruan ini.
(Editor)