TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bangun Sinergitas Apik untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kopi Nusantara

Albarsyah
15 October 2024 | 21:20
rubrik: Business Info
Bangun Sinergitas Apik untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kopi Nusantara

Jakarta, TopBusiness – Kontes Kopi Spesial Indonesia (KKSI) sebagai ajang “Kontinuitas dan Trust” bagi keberadaan kopi Nusantara se Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa kualitas, mutu serta kontinuitas sangat menjadi pertanyaan besar bagi seluruh konsumen dalam negeri maupun di luar negeri. Untuk itu, digelar KKSI yang ke XVI di Plaza Kementerian Perindustrian dari tanggal 15-18 oktober 2024. Selama empat hari akan ada kegiatan, seperti, Coffee & Coklat Expo 15-18, Talk Show 15 Oktober, Fun Brewing 16 Oktober, Simposium Kopi 17 Oktober, Fun Cupping 17 Oktober, Grand Final Lomba Cita Rasa Kopi 18 Oktober.

Kegiatan KKSI digagas oleh Pranoto Soenarto Foundation (PSF). Keberadaan KKSI yang telah semenjak tahun 2008 dan telah berjalan selama 16 tahun ini memberikan lompatan harga kopi di pasaran. Tentu, kolaborasi nan apik PSF juga turut melibatkan Kementerian Perindustrian dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Dalam sambutan Menteri Perindustrian yang langsung dibacakan oleh Dirjen Agroindustri Kemenperin, Putu Juli Ardika, investasi di industri makin terus mengalami pertumbuhan yang sangat tajam sebesar Rp 21,7 triliun, dimana perbandingan investasi 50% PMA dan 50% PMDN. “Di industri kopi, kita sebagai produsen ke 4 dunia, dimana 98 persen dari hasil perkebunan kopi rakyat, sementara 39 persen diolah menjadi kopi bubuk dan 42 persennya diekspor ke seluruh pasar kopi dunia,” kata Putu.

Hinga saat ini produksi kopi Indonesia masih 700 ton per tahun. Sementara data tahun 2023, ekspor kopi Indonesia mencapai angka USD 633 juta dengan produk kopi instan, kopi extrak. Semenatara itu angka ekspor kopi di kawasan Asia, Uni Emirat Arab (UEA) mencapai nilai USD 134 juta dan tahun 2022 sebesar USD 142 juta.

Index peminum kopi di Indonesia angkanya masih sangatlah kecil 1,5kg per tahun. Dibandingkan dengan Finlandia sudah tembus diangka 12 kg per tahun. Jadi masih terbuka akan penikmat kopi di Indonesia.

BACA JUGA:   OJK Pertimbangkan Emiten ‘Buy Back’ Tanpa RUPS

“Kita akan terus meningkatkan kualitas, mutu kopi Indonesia. Kita akan melakukan peningkatan SDM, peningkatan kualitas petani  ber-SNI, sertifikat kompetensi petani dengan SKKNI, pemodernan permesinan  processing kopi dan pemeliharan tanaman serta processing berkualitas petik merah dengan standar kopi spesialti agar kopi bisa tembus ke pasar global”, tegas Menteri Perindustrian yang dibacakan Dirjen Argo Industri, Putu Juli Ardika, Selasa (15/10/2024).

Sementara itu Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantji Punguan Pintaria, mengatakan ajang KKSI ini digelar tahunan, dimana kegiatan ini menjadi ajang besar bagi pelaku usaha kopi hulu-hilir. “Kegiatan ini sangat dinanti bagi trader kopi se-Indonesia dan bahkan juga asing pun turut hadir, salah satunya dari negara Jerman,” ucap dia.

Sebanyak 532 sampel kopi akan dilakukan cuping. Jika lolos dalam cuping dengan nilai di atas 80 maka kopi tersebut layak masuk dalam kelas “Spesialti” dan bisa pula lolos mengikuti “Lelang Kopi Dunia” yang setiap tahun dilakukan.

Peta ekspor kopi Indonesia telah mencapai pasar Malaysia dengan nilai USD 25 juta, Uni Emirate Arab (UEA) dengan nilai USD 8 juta, Irak USD 17 juta.

Mou Kapal Api dengan Hongkong

Pada kegiatan KKSI ini dilakukan kontrak MoU dengan IU International Limited. Kontrak ini disepakati penjualan produk Kapal Api ke pasar Hongkong senilai USD 4 Juta untuk kontrak setahun.

Ditegaskan Chief Executive Officer, Robin Setyono, produk kopi Kapal Api telah lama masuk ke kawasan Hongkong. “Kami sudah lama menjalin pasar potensial di Hongkong ini, dan juga tidak hanya mengisi pasar Hongkong saja, hampir seluruh negara Asean produk kapal api telah mengisi pasar kopi Tree in One (kopi plus kopi, susu). Produk kapal api sangat disukai oleh pasar Asean ini, apalagi pasar TKI Indonesia sangat besar”, tegas Robin Setyono.

PSF Tingkatkan Kesejahteraan Petani

BACA JUGA:   Grün Uluwatu, Treehouse Retreat di Bali yang Menyatu dengan Alam

Keberadaan Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) yang digagas PSF salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani kopi Indonesia. Selama 16 tahun KKSI telah berkomitment penuh terhadap peningkatan kualitas, mutu, dan membangun kepercayaan, TRUST kepada seluruh konsumen kopi lokal dan internasional.

Kopi Indonesia sangatlah berkualitas karena memiliki keunggulan tersendiri seperti,  kopi ditanam di kawasan gunung api aktif. Indonesia dilalui garis khatulistiwa dan daerah hutan suhu tropis dengan hanya terdapat dua musim, hujan dan kering. Tentunya keunggulan tersebut menjadikan kualitas tak terbantahkan, akan tetapi pengelolaan kopi belum sebaik dari negara penghasil dunia yang terkenal seperti, Brazil, Vietnam, kolombia dimana ke 3 negara tersebut sudah mengelola perkopiannnya dengan sangat baik dari hulu hingga hilir.

Produk kopi dan turunannya merupakan salah satu komoditi penghasil devisa terbesar bagi Indonesia. Jika seluruh stakeholder memberikan perhatian khusus kepada perkopian, ini tentunya akan menjadi penopang devisa yang besar pada komoditi ini. Dan juga untuk menuju kopi menjadi dukungan perekonomian bagi seluruh petani. Pegiat kopi di tanah air tentunya diperlukan kerja sangat ekstra seluruh stakeholder, apalagi komoditi kopi sangat  menjanjikan bagi petani, dimana harga kopi dunia selalu stabil dibandingkan dengan komodi lainnya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan para petani kopi ini agar mereka cinta dan juga mau turut menanam kopi menjadi penopang kehidupan keluarga, maka keberadaan 16 tahun kiprah PSF telah memberikan angin segar bagi petani kopi. Saat ini harga kopi di tingkat lokal sudah sangat baik sekali. Harga kopi terus mengalami peningkatan, sebelumnya harga kopi di kisaran USD 3,6 per kg pada tahun 2020 sudah menembus angka USD 4,5 per kg dan pada tiga tahun belakangan ini harga kopi sudah tembus di angka USD 8 per kg dan para petani telah menikmati keuntungan bisa mencapai USD 6,5 per kg.

BACA JUGA:   Kisruh AISA, Dirut Klaim Tak Ada Pergantian Direksi

Ditegaskan Founder PSF, Pranoto soenarto, kami membangun PSF untuk meningkatkan kapasitas para petani kopi se Nusantara. PSF, ini kami bangun sebagai lembaga nirlaba, dan akan memberikan peningkatan hulu hilir kopi dan kakao (coklat) dimana komoditas kopi dan kakao ini menjadi pemasok pasar dunia. “Apalagi kualiatas kopi dan kakao Indonesia sangat baik kualitasnya, akan tetapi kita masih banyak kelemahann baik dari sektor pertanian dan juga pengolahan, akhirnya kualitas produk kita sangat rendah dan ujung-ujungnya harga kita dibanting oleh para trader dunia. Untuk itulah PSF akan memberikan peningkatan totalitas pembenahan dari hulu hingga hilir agar para petani tersejahtrerakan. Jika sejahtera maka petani akan cinta menanam kopi dan kakao”, tegas Pranoto Soenarto.

Lanjut Pranoto, kami akan membangun pendidikan bagi para petani kopi dari level bawah hingga level menengah dan tinggi dalam pengelolaan kopi. Pembudidayaan tanaman kopi hingga prosesing kopi yang baik dan benar sesuai standar internasional. “Kami juga akan bersinergi dengan seluruh stakeholder yang mumpuni baik itu dari Kementerian terkait dan Lembaga serta kami akan bersinergi dengan institusi pendidikan di seluruh negeri ini. Jadi kita berikan peningkatan dan up grading petani ini agar sejahtera,” tegas Pranoto.

Sementara itu Kirom pengurus PSF menegaskan, kami juga PSF juga menyasar para petani muda, milenial agar mencintai dunia pertanian kopi dan kakao ini. “Generasi muda harus kita pancing kita berikan sosialisasi yang positif dalam dunia perkebunan ini sangat menjanjikan jika di seriuskan untuk diterjuni para generasi Milenial ini. Kami juga memberikan dukungan kerjasama literasi, inkluisi keuangan agar permasalahan permodalan pun mendapatkan solusi, jadi PSF akan memberikan solusi tuntas bagi seluruh pekebun kopi dan kakao Nusantara,” jelas Kirom.

Tags: kksipsf
Previous Post

PDAM Tirta Ayu Tingkatkan Kemampuan HC, Laba dan Performa Perusahaan Melambung

Next Post

Berkat HCI, Kinerja dan Inovasi Perumda Air Minum Tirta Merapi Melesat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR