Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Tulungagung (Perseroda) menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia (SDM) yang andal melalui penerapan strategi talent mobility dan Human Capital Management System (HCMS).
Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank Tulungagung, Suhermin, S.E dalam ajang penjurian Top HC Awards 2025 yang digelar oleh Majalah TopBusiness secara virtual, Selasa (26/8/2025).
Suhermin menekankan, SDM adalah mitra strategis dalam bisnis perbankan, bukan sekadar fungsi administratif.
“Kami mengusung tema Sinergi Cerdas Mobilitas Talenta dan HCMS, Rahasia SDM sebagai Mitra Bisnis Strategis. Artinya, pengelolaan SDM harus adaptif, terstruktur, dan menjadi bagian dari pengambil keputusan bisnis,” ujarnya.
Visi dan Misi Bank Tulungagung
Visi perusahaan adalah menjadi BPR yang sehat, profesional, dan mampu bersaing secara nasional. Misi yang diemban meliputi menjaga kesehatan bank sesuai regulasi dengan prinsip kehati-hatian, meningkatkan kualitas pengelolaan sesuai GCG, serta memperkuat daya saing.
Sebagai BPR daerah, Bank Tulungagung memiliki aktivitas utama menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Sektor usaha yang dilayani mencakup perdagangan, industri, jasa multiguna (seperti kredit untuk perangkat desa, PNS, tenaga kontrak, hingga PPPK), pertanian, KPR, hingga sindikasi.
Kinerja Positif
Dalam paparannya, Suhermin menjelaskan kinerja keuangan Bank Tulungagung terus menunjukkan pertumbuhan. Aset, pendapatan, dan laba konsisten naik dalam kurun 2021–2024. Pada 2024, laba tercatat mencapai Rp6 miliar. Bank juga mengalokasikan Rp12,4 miliar untuk biaya SDM, termasuk Rp800 juta khusus pendidikan dan pelatihan karyawan.
“Investasi pada manusia menjadi prioritas. Kami yakin penguatan kompetensi SDM berdampak langsung pada kinerja bisnis,” tambah Suhermin.
Strategi Human Capital
Bank Tulungagung merancang enam strategi utama dalam pengelolaan SDM:
1. Mobilitas Talenta Terstruktur – Pemetaan kompetensi sejak rekrutmen, rotasi maksimal tiga tahun, serta pembentukan talent pool untuk posisi kritis.
2. Optimalisasi HCMS – Mengambil keputusan berbasis data, memanfaatkan dashboard real-time untuk promosi dan rotasi, serta analisis prediktif untuk turnover.
3. SDM sebagai Mitra Bisnis Strategis – Human capital terlibat dalam rapat pengembangan produk, ekspansi cabang, hingga program nasional seperti Hari Indonesia Menabung bersama OJK.
4. Penguatan Kapabilitas SDM – Pelatihan berjenjang, sertifikasi wajib, serta peningkatan digital skill.
5. Monitoring & Evaluasi – KPI dievaluasi per semester dengan pelaporan langsung ke direksi.
6. Pengembangan Berkelanjutan – Program retensi, budaya kerja sehat, serta rencana pelatihan jangka panjang.
“Dengan sistem ini, kami ingin memastikan right people, right skill, right place, right time,” ujar Suhermin.
Dampak Human Resource Business Partner
Penerapan konsep Human Resource Business Partner (HRBP) dinilai mampu mempercepat pengisian gap kompetensi, meningkatkan produktivitas, hingga memperkuat daya tahan perusahaan.
“Keputusan tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan data yang akurat. Perusahaan juga lebih tangguh menghadapi disrupsi teknologi maupun perubahan pasar,” jelas Suhermin.
Lingkungan Kerja dan Budaya Perusahaan
Bank Tulungagung turut membangun lingkungan kerja yang sehat dan inklusif. Program kesejahteraan karyawan mencakup kesehatan, keselamatan kerja, work-life balance, hingga pemberian penghargaan bagi pegawai berprestasi.
Di sisi budaya, nilai-nilai Amanah, Cepat, Ramah, dan Taat Regulasi diinternalisasi melalui orientasi karyawan, pelatihan, dan integrasi ke dalam KPI.
“Budaya perusahaan menjadi fondasi perilaku, bukan hanya slogan. Kami ingin setiap insan BPR membawa nilai ini dalam pelayanan kepada nasabah,” tutur Suhermin.
Dukungan pada UMKM dan Pembangunan Berkelanjutan
Sebagai lembaga keuangan daerah, Bank Tulungagung fokus memperkuat kredit UMKM dan mendukung program pembangunan berkelanjutan. Bank menyediakan pendanaan untuk aktivitas ramah lingkungan, adaptasi perubahan iklim, serta mendorong inklusi keuangan.
“Kami ingin menjadi mitra bagi pemerintah daerah sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi rakyat yang inklusif dan adil,” tambah Suhermin.
Melalui sinergi cerdas antara mobilitas talenta dan HCMS, Bank Tulungagung optimistis mampu menjadi BPR unggulan yang tidak hanya berfokus pada kinerja finansial, tetapi juga pada pengembangan SDM yang kompeten, loyal, dan berdaya saing tinggi.
“HCMS dan talent mobility adalah senjata rahasia kami untuk menghadapi tantangan industri perbankan ke depan,” tutup Suhermin.
