Jakarta, TopBusiness – Untuk pertama kalinya Rumah Sakit Mata Bakti Etam Provinsi Kalimantan Timur menjadi finalis ajang penghargaan bergengsi tahunan TOP BUMD Awards yang diselenggarakan Majalah TopBusiness.
Seiring dengan itu, untuk keperluan penilaian oleh dewan juri TOP BUMD Awards 2026 RS Mata Bakti Etam pun telah melewati sesi penjurian yang diadakan secara daring, Senin (2/2/2026). Di momen inilah peran, strategi, kinerja, tata kelola, serta inovasi dari RS Bakti Etam terungkap.
Untuk diketahui, RS Mata Bakti Etam merupakan rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang menargetkan diri menjadi rumah sakit mata terkemuka dan kebanggaan Indonesia.
Direktur RS Mata Bakti Etam Provinsi Kalimantan Timur, drg. Shanty Sintessa W, M.Kes, mengatakan bahwa sejak awal pendiriannya rumah sakit ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan mata yang komprehensif, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Timur dan kawasan Indonesia bagian timur.
“Kami adalah rumah sakit khusus mata milik Provinsi Kalimantan Timur. Visi kami adalah menjadi rumah sakit mata terkemuka kebanggaan Indonesia,” ujar Shanty.
Sebagai unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di bawah Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, RS Mata Bakti Etam menjalankan layanan kesehatan mata secara menyeluruh, mulai dari promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif hingga layanan estetika mata. Seluruh aktivitas usaha tersebut dikelola secara profesional dengan orientasi ganda, yakni 35 persen berorientasi laba dan 65 persen layanan publik atau sosial.
Strategi Lima Pilar Pelayanan
Dalam mengembangkan bisnis dan layanan, RS Mata Bakti Etam menerapkan strategi berbasis lima strategi (pilar) pelayanan kesehatan mata, yakni promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan estetika.
Pada aspek promotif, rumah sakit aktif melakukan edukasi kesehatan mata melalui media sosial, website, penerbitan majalah Bekesahan Mata, serta partisipasi dalam berbagai pameran dan kampanye kesehatan.
Sementara pada pilar preventif, rumah sakit secara aktif melakukan skrining dan edukasi kesehatan mata bagi pelajar, warga panti sosial, hingga warga binaan lembaga pemasyarakatan.
Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pendekatan jemput bola untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata.
“Kesehatan mata sering kali masih diabaikan. Karena itu kami merasa perlu menjangkau masyarakat secara langsung melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga berbagai yayasan,” kata Shanty.
Pada pilar kuratif, RS Mata Bakti Etam menyediakan berbagai layanan unggulan seperti operasi katarak, pterygium, glaukoma, serta layanan Lasik dengan dukungan teknologi medis modern.
Layanan tersebut dilengkapi dengan pilar rehabilitatif melalui kontrol pascaoperasi, serta layanan estetika mata yang kini semakin diminati masyarakat.
Kinerja dan Inovasi
Dari sisi kinerja keuangan, RS Mata Bakti Etam mencatat pertumbuhan yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, penjualan rumah sakit mencapai Rp13,4 miliar, atau 168 persen dari target Rp8 miliar.
Tren positif berlanjut pada 2025, dengan realisasi penjualan Rp15,8 miliar, atau 112,88 persen dari target Rp14 miliar. Secara keseluruhan, penjualan rumah sakit pada periode 2024–2025 meningkat 140,45 persen.
Pertumbuhan tersebut juga sejalan dengan meningkatnya kunjungan pasien. Pada 2024, kunjungan pasien non-BPJS tercatat sebanyak 3.019 pasien dan meningkat menjadi 3.180 pasien pada 2025. Adapun kunjungan pasien BPJS naik dari 19.304 pasien pada 2024 menjadi 21.824 pasien pada 2025.
Dalam mendukung efisiensi dan kualitas layanan, RS Mata Bakti Etam melakukan transformasi digital secara bertahap melalui pengembangan aplikasi internal SIMATASEHAT (Sistem Informasi Manajemen Surat & Arsip Terintegrasi) sejak 2022.
SIMATASEHAT merupakan aplikasi berbasis web yang dirancang sebagai solusi pengelolaan administrasi persuratan dan arsip digital yang efektif, handal, akuntabel, dan terintegrasi di lingkungan Rumah Sakit Mata Provinsi Kalimantan Timur.
Aplikasi ini mendukung proses pengelolaan surat masuk, surat keluar, disposisi, serta pengarsipan dan pencarian dokumen secara terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.
Seluruh proses dilakukan secara digital untuk meningkatkan efisiensi kerja, ketertiban administrasi, serta akuntabilitas tata kelola dokumen. Seiring dengan pengembangannya, SIMATASEHAT juga berperan sebagai basis Single Sign-On (SSO) yang menjadi gerbang autentikasi terpusat bagi berbagai aplikasi internal di Rumah Sakit Mata Provinsi Kalimantan Timur.
Dengan pendekatan ini, SIMATASEHAT tidak hanya berfungsi sebagai sistem persuratan, tetapi juga sebagai fondasi integrasi sistem informasi rumah sakit.
Sebagai lanjutan dari inovasi tersebut RS Mata Bakti Etam kemudian mengembangkan SIMATA MACAN sebagai media pengaduan dan respons layanan pada 2023. Lalu ada juga SIMATA SARAN untuk monitoring dan evaluasi anggaran pada 2024, serta integrasi Rekam Medik Elektronik pada 2025 yang dikembangkan secara mandiri oleh tim teknologi informasi rumah sakit.
“Manfaat utama dari sistem ini adalah efisiensi administrasi dan pencegahan data ganda, karena seluruh aplikasi kami gabungkan dalam satu sistem indukan,” jelas Shanty.
Di sisi eksternal, RS Mata Bakti Etam juga aktif membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk instansi pendidikan, lembaga sosial, dan organisasi kesehatan, guna memperluas jangkauan layanan kesehatan mata bagi masyarakat.
SDM dan Tata Kelola
Saat ini, kebutuhan sumber daya manusia RS Mata Bakti Etam sesuai standar berjumlah 287 orang, sementara tenaga yang tersedia masih 164 orang.
Untuk menutup kekurangan tersebut, manajemen rumah sakit secara konsisten melakukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan rumah sakit rujukan, serta penguatan fasilitas pendukung.
Dari sisi tata kelola, RS Mata Bakti Etam mencatat skor kebijakan tata kelola sebesar 84. Rumah sakit juga telah memenuhi kewajiban akreditasi, bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta menjalankan program pelayanan kesehatan gratis sesuai kebijakan pemerintah daerah.
“Kami masih tergolong rumah sakit yang muda, baru memasuki tahun ke-6. Banyak proses yang terus kami benahi, namun kewajiban utama tetap kami jalankan, termasuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat tanpa melihat kondisi,” tegas Shanty.
RS Mata Rujukan di Indonesia Timur
Dengan layanan Lasik sebagai produk unggulan dan dukungan teknologi yang belum banyak tersedia di wilayah timur Indonesia, RS Mata Bakti Etam menargetkan diri menjadi pusat rujukan kesehatan mata untuk kawasan Indonesia bagian timur.
“Layanan ini sangat dibutuhkan, terutama bagi calon peserta pendidikan kedinasan seperti kepolisian dan militer. Kami ingin berkontribusi lebih luas dan menjadi rujukan Indonesia bagian timur,” pungkas Shanty.
