TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PLN Enjiniring Perkuat Tata Kelola dan Sustainability dalam Mendukung Transisi Energi Nasional

Agus Haryanto
23 June 2026 | 18:41
rubrik: Event
PLN Enjiniring Perkuat Tata Kelola dan Sustainability dalam Mendukung Transisi Energi Nasional

Jakarta, TopBusiness – PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring) terus memperkuat implementasi Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) sebagai fondasi utama dalam menjalankan transformasi bisnis dan mendukung agenda keberlanjutan sektor ketenagalistrikan nasional.

Direktur Utama PT Prima Layanan Nasional Enjiniring, Chairani Rachmatullah, mengatakan bahwa prinsip tata kelola perusahaan yang baik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia dan PT PLN (Persero).

Dalam pemaparannya mengenai implementasi GRC perusahaan, Chairani menjelaskan bahwa PLN Enjiniring merupakan anak usaha PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang jasa konsultansi ketenagalistrikan. Perusahaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan nasional melalui layanan yang mencakup seluruh siklus proyek, mulai dari studi kelayakan hingga operasional.

“PLN Enjiniring berperan sejak tahap awal perencanaan suatu proyek. Kami menyiapkan studi kelayakan, dokumen lelang, perhitungan biaya proyek, melakukan pendampingan proses pengadaan, review desain, supervisi konstruksi hingga commissioning. Bahkan setelah infrastruktur beroperasi, kami tetap memberikan dukungan dari sisi engineering untuk memastikan desain yang telah disusun dapat berjalan optimal,” ujar Chairani, saat memaparkan materi presentasi  ‘PLN Enjiniring’s Journey Toward Resilient Energy Future’, kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2026 yang berlangsung secara online, di Jakarta, Selasa (23/06/2026).

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama fase operasional menjadi masukan penting bagi perusahaan dalam menyusun desain dan pengembangan proyek-proyek berikutnya. Dengan demikian, proses pembelajaran dan penyempurnaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ketenagalistrikan, PLN Enjiniring memiliki visi menjadi penyedia solusi engineering terintegrasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan sektor energi nasional. Visi tersebut juga sejalan dengan upaya PLN Group dalam mempercepat transisi energi menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Dalam menjalankan visi tersebut, penerapan prinsip GRC menjadi salah satu fondasi utama. Tata kelola yang baik tidak hanya memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efektivitas pengelolaan risiko, dan keberlanjutan bisnis perusahaan,” katanya.

Sebagai entitas anak PT PLN (Persero), PLN Enjiniring memiliki fokus bisnis pada penyediaan jasa konsultansi dan layanan engineering ketenagalistrikan yang mencakup berbagai tahapan proyek, mulai dari perencanaan, desain engineering, pengelolaan aset ketenagalistrikan, pengadaan, konstruksi, hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

BACA JUGA:   Terapkan Prinsip GCG, Perumdam Tirta Baluran Beri Kontribusi BUMD Meningkat dari Tahun ke Tahun

Didirikan berdasarkan Akta Nomor 9 tanggal 3 Oktober 2002, PLN Enjiniring telah beroperasi selama lebih dari 23 tahun dan berkembang menjadi salah satu perusahaan engineering yang berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.

Pengalaman yang dimiliki perusahaan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan industri energi yang terus berkembang. Melalui kompetensi teknis dan kemampuan pengelolaan proyek yang terintegrasi, PLN Enjiniring berupaya menghadirkan solusi yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Dalam menjalankan bisnisnya, PLN Enjiniring didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, tersertifikasi, dan berpengalaman. Kompetensi tersebut diperkuat dengan budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme, kolaborasi, inovasi, dan integritas dalam setiap proses bisnis perusahaan.

Keunggulan tersebut telah mendorong PLN Enjiniring berkontribusi dalam berbagai proyek strategis ketenagalistrikan. Hingga saat ini, perusahaan telah mendukung pengembangan kapasitas pembangkit listrik lebih dari 17 gigawatt yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang solusi engineering terintegrasi, PLN Enjiniring mengusung visi menjadi perusahaan global dan nomor satu pilihan pelanggan untuk solusi engineering terintegrasi dan terpercaya. Visi tersebut menjadi arah strategis perusahaan dalam meningkatkan daya saing, memperluas kontribusi bisnis, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, PLN Enjiniring menjalankan berbagai misi strategis yang berfokus pada penyediaan solusi engineering terintegrasi di bidang ketenagalistrikan guna mendukung tercapainya sustainability dan target Net Zero Emission. Selain itu, perusahaan juga menyediakan layanan desain engineering, jasa engineering pengadaan, jasa engineering konstruksi, serta pengembangan ekosistem engineering yang berorientasi pada kualitas dan kepuasan pelanggan.

Sejalan dengan perkembangan industri energi global, PLN Enjiniring turut mengambil peran dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Berbagai layanan yang diberikan perusahaan diarahkan untuk mendukung pembangunan sistem ketenagalistrikan yang lebih andal, efisien, dan ramah lingkungan.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik dengan mengedepankan prinsip GRC. Penerapan prinsip tersebut menjadi bagian integral dalam setiap proses bisnis perusahaan untuk memastikan pengelolaan organisasi berjalan secara efektif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:   Penguatan GRC Jadi Penopang Pertumbuhan Kinerja BTN

Melalui penerapan GRC yang terintegrasi, PLN Enjiniring terus memperkuat kapasitas organisasi dalam mengelola risiko, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan usaha di tengah dinamika industri energi yang semakin kompleks.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur ketenagalistrikan yang modern dan berkelanjutan, PLN Enjiniring terus melakukan penguatan kapabilitas bisnis, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas layanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perusahaan mampu memberikan solusi terbaik bagi pelanggan sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan sektor energi nasional.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, dukungan tenaga profesional yang kompeten, serta komitmen kuat terhadap tata kelola perusahaan yang baik, PLN Enjiniring terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia. Perusahaan juga berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi engineering yang inovatif, terpercaya, dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya sistem energi nasional yang tangguh serta berdaya saing global.

Bangun Sistem Tata Kelola

Pada kesempatan tersebut, Chairani didampingi Komisaris PLN Enjiniring sekaligus Ketua Komite Audit, Fritz Edward Siregar, yang memiliki peran penting dalam penguatan tata kelola perusahaan. Menurut Chairani, kolaborasi antara Direksi, Dewan Komisaris, dan berbagai komite pendukung menjadi faktor penting dalam memastikan implementasi GRC berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya membangun sistem tata kelola yang kuat agar tidak bergantung pada individu tertentu, melainkan menjadi budaya yang tertanam dalam seluruh proses bisnis perusahaan.

“Tugas kami sebagai Direksi bersama Dewan Komisaris adalah memastikan bahwa praktik-praktik GRC yang telah dibangun selama ini dapat terus berjalan dan berkembang. Yang kami bangun bukan hanya sistem, tetapi juga budaya tata kelola yang akan menjadi bagian dari organisasi,” ujarnya.

Selain fokus pada tata kelola, PLN Enjiniring juga terus mendorong penerapan prinsip keberagaman dan inklusi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Hingga saat ini, keterwakilan perempuan dalam jajaran manajemen perusahaan mencapai sekitar 31 persen.

Capaian tersebut dinilai sejalan dengan komitmen PLN Group untuk meningkatkan peran perempuan dalam posisi-posisi strategis dan kepemimpinan.

BACA JUGA:   PT Bhumi Jati Power Implementasikan CSR Berkelanjutan melalui Program Communal Cow Farm

“Kami percaya bahwa keberagaman memberikan perspektif yang lebih luas dalam pengambilan keputusan dan memperkuat kemampuan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis,” kata Chairani.

Sebagai bagian dari transformasi perusahaan, sejak 2023 PLN Enjiniring menjalankan strategi transformasi jangka panjang yang disusun bersama konsultan global McKinsey & Company. Strategi tersebut dikenal dengan nama 6G Transformation Strategy dan menjadi peta jalan perusahaan hingga tahun 2030.

Melalui strategi tersebut, PLN Enjiniring telah menetapkan 51 program aksi yang akan dijalankan secara bertahap untuk memperkuat kapabilitas organisasi, meningkatkan daya saing, serta memperluas kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan sektor ketenagalistrikan nasional.

“Target kami pada tahun 2030 adalah menjadikan PLN Enjiniring sebagai center of excellence di bidang engineering, baik untuk PLN Group maupun untuk Indonesia,” ujar Chairani.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan memfokuskan pengembangan bisnis ke dalam lima klaster utama yang tetap berlandaskan pada kompetensi inti di bidang engineering. Pendekatan ini dilakukan agar perusahaan dapat mempertahankan fokus bisnis sekaligus menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan bernilai tambah bagi pelanggan.

Dalam menjalankan perannya, PLN Enjiniring terlibat sejak tahap perencanaan sistem ketenagalistrikan nasional yang mengacu pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Dokumen tersebut menjadi pedoman pengembangan ketenagalistrikan Indonesia dalam jangka panjang dan menjadi dasar bagi PLN dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur kelistrikan.

“Di sektor ketenagalistrikan, kita memiliki perencanaan jangka panjang yang jelas melalui RUPTL. PLN Enjiniring berkontribusi sejak tahap studi kelayakan, pengadaan, detail desain, supervisi konstruksi hingga proses commissioning. Dengan demikian, kami turut memastikan setiap proyek dapat berjalan sesuai standar kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan yang telah ditetapkan,” jelas Chairani.

Melalui penguatan tata kelola perusahaan, transformasi bisnis yang berkelanjutan, pengembangan sumber daya manusia, serta fokus pada aspek sustainability, PLN Enjiniring optimistis dapat terus mendukung PLN Group dalam menghadirkan sistem ketenagalistrikan yang andal, efisien, dan ramah lingkungan.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Previous Post

Launching Krista InterFOOD 2026, Kemenpar Dorong Pameran Jadi Penggerak Ekosistem Gastronomi Nasional

Next Post

Jalan Daerah Era Presiden Prabowo Diperlebar Menjadi Sekitar 8 meter Dari Semula Sekitar 3 Meter

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR