PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) memperkuat transformasi human capital atau pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu fondasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Melalui penyusunan roadmap Human Capital 2026–2030, Bank Kalbar berupaya memastikan pengembangan kompetensi, pengelolaan talenta, dan peningkatan kinerja pegawai berjalan selaras dengan arah strategi bisnis perusahaan.
Jakarta, TopBusiness – Komitmen tersebut dipaparkan dalam proses penjurian TOP Human Capital Awards 2026. Direktur Utama Bank Kalbar H. Rokidi bersama Kepala Divisi SDM, Edy Kusnaedi memaparkan strategi transformasi human capital yang mengusung tema “Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence” atau membuka potensi sumber daya manusia untuk mewujudkan keunggulan bisnis berkelanjutan.
Dalam pemaparan tersebut, Bank Kalbar menempatkan pengelolaan SDM bukan sekadar sebagai fungsi administratif, melainkan sebagai bagian strategis yang berkontribusi terhadap pencapaian target bisnis dan penguatan daya saing perusahaan.
“Roadmap Human Capital Bank Kalbar 2026–2030 dirancang untuk menghubungkan roadmap manajemen sumber daya manusia dengan strategi bisnis bank. Dengan pendekatan tersebut, program pengembangan SDM diharapkan dapat menjawab kebutuhan organisasi sekaligus mendukung pencapaian sasaran bisnis secara terukur,” ungkap Edy Kusnaedi dalam wawancara penjurian Rabu (21/10/2026), di Jakarta .
Human Capital Jadi Penggerak Kinerja Bisnis
Pentingnya transformasi human capital juga tercermin dalam kinerja bisnis Bank Kalbar sepanjang 2024–2025. Berdasarkan data Human Capital Business Index yang dipaparkan, pendapatan Bank Kalbar meningkat dari Rp2,10 triliun pada 2024 menjadi Rp2,27 triliun pada 2025.
Dalam periode yang sama, laba bersih juga tumbuh dari sekitar Rp485,80 miliar menjadi Rp511,14 miliar. Kinerja tersebut menjadi salah satu indikator bisnis yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan perusahaan seiring dengan pengelolaan sumber daya manusia dan efisiensi organisasi.
Di sisi lain, jumlah pegawai atau full-time equivalent (FTE) tercatat turun dari 1.741 pada 2024 menjadi 1.686 pada 2025. Biaya kompensasi pegawai juga menurun dari Rp623,30 miliar menjadi Rp601,14 miliar.
Data tersebut menunjukkan adanya perubahan pada sejumlah indikator bisnis dan SDM. Pengukuran melalui Human Capital Business Index menjadi instrumen penting untuk memantau hubungan antara pengelolaan tenaga kerja, biaya SDM, produktivitas, dan hasil bisnis perusahaan.
Bagi Bank Kalbar, pengelolaan human capital ke depan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga pada bagaimana kompetensi, produktivitas, dan kapasitas pegawai dapat mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Lima Fokus Pengembangan Human Capital
Guna mewujudkan arah transformasi tersebut, materi presentasi Bank Kalbar menyoroti sejumlah aspek utama dalam sistem pengelolaan human capital atau Human Capital Management System (HCMS).
Pertama, Strategic Human Capital Leadership, yakni penguatan kepemimpinan dan penyelarasan strategi SDM dengan kebutuhan serta arah bisnis perusahaan. Pendekatan ini menempatkan fungsi human capital sebagai mitra strategis manajemen dalam mengembangkan organisasi.
Kedua, Human Potential & Talent Management, yang berfokus pada pengembangan potensi pegawai dan pengelolaan talenta. Aspek ini menjadi penting untuk memastikan bank memiliki sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan organisasi saat ini maupun pada masa mendatang.
Ketiga, Learning & Future Skills, yang menitikberatkan pada pembelajaran dan pengembangan keterampilan masa depan. Melalui pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, pegawai diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan industri perbankan, perkembangan teknologi, dan kebutuhan layanan nasabah.
Keempat, Employee Experience & High Performance Culture, yaitu penguatan pengalaman pegawai dan budaya kerja berkinerja tinggi. Lingkungan kerja yang mendukung diharapkan dapat mendorong keterlibatan pegawai, produktivitas, serta pencapaian target organisasi.
Kelima, Digital HC & AI Enablement, yang mengarahkan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan SDM. Transformasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan proses human capital yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Seluruh fokus tersebut dilengkapi dengan aspek Business Impact & Sustainability, yang menekankan pentingnya dampak pengelolaan human capital terhadap kinerja bisnis dan keberlanjutan perusahaan.
Pengembangan Kompetensi dan Efisiensi SDM
Dalam aspek pengembangan kompetensi, data yang disampaikan Bank Kalbar mencatat sebanyak 7.299 peserta pendidikan dan pelatihan pada 2024, sedangkan pada 2025 jumlahnya tercatat 4.855 peserta. Biaya pelatihan juga berubah dari Rp23,16 miliar menjadi Rp19,74 miliar.
Angka tersebut memperlihatkan adanya perubahan pada jumlah peserta dan biaya pelatihan antartahun. Namun, efektivitas program pengembangan SDM tetap perlu dilihat melalui keterkaitannya dengan peningkatan kompetensi, penerapan keterampilan dalam pekerjaan, serta kontribusinya terhadap pencapaian target perusahaan.
Selain itu, jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tercatat dalam indikator tersebut menurun dari 14 pada 2024 menjadi delapan pada 2025. Indikator-indikator ini menjadi bagian dari gambaran pengelolaan tenaga kerja yang disampaikan dalam evaluasi human capital Bank Kalbar.
Ke depan, pengembangan kompetensi, pengelolaan talenta, dan pemanfaatan teknologi diharapkan dapat berjalan sebagai satu kesatuan. Dengan demikian, investasi pada SDM tidak berhenti pada pelaksanaan program pelatihan, tetapi turut mendukung peningkatan kapasitas organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.
Siapkan SDM untuk Tantangan Masa Depan
Melalui roadmap Human Capital 2026–2030, Bank Kalbar menegaskan arah pengembangan SDM yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan bisnis. Strategi tersebut mencakup penguatan kepemimpinan, pengembangan talenta, pembelajaran berkelanjutan, budaya kerja berkinerja tinggi, serta pemanfaatan teknologi digital dan AI.
Dalam konteks industri perbankan yang terus berkembang, kesiapan SDM menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kemampuan perusahaan beradaptasi, meningkatkan kualitas proses kerja, dan merespons kebutuhan nasabah.
Partisipasi Bank Kalbar dalam penjurian TOP Human Capital Awards 2026 menjadi kesempatan untuk memaparkan strategi, sistem, serta indikator pengelolaan human capital yang diterapkan perusahaan. Materi yang disampaikan memperlihatkan upaya Bank Kalbar untuk menempatkan pengembangan manusia sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Dengan menghubungkan strategi SDM dan sasaran bisnis, Bank Kalbar diarahkan untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, produktif, dan berorientasi pada kinerja. Pada akhirnya, transformasi human capital diharapkan dapat menjadi fondasi bagi penciptaan nilai bisnis yang berkelanjutan sekaligus mendukung penguatan peran Bank Kalbar dalam melayani masyarakat dan perekonomian daerah.
