TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

REI DKI Ajak Pengembang Cari Dana di Pasar Modal

Busthomi
27 February 2020 | 15:47
rubrik: Business Info, Capital Market
REI DKI Ajak Pengembang Cari Dana di Pasar Modal

Jakarta, TopBusiness – Industri properti sejauh ini masih membutuhkan dana besar guna membiayai banyak proyek dalam setiap tahunnya. Namun sayangnya, pendanaan tersebut relatif terbatas, sehingga dibutuhkan alternatif lain seperti dari pasar modal.

Pasar modal yang sebetulnya sudah cukup lama dikenal sebagai wahana untuk memperoleh pendanaan bagi perusahaan ternyata belum dimanfaatkan secara optimal oleh sebagian besar perusahaan pengembang anggota Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta.

Hal ini seperti disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI DKI Jakarta, Arvin Iskandar pada pembukaan Go Public Workshop REI DKI Jakarta dan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Main Hall Gedung BEI Jakarta, Kamis (27/2).

“Kenyataan kalangan pengusaha anggota REI di DKI Jakarta belum banyak memanfaatkan sarana Go Public untuk mendapatkan pendanaan yang lebih luas. Padahal industri properti adalah industri yang padat modal,” terang dia.

Untuk itu, dia melanjutkan, pihaknya mengajak dan mendorong anggota REI, khususnya perusahaan yang merupakan anggota REI DKI Jakarta untuk lebih maju dan berkembang dengan cara mencari pendanaan alternatif melalui pasar modal.

Arvin mengaku, dalam melakukan ekspansi usaha, selama ini sebagian besar perusahaan anggota REI di DKI Jakarta, permodalan masih sangat bergantung kepada dana jangka pendek, lewat perbankan atau modal sendiri.

Padahal ada sumber-sumber pendanaan jangka panjang lain yang bisa dipilih di pasar modal seperti saham, sukuk obligasi dan instrumen di pasar modal lainnya.

“Harus diakui ketika pasar menurun, perusahaan ingin ekspansi usaha atau memperpanjang kredit di perbankan cukup sulit. Dengan go Public maka akses pendanaan jangka panjang di pasar modal akan terbuka sehingga perusahaan semakin berkembang,” ujar dia.

Selain itu, jika mereka menjadi perusahaan tercatat di Bursa tata kelola perusahaan juga akan lebih baik. Maka dari itu, pihaknya mendorong BEI untuk mensosialisasikan, bagaimana agar kemudian anggota REI di DKI Jakarta tertarik melakukan pencatatan perdana saham atau IPO.

BACA JUGA:   Otomotif dan Komoditas Pacu Penjualan Astra Kuartal III-2021

Kegiatan Go Public Workshop yang diselenggarakan  DPD REI DKI Jakarta dan BEI dengan tema ‘Optimalisasi Pertumbuhan Perusahaan melalui Go Public’ menyajikan beberapa materi di antaranya adalah potensi perusahaan lewat go public, strategi dan persiapan go public, persaingan keuangan dan audit go public succes story’ go public.

Dengan sejumlah narasumber dari BEI, kantor akuntan publik, perusahaan penjamin emisi, dan pelaku di sektor properti.

DPD REI DKI Jakarta dengan 400-an perusahaan akan terus melakukan sosialisasi kepada anggotanya agar tertarik melantai di bursa. “Saya yakin pengusaha anggota REI yang tertarik. Tinggal bagaimana DPD REI DKI Jakarta dan BEI terus mensosialisasikan agar mereka tertarik,” tutup Arvin.

Tags: ipopasar modalREI
Previous Post

Indonesia Kuat dari Jiwa-Jiwa yang Sehat

Next Post

IHSG Amblas 7%, BEI Terapkan Crisis Management Protocol

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR