Jakarta, TopBusines – Aktivitas CSR sepertinya sudah melekat dengan PT Asmin Bara Bronang (ABB) sebagai perusahaan tambang batu bara yang memiliki wilayah operasi di Provinsi Kalimantan Tengah ini. Pasalnya kegiatan CSR yang merupakan bentuk tanggung jawabnya terhadap masyarakat disebut sudah menjadi core business dari perusahaan tambang milik group Astra ini.
Sejalan dengan strateginya untuk menjadi sebuah A-Plus Company, ABB mengusung tiga pilar utama, yakni A-Plus Product, A-Plus System, dan A-Plus People yang semuanya mengacu pada core value perusahaan, yaitu Be A-Plus (believe, excellence, accountability, proactive, sincerity, leading, dan unity).
Seperti dikatakan Wiwin Suhartanto, CSR Department Head PT Asmin Bara Bronang, untuk kegiatan CSR sendiri, masuk di salah satu pilarnya, yaitu A-Plus Product, di mana untuk mendapatkan A-Plus Product tentu dibutuhkan operation yang excellence.
“Kami sampaikan bahwa CSR kita sudah masuk dalam core business, sehingga betul-betul aktivitas yang kita lakukan itu sudah menjadi bagian utama dari kegiatan penambangan,” ujar Wiwin pada sesi Penjurian Top CSR Awards 2021 yang diadakan Majalah Top Business secara virtual.
Secara konseptual, Wiwin menegaskan bahwa CSR yang dilakukan perusahaan juga mengacu pada pedoman-pedoman yang saat ini menjadi acuan program CSR, mulai dari ISO 26000, GRI, Proper, dan termasuk juga OJK. “(Dari sini) muncullah kebijakan kita, kemudian sampai ke grand design (CSR) kita ‘From Charity to Mandiri’,” ujar Wiwin.
Di awali dari tahun 2011 pada masa konstruksi, masuk di tahun 2021, CSR ABB kini sudah masuk pada tahapan pemantapan nilai di mana kegiatan empowering pun sudah lebih optimalkan menjadi 70%. “Sehingga harapannya nanti di tahun 2025 kita sudah bisa mencapai pada komunitas mandiri (kemandirian masyarakat),” ungkap Wiwin.
Untuk diketahui, CSR PT ABB yang diawali dengan tahapan Konstruksi pada tahun 2011-2014 dengan penekanan pada Networking Program 60%, Servicing Program 30%, dan Empowering Program 10%. Selanjutnya pada tahun 2015 ada tahapan Bersahabat dengan Networking Program 50%, Servicing Program 30%,Empowering Program 20%. Di 2016 PT ABB mamasuki tahapan Harmony dengan Networking Program 40%, Servicing Program 30%, dan Empowering Program 30%.
Kemudian di tahun 2017 – 2018 memasuki tahapan Pemberdayaan dan Networking Program 30%, Servicing Program 30%, dan Empowering Program 40%. Adapun di tahun 2019-2020 PT ABB menerapkan tahapan Perubahan Nilai dengan Networking Program 20%, Servicing Program 30%, Empowering Program 50%. Dan seperti disebutkan pada tahun 2021 perusahaan masuk ke tahap Pemantapan dan mengubah porsi programnya, menjadi Networking Program 10%,Servicing Program 20%, dan Empowering Program 70%.
CSR di Masa Kenormalan Baru
Tidak bisa dipungkiri pandemi Covid-19 berimbas pada banyak hal, tak terkecuali pada urusan CSR. Diakui Wiwin, pandemi Covid-19 sangat berimbas pada aktivitas operasional perusahaan, termasuk kegiatan-kegiatan CSR.
”Sehingga program-program (CSR) yang kita laksanakan pun juga kita selaraskan untuk pencegahan penyebaran virus corona di level masyarakat,” tandasnya.
Misalnya, sebagai wujud komitmen perusahaan untuk kegiatan CSR di internal, ABB melakukan sejumlah kegiatan seperti tes SWAB, Isotermal/PCR untuk semua karyawan maupun tamu yang akan masuk ke site ABB. Kemudian kami juga melakukan Rapid Test Antigen secara berkala sesuai dengan aktivitas operasional di perusahaan. Kemudian pemberian Vitamin rutin untuk menambah imunitas karyawan, serta penerapan Protokol Kesehatan dalam semua aktivitas operasional.
Adapun inisiatif CSR pada masa pandemi pada level masyarakat, ada lima tahapan yang menjadi acuan bagi ABB, antara lain tahap pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, sampak ke tahap pemulihan.
“Alhamdulillah semua program sudah kami jalankan. Dari sosialisasi kepada masyarakat, pemberian bantuan untuk APD COvid-19 di level masyarakat kabupaten, kecamatan, sampai provinsi. Sampai kita memberdayakan kaum disiabilitas untuk pembuatan masker kain untuk menambah ekonomi mereka,” tandas Wiwin.
Atas peran aktif dan peran sertanya dalam program pencegahan Covid-19 di masyarakat, akhirnya PT ABB pun mendapat apresiasi dari camat dan bupati Kapuas.
Adopsi CSV dan ISO 26000 SR
Dalam menjalankan program CSR, ABB juga tidak melupakan prinsip CSV (Creating Shared Value) dan prinsip yang tertuang dalam ISO 26000.
Sejatinya ABB memiliki sejumlah program CSR yang sejalan dengan CSV. Namun, pada paparannya Wiwin hanya mengungkap satu, yakni Proram Kampung Mandiri Lestari berupa Program Pertanian Terpadu (Integrated Farming System-IFS) yang berfokus pemanfaatan sumber daya lahan dan pemasaran terpadu melalui Koperasi Taraku Mandiri.
Dari program ini, petani binaan ABB bisa menyuplai logistik ke perusahaan sehingga sama-sama memiliki manfaat ekonomi, termasuk manfaat lingkungan. “Karena kita sudah merubah paradigma masyarakat yang tadinya merusak alam akhirnya kita bisa terapkan sistem IFS,” ujar Wiwin.
Sementara untuk adopsi CSR terhadap ISO 26000, setidaknya ada lima program yang dilaksanakan oleh ABB, antara lain Program Pendidikan, Program Kesehatan, Program Infrastruktur, Program Ekonomi, dan Program Lingkungan.
Penulis: Fauzi
