Jakarta, TopBusiness – PT Pelabuhan Tanjung Priok(PTP Multipurpose) terpilih sebagai Finalis ajang TOP Corporate Social Responsibility Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah Top Business bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan konsultanbidang CSR.
PTP Multipurposememiliki aktivitas usaha sebagai terminal operator multipurpose pelabuhan yang melayani kegiatan bongkar muat curah cair, curah kering, dan general cargo. Saat ini, PTP Multipurpose beroperasi di 10 cabang pelabuhan IPC Group.
Strategi bisnis yang dijalankan PTP Multipurposedenganmenyediakan pelayanan maksimal kepada customer melalui fasilitas yang memadai untuk penanganan kargo denganmengedepankan fix cost, fix time, dan safety.
Sebagai Finalis TOP CSR Awards 2021, PTP Multipurposetelah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan Dewan Juri TOP CSR Awards 2021 yang diselenggarakan secara online pada Jumát, 5Maret 2021. Mewakili perusahaan mengikuti tahapan ini yaitu: Tito Muliawan, SVP Sekretaris Perusahaan; Anintya Novitasari, DVP Komunikasi Perusahaan & CSR; dan Nurdasih, staf Komunikasi Perusahaan & CSR.
Kebijakan dan Strategi CSR
Dalam presentasinya kepada dewan juri, Tito memaparkan kebijakan dan strategi yang dijalankan PTP Multipurpose di masa Pandemi Covid-19 dan Kenormalan Baru.
“Pertama, Program CSR wajib mengikuti protokol kesehatan, tidak diperbolehkan mengadakan program yang menimbulkan kerumunan warga.”
“Kedua, Program CSR difokuskan pada pembagian kebutuhan pokok dan pendistribusian new normal kit kepada wargasekitar pelabuhan.”
Program CSR Unggulan
Tito melanjutkan pemaparan dengan menjelaskan program unggulan yang dilaksanakan perusahaan terkait Pandemi Covid-19 dan era Kenormalan Baru.
“Kami memiliki Program PTP Peduli bidang Kesehatan, berupapembagian masker dan hand sanitizer gratis kepada warga masyarakatdan yayasan sekitar pelabuhan, supir truk, dan para tenaga kerjabongkar muat pelabuhan.”
“Berikutnya, kami membagikan sembako kepada warga masyarakat di sekitar pelabuhan untuk mengurangi dampak ekonomiyang diakibatkan oleh pandemi.”
Program CSR Bank Sampah Adopsi Konsep CSV (Creating Shared Value – Berbagi Manfaat Bersama)
Kepada dewan juri, Tito menjelaskan PTP Multipurpose memiliki program CSR yang selaras dengan bisnis inti perusahaan, “Program Bank Sampah PTP selaras dengan bisnis inti perusahaan sebagai operator pelabuhan. Karena kerap terjadi pendangkalan perairan sekitar pelabuhan yang diakibatkan oleh adanya sampah dari kali warga yang terbawa mengalir ke perairan sekitar pelabuhan. Jika terjadi hal demikian, kami harus melakukan pengerukan perairan pelabuhan yang membutuhkan biaya yang mahal.”
Anintya Novitasari memaparkan Program Bank Sampah PTP adalah Program CSR di bidang Lingkungan. Berupa program pengumpulan sampah warga yang berlokasi di sekitar perusahaan yaitu Kelurahan Lagoa, Tanjung Priok. Sampah yang sudah dikumpulkan oleh masyarakat dapat dijual sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga.
“Latar belakang dijalankannya program ini memperhatikan kondisi geografis, sosial dan ekonominya, pertama, Kelurahan Lagoa Tanjung Priok dengan luas wilayahluas 1,5 km2 dihuni 69.686 jiwadengan 21.612 Kepala Keluarga. Artinya, kelurahan ini memiliki kepadatanpenduduk 40.305 jiwa/km2.
“Di kelurahan ini wilayah paling padat adalah RW 03 dengan jumlah 1.500 KK dari 18 RT. Dimana dalam satu rumah terdapat 3-4 KK (orang tuadan anak yang sudah menikah).
“Kondisi padatnya penduduk dan budayamembuang sampah tidak pada tempatnyamembuat RW 03 jadi kumuh dantidak sehat.”
Sebagai solusi kondisi tersebut, PTP Multipurpose, dibantu konsultan SPRINT, pada tahun 2016 merancang program CSR community based development berupa Bank Sampah.
Tujuan program ini, lanjut Anintya, pertama, membangun budaya pada warga RW 03 Lagoa untuk membuangsampah pada tempatnya.
“Kedua, menambah pendapatan bagi warga RW 03 Lagoa dengan caramengumpulkan sampah ke Bank Sampah.”
”Terakhir, menambah kreativitas warga dengan mendaur ulang sampahmenjadi barang yang dapat dipakai kembali/dijual.”
“Mulai tahun 2016 hingga 2020, Program Bank Sampah kami sebut ada dalam tahap pertama yaitu Infrastructure Establishment and Culture Development. Dalam tahap ini proses yang kami lakukan, pertama, mengajak warga untuk bersih-bersih lingkungan kampung Lagoa.”
“Kedua, mendirikan bangunan bank sampah serta menyediakan fasilitas(truk motor untuk mengangkut sampah). Ketiga, mengadakan penyuluhan kepada warga akan pentingnyakebersihan dan sosialisasi bahwa telah dibangun bank sampah di kampung Lagoa.”
“Keempat, membangun budaya membuang sampah pada tempatnya denganrewards & punishment (rewards: hadiah bagi pengumpul sampahterbanyak ke bank sampah, punishment : sanksi sosial bagi yang membuang sampah sembarangan (foto disebar, dipersulit saatpengurusan dokumen). Kelima, mengadakan pelatihan kerajinan tangan bagi warga Lagoa.”
Menurut Anintya, hingga saat ini, sejumlah hasil yang telah dicapai dari program ini berupa: anggota Bank Sampah telah mencapai 160 orang, Bank Sampah terus beroperasi dan dapatmeningkatkan perekonomian warga RW 03 Lagoa.
“Lingkungan RW 03 Lagoa bersih dan wargamemiliki budaya untuk membuang sampah padatempatnya. Lingkungan RW 03 menjadi local champion/ kampung percontohanbagi RW lain yang akanmengimplementasikan Bank Sampah.”
Dengan keberhasilan pelaksanaan Program Bank Sampah di tahap pertama itu, PTP Multipurpose mulai tahun 2021 sampai 2022 menjalan tahap ke 2 yaitu Value-added improvement and corporate culture program.
“Di tahap ke 2 ini, kami akan menyediakan alat pencacah sampahsehingga dapat meningkatkan value addedharga jual sampah (yang awalnyahanya 3 ribu rupiah per kg menjadi90 ribu per kg),” ungkap Anintya.
“Kemudian, membangun budaya 5R padaperusahaan dengan membuat program pengumpulan sampah dari pegawaiPerusahaan ke Bank Sampahsehingga dapat meningkatkanpendapatan anggota Bank Sampah.”
“Terakhir, menyediakan alat pengubah sampahmenjadi solar yang dapat digunakansebagai bahan bakar alat pencacahsampah dan dapat dijual kepadanelayan yang membutuhkan solar untuk menggerakkan kapalnya.”
Program CSR Bidang Pendidikan
Selain Bank Sampah PTP, Tito memaparkan program CSR PTP Peduli di bidang Pendidikan yang telah dijalankan perusahaansejak tahun 2019 hingga sekarang.
“Kami mendirikan Taman Baca Sahabat PTP di Jambi berupa perpustakaanramah anak di daerah cabang perusahaan gunamenumbuhkan kebiasaan dan kecintaan membaca sejak dini dan menjadi taman bacamasyarakat.”
“Manfaat Taman Baca Sahabat PTP, bisa diakses masyarakat dari berbagai kalangan, baik anak-anakmaupun orang dewasa. Menyediakanberagam buku bacaan mulai dari buku pelajaran, bukubacaan anak, buku budidaya tanaman, ikan, dantumbuhan, kerajinan, dll.”
“Manfaat lainnya dari Taman Baca Sahabat PTP, untuktempat pelatihan warga dan tempat perlombaananak-anak, seperti mendongeng, membaca puisi, dan mewarnai. Sehingga menumbuhkan minat bacasejak dini dan mengentaskan buta huruf di masyarakat.”
“Program lainnya, kami melakukan joint CSR Bersama dengan beberapa anak perusahaan IPC Group berupa Program Pembelajaran Kejar Paket C Setara SMA ari tahun 2019 hingga sekarang di daerah Kalibaru, Jakarta Utara. Manfaatnya, peningkatan kualitas pendidikan bagi warga di wilayah Kalibaru,” tutup Tito.
Penulis: Teguh Imam Suyudi
