Jakarta, TopBusiness – Mengusung visi untuk menjadi industri manufaktur pendukung konstruksi terkemuka di indonesia, PT Hutama Karya Aspal Beton (Hakaaston) dalam lima tahun terakhir menunjukkan kinerja bisnis yang cukup bagus.
Anak usaha PT Hutama Karya yang berdiri 10 tahun silam ini berkembang pesat terutama setelah mendapat penugasan dari pemerintah untuk membantu penyelesaian proyek Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS).
“Alhamdulillah dalam kurun 10 tahun ini Hakaaston sudah banyak berkembang secara quantity, sehingga 2018-2020 ini kami coba imbangi secara quality termasuk dalam program CSR. CSR ini bagian dari program wajib Hutama Karya sebagai BUMN, kemudian kami melengkapi hal-hal yang menjadi kepentingan induk secara mandatori juga ada inisiasi,” ujar Direktur Keuangan dan Human Capital PT Hakaaston Mohammad Izzan Zubair dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2021 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Kamis (18/3/2021).
Hadir pula dalam penjurian ini antara lain Sekretaris Perusahaan Aditya Nur Rahadi Assistant Manager Corporate Communication & CSR Harya Digdaya, serta Staf Corporate Communication & CSR Mohammad Ikbal Zamzami. Tim Hakaaston dalam presentasinya membawakan materi berjudul “CSR Kuat & Berkesinambungan di Era Pandemi”.
Menurut Izzan Zubair yang pernah menjabat sebagai Vice President PKBL, CSR dan Protokoler PT Hutama Karya ini, dalam tiga tahun terakhir PT Hakaaston menata kembali program-program CSR yang dijalankan perusahaan. Tahun 2020, pihaknya juga melakukan pendekatan berbeda dalam pelaksanaan program CSR dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun 2020, pendekatannya agak berbeda, di samping bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar, kita juga ada kegiatan sosial seperti pemberian ambulan dan kegiatan-kegiata sosial lainnya,” kata Izzan.
Sekretaris Perusahaan Aditya Nur Rahadi menambahkan, pandemi covid 19 yang terjadi pada 2020 cukup memberikan efek secara bisnis ke Hakaaston sebagaimana juga terjadi pada industri manufaktur precast lainnya di Indonesia. Tapi kondisi ini justru jadi momentum bagi Hakaaston untuk berkontribusi lebih kepada masyarakat.
“Karena kami memiliki 21 unit produksi di seluruh Indonesia yang memang hampir semuanya di daerah tersebut terdampak cukup besar oleh pandemi, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Peran Hakaaston menjadi sangat krusial untuk memberikan kontribusi kepada semua stakeholders baik ke karyawan, masyarakat dan customer. Fokus kami memberikan CSR di lingkungan sekitar unit bisnis maupun unit produksi kami, sehingga bisa memberikan impact secara langsung maupun tidak langsung terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan,” tutur Aditya.
Menurut dia, kebijakan dan strategi CSR Hakaaston menyesuaikan atau inline dengan prosedur dan kebijakan PT Hutama Karya selaku induk perusahaan. Perusahaan juga mengadopsi klausa inti yang ada di ISO 26000 serta 17 goals yang ada dalam Sustainable Development Goals (SDG’s).
Setiap tahun, kata Aditya, Hakaaston mengalokasikan 1,5% dari keuntungan perusahaan untuk program CSR. Ketentuan itu sudah ditetapkan menjadi kebijakan perusahaan yang juga berlaku di seluruh unit produksi yang ada Indonesia. Kebijakan itu juga dimasukkan dalam SOP, Pedoman, dan Surat Edaran yang secara internal telah dibukukan dan disebarluaskan kepada seluruh pegawai Hakaaston.
“Kegiatan PT Hakaaston cakupannya cukup luas mulai dari ujung Sumatera di Aceh sampai wilayah timur di Ambon kita punya unit produksi, dan pelaksanaan CSR ini kita customize mengikuti kebutuhan seluruh stakeholder di masing-masing unit produksi,” tutur Aditya yang menegaskan bahwa strategi CSR Hakaaston terutama untuk mendukung keberlangsunga bisnis perusahaan.
CSR Unggulan di Masa Pandemi
Secara umum di masa pandemi ini, Hakaaston melaksanakan beberapa kegiatan CSR yang sangat relevan di masing-masing unit produksi. Yang cukup signifikan adalah Hakaaston Peduli, di mana dalam program ini perusahaan membagikan tiga unit mobil, terdiri atas 2 unit ambulan dan satu unit mobil operasional sosial. Sasaran program bantuan mobil ini ada di Cirebon, Kandis (Riau) dan Bekasi. Hakaaston dalam program ini menggandeng Yayasan Sosial Cahaya Foundation.
Assistant Manager Corporate Communication & CSR Harya Digdaya menambahkan, ada beberapa program CSR unggulan lainnya di masa pandemi Covid-19 dan kenormalan baru. Kagiatan yang dilakukan berupa tindakan penanggulangan covid-19 secara preventif di 21 unit produksi Hakaaston yang tersebar di seluruh Indonesiadan dengan sekitar 1.000 orang pekerja tetap dan pekerja harian.
“Kami sangat bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan kesehatan dan antisipasi penanggulan covid-19 secara preventif. Salah satu kegiatannya adalah pemberian obat-obatan dan vitamin serta logistik yang terkait penanggulangan covid 19 yang ada di area unit produksi kami. Ini diberikan kepada seluruh karyawan dan keluarganya. Kami memberi hastag program ini adalah #HKAlawancovid19 dan #Memproduksikebaikan,” tutur Harya.
Selain itu, menurut dia, Hakaaston juga memberikan sosialisasi terkait bahaya covid-19 kepada masyarakat. Pihaknya memberikan bantuan wastafel untuk cuci tangan di tempat ibadah di Kabupaten Cirebon. Pelaksananya adalah unit produksi Hakaaston Palimanan.
“Wastafel ini tidak dibeli, tapi produksi kami sendiri menggunakan bahan baku konstruksi atau besi- yang ada, seng saja yang beli. Kita memberikan ke rumah ibadah di Cirebon,” kata Harya.
Program CSR unggulan lainnya adalah bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi covid 19. Total ada 31 kabupaten dan kota serta 35 kecamatan yang menjadi sasaran bantuan logistik sembako. “Karena dampak covid 19 ini membuat penghasilan dan daya beli masyarakat turun. Kami juga ada bantuan tunai langsung,” tuturnya.
Menurut Aditya, Program CSR yang dijalankan perusahaan sudah mengadopsi pendekatan Creating Share Value (CSV) atau Berbagi Manfaat Bersama. Itu terlihat dalam program pemberian bantuan mobil untuk ambulan dan operasional Yayasan Sosial. Program CSR lainnya yang juga mengadopsi CSV adalah program pelatihan pembuatan paving block dengan memanfaatkan limbah filler atau bahan pencampur aspal dan beton pada asphalt mixing plant (AMP) dan batching plant (BP) .
“Ini kami berikan pelatihan kepada masyarakat sekitar unit produksi sehingga mereka bisa menciptakan produk-produk baru dan menciptakan lapangan pekerjaan. Ini adalah CSV yang kami lakukan kepada masyarakat,” kata Harya.
