TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Optimalkan Pangsa Pasar ASN di Kabupaten OKU Picu Kinerja BPR Baturaja Terus Positif

Busthomi
10 May 2021 | 13:17
rubrik: BUMD, Event
Optimalkan Pangsa Pasar ASN di Kabupaten OKU Picu Kinerja BPR Baturaja Terus Positif

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Baturaja (Perseroda) milik Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan terus mengusung strategi bisnis agar bisa survive di tengah pandemi ini. Dan hasilnya, kinerja mereka terus bertumbuh, padahal sektor perbankan nasional sempat melesu di tengah pandemi.

Salah satu strategi yang dilakukan oleh BPR Baturaja ini adalah dengan mengoptimalkan pangsa pasar (captive market) mereka yakni kalangan Aparat Sipil Negara (ASN) di seluruh wiayah Kabupaten OKU tersebut. Dengan strategi itu, memicu laju kredit BPR pun tetap lancar, namun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terkendali dengan baik.

Tercatat, dengan cara seperti itu, perseroan daerah ini bisa membukukan kinerja yang positif sepanjang 2020 lalu. Hal ini seperti disampaikan oleh Direktur Utama BPR Baturaja, Januar Hertanto dalam sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021, Jumat (7/5/2021).

BPR Baturaja sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2021. TOP BUMD Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan institusi yang kompeten di bidangnya dengan menghadirkan banyak guru besar di jajaran Dewan Juri.

Kepada Dewan Juri, Januar mengatakan, untuk indikator keuangan dapat terlihat seperti rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di angka 16,28%. Angka ini masih di atas ketentuan minimal CAR BPR yang dipersyaratkan Otorotas Jasa Keuangan (OJK) yakni 12%. Sementara untuk cash ratio (CR) di posisi 25,41%.

Dengan rasio simpanan terhadap kredit (loan to deposit ratio/LDR) di angka 85,46%, return on assets (RoA) di posisi 1,45%, dengan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) di posisi 95,77%, dan NPL tetap dijaga rendah 1,61%.

BACA JUGA:   Agar Terukur, Ada GCG di Strategi CSR Astra International

“Posisi NPL ini masih didominasi oleh kredit yang nasabahnya meninggal dunia, tetapi klaim asuransinya belum terbayar. Dan kami betul-betul menggandalkan dari perusahaan asuransi ini. Sebab, sepanjang perusahaan asuransi bisa memberikan pembayaran, maka NPL akan turun kembali,” terang dia.

Sementara untuk kucuran kredit (KYD) sebanyak Rp83,398 miliar sepanjang 2020 lalu atau lebih besar dari target Rp83,008 miliar. Dengan raihan asset mencapai Rp102,096 miliar (target Rp102,012 miliar), untuk himpunan dana pihak ketiga (DPK) Rp85,983 miliar (target Rp85,868 Miliar), dan laba bersih di angka Rp1,054 miliar (target Rp0,694 miliar atau Rp694 juta).

Bahkan, jika dibandingkan secara year on year (yoy), kinerja sepanjang 2020 lalu cukup luar biasa. Untuk tahun 2019, KYD BPR Baturaja sebesar Rp76,369 miliar, asset Rp88,457 miliar, DPK sebesar Rp75,082 miliar, dan laba bersih Rp0,202 miliar. Sementara laba bersih 2020 lalu mencapai Rp1,054 miliar.

Keunggulan BPR Baturaja

Dengan performa demikian, kata dia, sejauh ini masih selaras visi-misi perusahaan. Bahkan untuk BPR yang berusia 3,5 tahun, kinerja ini sangat luar biasa. Adapun Visi BPR Baturaja adalah ‘Menjadi Bank terbesar dan terbaik di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.’ Dengan Misi: ‘Menumbuhkembangkan perusahaan yang aman, sehat dan menguntungkan bagi shareholder dan stakeholder.’

“Kebetulan di wilayah kami itu terdapat empat BPR dan salah satunya kami yang BUMD milik Kabupaten OKU, yang tiga swasta. Dengan performa kami ini, kami patut bangga, karena kami menjadi satu-satunya BPR milik Pemda di wilayah Sumatera Selatan yang telah berhasil BEP [Break Even Point] dan memberikan deviden.”

“Dari empat BUMD BPR di Sumatera Selatan, sampai saat ini baru BPR Baturaja yang sudah membagikan dividen dan mengalami BEP. Sebagai BPR yang paling muda berdiri, tapi sudah bisa memperoleh hasil yang melebihi seniornya, itu sangat membanggakan,” katanya semringah.

BACA JUGA:   Ini Strategi Transformasi BUMD Perkebunan Sumut

Kinerja tersebut memang tak lepas dari pangsa pasar yang jelas yang dikelola BPR Baturaja, yakni kalangan ASN. Sehingga produk-produk unggulan yang dimiliknya adalah produk yang menyasar ASN. Yakni, produk Tunjangan Sertifikasi Guru, produk Tunjangan Kinerja ASN, dan produk Tunjangan Perjalanan Dinas ASN.

“Ini (produk Tunjangan Perjalanan Dinas) adalah terobosan kami dan murni kreativitas kami. Produk ini dirasa sangat menguntungkan ke perusahaan dan juga ke nasabah. Jadi dasarnya adalah, di setiap Pemda itu pasti ada perjalanan dinas, dan kadang mereka (ASN) belum memperoleh anggaran perjalanan dinasnya. Sehingga, kami masuk, kami talangin dulu. Mereka tak perlu repot menggunakan uang pribadi. Ini jelas sangat membantu para ASN,” paparnya.

Sementara untuk produk Tunjangan Sertifikasi Guru, kata Januar, pihaknya menggandeng organisasi para pengajar atau guru itu. Misalnya, paguyuban guru SD, paguyuban guru SMP, paguyuban guru SMA, dan lainnya.

“Kita sosialisasikan ke mereka. Sehingga pada akhirnya bisa menguntungkan kedua pihak. Ke kami bisa angsuran menjadi lancar dan menekan NPL. Bagi mereka juga sangat terbantu. Bahkan, kami juga selalu support setiap kegiatan mereka sebagai langkah branding kami. Jadi saling bantu,” ujarnya.

Terkait dengan penguatan branding, BPR Baturaja juga menjadi salah satu sponsor perhelatan Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2020, salah satu event olahraga bersepede taraf internasional yang dicanangkan Gubernur Sumsel dan digelar setiap tahun. “Ini sebagai perusahaan kecil, tapi ikut mensponsori event internasional dan itu branding kami. Intinya, kami semua lakukan di wilayah pemasaran kami.”

Lantas, bagaimana dengan pasar kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)? Terhadap pangsa pasar ini, pihaknya mengaku realistis. Pasalnya, selama ini sudah cukup banyak bank-bank besar yang bermain di kalangan UMKM. Sementara bagi BPR Baturaja, di usia yang baru seumur jagung, dalam lima tahun bisa survive dan bertumbuh saja, sudah bagus. Maka dari itu, BPR ini tetap fokus menggarap pasar ASN.

BACA JUGA:   Berkat Alih Status, Kinerja Bank NTB Syariah Jadi Mumpuni dan Lebih Peduli

“Dengan catatan, strategi kami adalah, kami tetap biayai UMKM, tapi tidak massif. Sepanjang kami bisa pastikan UMKM itu memang aman dan berkaitan dengan Pemda. Misal di Pemda itu ada kegiatan pengadaan barang jasa atau konstruksi. Maka, UMKM-nya yang terkait itu.”

“Jadi kami biayai, tapi captive market dari Pemda. Sehingga kami bisa berkomunikasi ke Pemda dan bisa bantu kami kalau ada permasalahan pembayaran,” pungkas dia dengan menambahkan, ke depan pihaknya juga akan masuk ke pasar-pasar tradisional yang selama ini dikelola oleh Pemda OKU.

FOTO: SS TopBusiness

Tags: BPR BaturajaTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

IKK April Masuk Zona Optimis

Next Post

BSI Dorong Pertumbuhan Perbankan Syariah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR