TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sukses Ciptakan Ribuan Desa BRIlian Jadi Program TJSL Unggulan BRI Peduli

Busthomi
24 February 2022 | 06:11
rubrik: CSR, Event
Sukses Ciptakan Ribuan Desa BRIlian Jadi Program TJSL Unggulan BRI Peduli

Jakarta, TopBusiness – Sebagai bank dengan asset terbesar di Tanah Air, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tak pernah alpa untuk menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) atau di perusahaan BUMN disebut Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Proggam TJSL yang dikelola oleh BRI Peduli itu terus bertumbuh bersama pemangku kepentingan untuk menciptakan nilai dan manfaat tak hanya bagi masyarakat, tapi juga bagi perusahaan sendiri atau sesuai dengan prinsip Creating Shared Value (CSV). Salah satu program TJSL yang menjadi andalannya adalah program Desa BRIlian.

BRI sendiri saat ini menjadi perusahaan grup bisnis akbar di BUMN dengan jumlah asset per akhir Desember 2021 lalu mencapai Rp1.678,10 triliun dan mengantongi raihan laba bersih menembus Rp32,22 triliun. Dengan kinerja hebat itu, BRI pun memiliki target visi BRIvolution 2.0 hingga 2025 nanti dengan tujuan menjadi ‘The most valuable banking group in the Southeast Asia and champion of financial inclusion.’

“Sehingga, dengan semangat tumbuh bersama perusahaan anak sebagai group, maka target di 2025 ini bisa tercapai. Ini melanjutkan dari semangat sebelumnya yang hanya sebagai the most valuable banking. Saat ini, perusahaan anak BRI ada sembilan perusahaan termasuk dengan bergabungnya PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani di bawah holding BUMN. Ditambah, tiga perusahaan afiliasi dan dua perusahaan asosiasi,” papar Dinne Shovia, VP CSR and Community Development Bank BI, baru-baru ini.

Pernyataan Shovia ini disampaikan saat BRI mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2022 yang digelar oleh Majalah TopBusiness secara virtual, Senin (21/2/2022). Hadir juga dalam penjurian kali ini yang mendampingi Shovia adalah, Ganjar Nugraha, Senior Manager CSR dan Community Development dan Agusman M. Latif, Assistant Manager CSR dan Community Development.

Dan berdasar Visi-Misi BRI itu maka dalam rangka memperbesar customer base itu, bank pelat merah tersebut memiliki semboyan Go Smaller, Go Shorter, Go Faster, yang pada akhirnya menciptakan Go Cheaper. Go Smaller adalah menjangkau pasar dan masyarakat seluas-luasnya melalui perbankan kepada masyarakat kecil hingga ultra mikro.

Lalu Go Shorter, menciptakan produk dengan tenor yang lebih cepat; lalu ada Go Faster, dilakukan dengan penggunaan teknologi atau digitalisasi sehingga lebih efisien. “Dan pada akhirnya menciptkan Go Cheaper yaitu dengan digitalisisi ini, BRI menyediakan berbagai layanan perbankan berbasis digital yang jauh lebih efisien untuk menjangkau pasar yang lebih dalam dan lebih luas dengan mengatasi kendala seperti high operational cost dan high operasional risk,” tutur Shovia.

BACA JUGA:   Berdayakan Masyarakat Desa, Program TJSL PTPN XIV Dukung Bisnis Perusahaan yang Berkelanjutan

BRI Peduli

Dalam menjalankan program TJSL tersebut, BRI melakukannya melalui sederet program yang digarap oleh BRI Peduli. Dengan memiliki Visi-Misinya sendiri dalam menjalankkan program TJSL itu. Adapun Visi BRI Peduli adalah ‘Menjadi yang terdepan dalam pelaksanaan tanggungjawab sosial perusahaan untuk memberikan nilai & manfaat yang  berkelanjutan bagi pemangku kepentingan’.

Dengan Misi, adalah pertama, ‘Melaksanakan untuk mendukung bisnis Bank BRI dengan tata kelola (governance) dan pengelolaan (management) yang baik, terencana, strategis, berdampak luas dan berkelanjutan.’

Kedua, ‘Menciptakan perpaduan nilai (blended value) bagi BRI dan pemangku kepentingan; Ketiga, ‘Meningkatkan reputasi Bank BRI di mata pemangku kepentingan tanggung jawab sosial perusahaan.’

“Adapun BRI Peduli ini berpedoman pada nilai terintegrasi, terarah, terukur dampaknya, dan akuntabilitas,” imbuh Ganjar Nugraha, Senior Manager CSR dan Community Development.

“Dan sesuai arahan dari Menteri BUMN yang menyatakan, program TJSL atau CSR BUMN ini diharapkan dapat fokus di 3 bidang yakni pendidikan, pengembangan UMK (usaha mikro dan kecil), serta lingkungan,” lanjut Ganjar.

Dan untuk itu, selama 2021 lalu, sudah ada sekitar 2.000 lebih program dijalankan dalam seluruh program BRI Peduli yang telah mendukung pencapaian Social Development Goal (SDGs) itu.

Program Desa BRIlian

Sepanjang 2021 lalu, program BRI Peduli Sustainable dikembangkan dalam empat program yaitu, BRI Peduli Desa BRIlian, BRI Peduli Creation Scholarship (program beasiswa), BRI Peduli Bersih-bersih Kali, dan BRI Peduli Woman Empowerment (program pemberdayaan kelompok wanita).

“Dan di tahun lalu itu, BRI Peduli mempunyai program utama yang pelaksanaanya mempertimbangkan prinsip keberlanjutan yang panjang dan komunikasi perusahaan yang besar,” ungkap Ganjar.

Untuk Desa BRIlian ini telah menjadi program unggulan perseroan dalam menggelar program TJSL. Program ini dilakukan berupa program bantuan dan pengembangan untuk desa yang dibantu dengan pemberdayaan masyarakat dan sarana fisik.

“Desa yang akan dibantu itu adalah desa dengan keunikan khusus, UMKM yang unggul dan lainnya. Serta dilakukan peningkatan literasi keuangan dengan adanya insan Brillian sebagai penyulus digital. Dengan begitu masyarakat di sana akan kian melek keuangan yang tentu mengutungkan BRI. Dan para pelaku UMKM-nya bisa go global, go online,” tutur dia.

BACA JUGA:   TOP CSR Awards 2025 Siap Digelar, Catat Jadwalnya!

Shovia turut menuturkan,  manfaat Desa BRIlian yang dapat menguntungkan binsis BRI sendiri adalah adanya insan Brilian yang berperan sebagai Penyuluh Digital. Pasalnya, para insan Briilan konsisten meningkatkan literasi finansial dan digital nasabah BRI.

“Insan BRIlian itu wajib berperan sebagai penyuluh digital, menjadi influencer untuk mengedukasi produk digital BRI di platform digital dengan mudah dan aman tidak hanya ke nasabah, tapi juga ke seluruh masyarakat sekitar,” katanya.

Bahkan untuk meningkatkan UMKM di Desa BRIlian itu naik kelas, lanjut Shovia, salah satu platform digital yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM bisa naik kelas yaitu linkumkm. Ini merupakan platform online yang dapat diakses melalui website dan aplikasi yang bertujuan membawa UMKM Indonesia dapat naik kelas melalui pemberdayaan terpadu dengan kegiatan assessment dan modul pelatihan.

“Jadi kita membentuk Desa BRIlian ini sebagai program inkubasi dan literasi Desa Binaan BRI melalui optimalisasi BUMDes, digital, inovasi, dan sustainability,” terang Shovia lagi.

Saat ini Desa BRIlian sudah tersebar di seluruh Indonesia dengan total jumlahnya mencapai 1.191 Desa BRIlian. Berasal dari Sumatera (279 Desa BRIlian), Kalimantan (69 Desa BRIlian), Jawa (613 Desa BRIlian), Bali dan Nusa Tenggara (98 Desa BRIlian), Sulawesi (112 Desa BRIlian), serta Maluku dan Papua (20 Desa BRIlian).

“BUMDes ini yang selama ini menjadi penggerak desa terus dioptimalisasi dengan mengandalkan digital dan inovasi, sehingga menciptakan keberlanjutan. Bahkan agar Desa BRIlian ini terus berkembang, kami pun memilih mana Desa BRIlian yang terbaik dan akan kami beri apresiasi, sehingga terus memotivasi desa-desa yang lain menjadi lebih baik.”

Desa BRIlian Menjadi Percontohan

Ganjar menegaskan, berdasar pengembangan empat aspek tadi, yakni BUMDes, Innovation, digital, dan sustainability, maka Desa BRIlian ini menjadi desa yang diharapkan menjadi percontohan di daerah masing-masing karena dianggap sebagai desa yang tanggap, tangguh, dan tetap berinovasi di masa apapun. “Dan pastinya bisa menginspirasi desa lainnya untuk bisa maju dan menyejahterakan masyarakatnya,” ucap Ganjar.

BACA JUGA:   Erick Thohir Saksikan Penyerahan Bantuan Kepada Nasabah Difabel PNM Mekaar

Tercatat, di 2021 lalu untuk percontohan desa yang dianggap berhasildalam menggelar Desa BRIlian itu, BRI sudah mengembangkannya di lima desa, yaitu pertama, Desa Sukalaksana, Kec. Samaran, Garut, Jawa Barat dengan mengembangkan Eco Wisata Wisata Edukasi dengan tagline ‘Berbagi Cerita dalam Nuansa Desa’.

Kedua, Desa Temanggung, Kec. Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah yang mengembangkan wisata Nepal van Java. Ketiga, Desa Ketapanrame, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur yang mengoptimalkan sumber alam untuk wisata alam dan edukasi.

Keempat, Desa Sanankerto, Turen, Malang, Jawa Timur mengembangkan desa wisata Boonpring. Dan kelima, Desa Tebara, Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur yang mengembangkan desa wisata Pai Ijing.   

Road map Desa BRIlian 2021-2025

Dukung Keuangan Berkelanjutan

Dan dalam rangka sustainability keuangan, kembali dijelaskan Shovia, BRI juga telah melakukan penyaluran kredit kepada nasabah yang memiliki potensi pengaruh terhadap lingkungan baik secara langsung atau tidak langsung. “Angka kredit sektor hijau sudah mencapai Rp70,8 triliun atau setara dengan 7,5% dari total kredit BRI di 2021 lalu,” katanya.

Selain itu, ungkap dia, BRI juga terus meningkatkan resiliensi perubahan iklim yang dilakukan dengan tiga cara yakni, pertama, memperkuat strategi perubahan iklim; dalam hal ini BRI memiliki Komite Manajemen Risiko dan Kredit yang memperhatikan risiko lingkungan termasuk perubahan iklim, melalui perizinan lengkap dan pemantauan rutin melalui pelaporan berdasarkan standard pelaporan nasional dan global.

Kedua, penggunaan hemat energi; dalam hal ini BRI memiliki upaya penghematan konsumsi BBM kendaraan, penurunan penggunaan air, meningkatkan efisiensi pemakaian kertas melalui dukungan teknologi.

Dan ketiga, potensi penurunan emisi dari digitalisasi; dalam hal ini dengan adanya perubahan pola perilaku di tengah pandemi, di mana nyaris seluruh aktivitas beralih dilakukan melalui platform digital secara tidak langsung berpotensi mengakomodasi upaya penurunan emisi.

Dan tentu saja banyak program CSR lainnya yang diusung oleh Bank BRI dalam mendukung sustainable development maka BRI berkontribusi untuk mencapai pilar-pilar yang ada di masyarakat yang terdiri dari empat pilar. Yaitu pilar sosial, pilar ekonomi, pilar lingkungan, dan pialr hukum & tata kelola. Selain itu, program TJSL emiten bank dengan kode BBRI itu sudah mengadopsi ISO 26000 yang menjadi panduan untuk pelaksanaan TJSL BUMN.

FOTO: TopBusiness

Tags: bank BRITOP CSR Awards 2022
Previous Post

Ini Komitmen PLTU Tenayan terhadap CSR

Next Post

IHSG bisa Terkoreksi

Comments 1

  1. Dede Mulyana says:
    2 years ago

    desa kami saat ini sedang giat guna mengembangkan aneka tanaman bibit buah buahan… yakni desa Pasiragung, kecamatan Hantaran Kabupaten Kuningan Jawa Barat.
    di satu lahan sekitar 6 ha luasnya, butuh pengembangan menuju agro wisata.
    mohon petunjuk dan arahanya.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR