Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Pekalongan (Perseroda) telah menuntaskan sesi penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang diselenggarakan secara virtual oleh Majalah TopBusiness, Jumat (23/2/2024) lalu.
Hadir ketika itu Agus Djunaedi, Direktur Utama BPR Bank Pekalongan yang memaparkan sepak terjang perusahaan yang dipimpinnya di hadapan dewan juri.
BPR Bank Pekalongan sendiri diketahui memiliki visi Mewujudkan Bank yang Sehat, Profesional, Terpercaya dan Menjadi Kebanggaan Masyarakat Pekalongan. Adapun misi yang dicanangkan antara lain Mengupayakan Tingkat Kesehatan Bank selalu dalam kondisi sehat; meningkatkan kualitas SDM dengan menyertakan pada pendidikan dan pelatihan; terus berupaya untuk meningkatkan Teknologi Informasi demi menunjang pertumbuhan bank; dan turut serta dalam pembangunan kota Pekalongan.
Selanjutnya, Agus Djunaedi memaparkan beberapa poin yang menjadi strategi bisnis dari BPR Bank Pekalongan, antara lain mengoptimalkan pengelolaan aktiva produktif dengan menjaga likuiditas; mengoptimalkan sistem android untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan promosi dengan membangun jejaring dan komunitas baru; memanfaatkan teknologi digital dalam bertransaksi, yaitu dengan Virtual Account, Mandiri Cash Management, CMS dan Danamon Cash Connect; serta promosi melalui website, sosial media (Whatssap, Youtube, Instagram).
Bicara tingkat kesehatan bank, secara umum berdasarkan apa yang dipaparakan seperti Permodalan, PPAP, ROA, BOPO, LDR, dan cash Ratio dalam kondisi sehat.
Dari sisi kinerja keuangan untuk tahun 2022 dan 2023 BPR Bank Pekalongan berhasil meningkatkan nilai aset, kredit, serta tabungan.
“Aset kita dari Rp81.088.722.000 menjadi Rp87.577.400.000 atau meningkat 108%. Kemudian kredit kita dari Rp61.792.264.000 menjadi Rp75.317.469.000 atau meningkat 122%. Tabungan kita dari Rp23.251.822.000 menjadi Rp26.478.578.000 meningkat 114%. Kemudian deposifto kita dari Rp24.077.700.000 turun menjadi Rp21.575.438 atau hanya 90%. Kemudian laba kita Rp1.300.987.000 turun menjadi Rp1.054.987.000 atau sekitar 81%,” ujar Agus Djunaedi.
Sesuai tema yang diangkat ‘Penguatan tata kelola dalam membangun kinerja bisnis dan layanan BUMD’, sejumlah terobosan telah dilakukan BPR Bank Pekalongan dari aspek tata kelola, mulai dari survey kepuasan pelanggan hingga mengubah struktur organisasi.
“Sekarang kita sudah mencoba untuk melakukan survey kepuasan dengan kuesioner dengan link (online). Jadi kita nanti tahu bagaimana kepuasan pelanggan, lebih tepatnya ke pelayanan kita kepada nasabah,” ujar Agus.
Lalu dalam hal keselarasan sistem manajemen SDM dengan strategi bisnis, BPR Bank Pekalongan telah melakukan beberapa hal antara lain Mapping Karyawan dan membuat analisa Kebutuhan Karyawan agar tidak menimbulkan perangkapan jabatan yang akan menyebabkan resiko fraud tinggi. Serta melakukan rekrutmen kebutuhan Karyawan baik kebutuhan di bidang pemasaran dan pelayanan.

“Dulu di tahun 2022 kita belum ada kepatuhan dari manajemen risiko, di tahun 2023 kita rekrutmen. Alhamdulilah, sekarang sudah ada. Semoga dengan adanya ini (manajemen kepatuhan dan manajemen risiko) kinerja kita menjadi lebih baik lagi. Karena memang sekarang kepatuhan dan manajemen risiko itu lebih penting karena adanya berbagai aturan-aturan baru dari OJK dan yang lain, lebih banyak dan kita harus mengikuti semua aturan-aturan yang dicanangkan oleh otoritas,” ujarnya.
Selanjutnya, hal yang dilakukan BPR Bank Pekalongan adalah mengubah Struktur Organisasi yang baru untuk memaksimalkan operasional Bank di bagian pemasaran dan penagihan yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan yang akan meningkatkan pula dividen kepada Pemerintah Daerah. Selain itu, memitigasi risiko fraud, yang akan menimbulkan risiko kerugian bisnis Bank Daerah.
Kecuali itu, BPR Bank Pekalongan juga telah melakukan asesmen tata kelola perusahaan atau GCG (Good Corporate Governance) secara mandiri. Berdasarkan asesmen GCG tersebut, BPR Bank Pekalongan berhasil meraih nilai komposit 1,6 dengan predikat sangat baik.
Hal lain yang juga diungkap BPR Bank Pekalongan pada sesi penjurian kali ini adalah terobosan atau inovasi yang telah dilakukan, baik di bidang pemasaran dan layanan pelanggan. Misalnya, untuk menggenjot penghimpunan dana, sejumlah terobosan yang telah dilakukan antara lain:
• Penunjukan sebagai Bank Penyalur Gaji Tenaga Kontrak dan Tenaga Kegiatan Organisasi Perangkat Daerah di Kota Pekalongan.
• Mengadakan undian tabungan dengan Hadiah Utama Mobil.
• Melakukan kerjasama dengan Instansi, OPD dan Sekolah-sekolah di lingkungan Kota Pekalongan
• Memperluas jaringan kepada nasabah besar, serta meningkatkan loyalitas dengan memberikan souvenir
• Melakukan pengambilan tabungan dengan sistem jemput bola di sekolah-sekolah.
• Memfasilitasi praktikum akuntansi bagi siswa SMKN 2 Kota Pekalongan.
Sementara untuk penyaluran dana terobosan yang telah dilakukan antara lain:
• Menyalurkan kredit untuk pedagang pasar dengan bunga relatif murah.
• Mengadakan gathering dengan nasabah prioritas.
• Memberikan spanduk untuk tempat usaha dan sistem jemput bola
• Meningkatkan promosi membangun jejaring dan komunikasi baru melalui digital marketing innovation berupa website.
• Menyalurkan kredit tanpa agunan untuk pedagang kecil di pasar-pasar di Kota Pekalongan.
Demikian juga dari sisi pengembangan teknologi informasi, sejumlah hal yang telah dilakukan BPR Bank Pekalongan di antaranya pengembangan aplikasi berbasis Android, yaitu mobile collect untuk mempermudah dalam bertransaksi sehingga mendekatkan nasabah dengan Bank; digitalisasi banking (Virtual Account, MCM , CMS dan DCC); serta pengembangan aplikasi Bank Pekalongan Mobile.
Adapun berikut adalah kontribusi BPR Bank Pekalongan kepada pemerintah daerah:
- Memberikan pelayanan pembayaran gaji pegawai kontrak dan tenaga kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah Kota Pekalongan.
- Memberikan deviden kepada Pemerintah Kota Pekalongan sesuai target yang telah ditentukan.
- Mendukung kegiatan Pemerintah Kota Pekalongan di bidang Olahraga dan yang lainnya.
- Memberikan dana CSR untuk bina lingkungan (sosial budaya, keagamaan), edukasi literasi dan inklusi dan program pengembangan Pendidikan dan kemitraan).
Editor: Busthomi
