TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Integrasikan GRC dan Inovasi, Badak NGL Buktikan Sebagai Perusahaan Kelas Dunia

Busthomi
19 August 2025 | 09:39
rubrik: Event, GCG
Integrasikan GRC dan Inovasi, Badak NGL Buktikan Sebagai Perusahaan Kelas Dunia

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — PT Badak NGL menegaskan komitmennya dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Governance), manajemen risiko (Risk Management), dan kepatuhan terhadap regulasi (Compliance) dalam ajang TOP GRC Awards 2025.

Dalam presentasinya, Plt. Direktur merangkap COO PT Badak NGL, Feri Sulistyo Nugroho, menyampaikan bahwa implementasi GRC di perusahaan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari budaya kerja yang kolaboratif dan menyeluruh.

“Penerapan GRC di PT Badak adalah kerja kolektif, mulai dari fungsi Internal Audit, Risk Management, hingga Legal & Compliance, yang semuanya melapor langsung ke CEO. Ini menunjukkan bahwa GRC menjadi pilar strategis perusahaan,” ujar Feri di hadapan Dewan Juri dan perwakilan TOP GRC Awards yang digelar secara daring, Jumat (15/8/2025).

Kehadiran para komisaris seperti Daniel S. Purba dan Wakhid Hasyim juga dinilai sebagai bentuk nyata dukungan penuh dari Dewan Komisaris terhadap penguatan GRC di tubuh PT Badak NGL.

Daniel sendiri merupakan Presiden Komisaris & Komisaris Independen dan juga merangkap Ketua Komite PIMR (Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko) yang diperbantukan. Dan Wakhid merupakan Komisaris & Ketua Komite N&R (Nominasi & Remunerasi).

Hadir juga tim GRC dari Badak NGL yakni Nugroho (CAE), Luhur (Manager CSR & Relations), Angga (Risk Management Specialist), Firdha (Compliance Specialist), dan Haris (Fungsi IA).

Untuk diketahui BDK NGL merupakan Perusahaan yang memiliki lima kegiatan bisnis unit terdiri dari Technical Services, CSUA (Commissioning & Srart-Up Assistance, Operation & Maintenance Services, Training, dan Research & Development.

Berdasarkan Akte Perubahan Perusahaan yang disetujui oleh Menteri Hukum dan HAM No. AHU 0130028.AH.01.02.Tahun 2022 Tanggal 28 Desember 2022, bidang usaha yang dijalankan PT Badak NGL yang semula hanya LNG unit saja kemudian ditambah 5 segmen untuk mengakomodir kegiatan bisnis unit

Dengan Visi: “Unggul dan Mendunia dalam Layanan Pengelolaan Fasilitas LNG.” Dan Misi: “Mengelola dan Mengembangkan Operasional Fasilitas LNG dengan Efektif dan Efisien Mengacu Standar Internasional Industri LNG Dunia yang Aman, Selamat, Handal, dan Menguntungkan.”

Badak NGL didirikan pada tahun 1974, dan hanya dalam waktu 3 tahun Perusahaan berhasil memproduksi LNG perdana. “Ini menjadikan kilang kami sebagai salah satu yang tercepat di dunia dalam pembangunan dan produksi,” tutur dia.

BACA JUGA:   GRC di IPC Terminal Petikemas Dukung Transformasi Jadi Perusahaan Kelas Dunia

Dengan kepemilikan sahamnya adalah Pertamina Hulu Energi (55%), Total E&P Indonesia (10%), Pertamina (Persero) sebesar 15%, dan Pemerintah Indonesia sebanyak 20%.

“Saat ini, suplai gas kami berasal dari beberapa entitas di bawah Pertamina Group serta mitra lainnya, dengan total feed gas sekitar 485 MMSCFD,” katanya.

GRC yang Terintegrasi dan Digitalisasi

Salah satu kekuatan utama PT Badak dalam pengelolaan GRC Adalah dengan memiliki sistem manajemen terintegrasi yang inovatif dan dikenal sebagai BSMART (Badak Integrated System for Management Attitude Reinforcement).

Sistem ini tidak hanya mencakup aspek tata kelola, tetapi juga risk treatment dan kepatuhan internal secara real-time melalui aplikasi BIMA App, yang memudahkan pengawasan produksi dan manajemen risiko.

“Dengan pendekatan ini, kami berhasil mengidentifikasi dan menangani 597 risiko secara efektif pada 2024, termasuk risiko utama seperti penurunan pasokan gas (declining feed gas) yang sifatnya eksternal,” jelas Feri.

Lanjut dia, BSMART ini menjadi pedoman untuk menjalankan semua kegiatan di Perusahaan. “Ada 12 Elemen dalam BSMART yang dijadikan pedoman. Pedoman spesifik terkait GRC di Perusahaan dituangkan pada elemen General & Compliance serta elemen Penilaian Risiko &Tujuan Perusahaan,” katanya.

Dan dalam rangka meningkatkan tata kelola yang baik di dalam GRC ini, Badak NGL memiliki berbagai macam aplikasi yang bisa diakses oleh semua pekerja di Perusahaan. Baik itu terkait pedoman, kebijakan, SOP, Compliance Assurance Information System, Regulation & Standard, Risk Register dan aplikasi lainnya di Portal Intranet perusahaan.

“Hal ini tentu sangat membantu 28 operasional perusahaan berjalan dengan transparan, akuntabel, aman, handal dan berkelanjutan,” tandas dia.

Secara bisnis, Badak juga memiliki LPG Production Booster System. LPG Production Booster System merupakan inovasi teknologi Badak LNG yang telah diimplementasikan sejak tahun 2022 dan mampu meningkatkan kemampuan kilang Badak LNG untuk memproduksi LPG secara signifikan untuk mendukung pemenuhan dan ketahanan energi nasional.

Praktek Apik GRC

PT Badak sudah menjalankan GRC dengan baik. Dan ini juga sudah terlihat dari beberapa indikatornya. Untuk tata kelola perusahaan (GCG) misalnya, dari hasil asesmen yang ada, Badak membukukan skor 95,75 pada tahun 2023 dan 95,73 dari skala 100 dalam penilaian internal 2024. Ini berarti masuk kategori sebagai Sangat Baik.

BACA JUGA:   PT Indah Kiat Pulp & Paper Dorong Transformasi GRC untuk Bisnis Berkelanjutan

Hal ini sejalan dengan kinerja global perusahaan yang terus menunjukkan performa unggul, yakni meraih peringkat No. 1 untuk keandalan kilang (reliability) dan kesehatan & keselamatan kerja (safety & health), serta No. 3 untuk efisiensi biaya operasi dari total 20 kilang LNG di dunia.

Selanjutnya, dalam hal risk management, tentu saja sudah menerapkan ada Three Lines Model.  Untuk 1st Line, yaitu, pertama, memastikan adanya pengendalian internal yang kuat (strong Internal Control) terhadap potensi risiko di masing-masing fungsi. Kedua, menerapkan kebijakan Manajemen Risiko yang telah ditetapkan. Dan ketiga, mempertimbangkan risiko dalam pengambilan keputusan dan aktivitas yang dilakukan dalam mencapai sasaran Perusahaan.

Lalu untuk 2nd Line, yaitu, pertama, bertanggung jawab dalam mengembangkan kebijakan dan memantau penerapan manajemen risiko Perusahaan. Kedua, memastikan aktivitas Risk Owner dilaksanakan berlandaskan pada STK Manajemen Risiko yang telah ditetapkan oleh Perusahaan. Dan ketiga, memantau dan melaporkan risiko-risiko Perusahaan secara menyeluruh kepada Direksi/Pemimpin Tertinggi

Sedang untuk 3rd Line, yaitu, pertama, bertanggung jawab melakukan evaluasi terhadap efektivitas penerapan Manajemen Risiko secara keseluruhan. Dan kedua, memastikan bahwa pengelolaan risiko pada lapis pertama dan kedua berjalan efektif.

“Setiap Risk Owner telah menunjuk perwakilan departemen/seksi sebagai PIC Risk Management yang bertugas membantu Risk Owner dalam pelaksanaan manajemen risiko di fungsi masing-masingm” tandasnya.

Adapun dalam hal kepatuhan atau compliance, PT Badak NGL telah berkomitmen untuk menjalankan dan melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap Sistem Manajemen SHEQ, BSMART. Tentu saja selaras dengan seluruh aturan dan regulasi yang ada.

Selain itu juga, Badak banyak menjalankan standar ISO. Seperti ISO 9001: 2015 tentang standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (SMM). Ada juga ISO 14001: 2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan. Lalu, ISO 45001: 2018 tentang standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Selanjutnya, ISO 17025: 2017 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan umum untuk Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi. Ada juga ISO 50001: 2018 tentang Energy Management System. Kemudain, ISO 37001: 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Lalu ISO 31000:2018 tentang Panduan Penerapan Risiko.

BACA JUGA:   Tata Kelola dan Inovasi Jadi Kunci Perumdam Tirta Merapi Klaten Menjadi BUMD Air Minum yang Sehat, Adaptif, dan Berkelanjutan

Juga ada ISO 27001: 2022 tentant standar internasional yang menetapknan persyaratan untuk mendirikan, menerapkan, mengoperasikan, memantau, memeriksa, mempertahankan, dan meningkatkan sistem manajemen keamanan informasi (ISMS) dalam suatu organisasi.

Dan juga ada ISO 26000 SR (Social Responsibility), yaitu panduan internasional yang membahas tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Berkat GRC ini, Badak juga dalam hal International Sustainability Rating System (ISRS), merupakan Perusahaan Minyak & Gas pertama yang memperoleh Level 8 (6 tahun berturut-turut sejak 2010). Sehingga Badak LNG menjadi acuan untuk perusahaan LNG lainnya.

Selain itu, Badak LNG juga mengikut Audit SUPREME pertama pada tahun 2022 (Setelah bergabung dengan Subholding Upstream Pertamina pada tahun 2021) dan meraih kategori Hijau Muda.

GRC Sebagai Landasan

Lebih dari sekadar kepatuhan, GRC dijadikan PT Badak sebagai fondasi dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan. Salah satunya adalah program produksi LPG dari gas domestik yang telah menurunkan impor LPG nasional hingga 323%.

Selain itu, perusahaan berhasil mempertahankan Proper Emas selama 14 tahun berturut-turut, serta mendukung berbagai inisiatif SDGs melalui kebijakan internal.

Dengan lebih dari 10.000 pengapalan LNG sejak berdiri dan kontribusi pendapatan lebih dari Rp33 triliun pada tahun lalu, PT Badak membuktikan bahwa tata kelola yang kuat bukan hanya meningkatkan reputasi perusahaan, tetapi juga mendukung ketahanan energi nasional.

“Dan pada tahun lalu, kami berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp33 triliun dengan laba bersih sekitar Rp6,7 triliun—yang seluruhnya dikembalikan ke sektor hulu dan negara,” tandas dia.

Menutup presentasinya, Feri menyatakan harapannya agar PT Badak NGL dapat masuk dalam jajaran pemenang TOP GRC Awards 2025 dan ini merupakan kali pertama keikutsertaannya di ajang TOP GRC. Sehingga, pencapaian ini sejalan dengan lebih dari 48 penghargaan yang telah diraih perusahaan tahun ini.

“Kami percaya, dengan pondasi GRC yang kuat, PT Badak akan terus berkontribusi bagi bangsa, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam membangun praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Tags: PT Badak NGLTOP GRC Awards 2025
Previous Post

BEI Suspensi UANG

Next Post

Pasca Libur Akhir Pekan, IHSG Dibuka Naik Tipis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR