Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Inovasi tersebut tidak hanya dilakukan pada aspek operasional dan teknologi, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia (human capital) serta penguatan tata kelola perusahaan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal, Nandang Indradani, saat memaparkan kinerja dan strategi perusahaan dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2026 secara daring, Kamis (5/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Nandang menjelaskan bahwa dirinya baru dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama sejak Agustus 2025. Meski demikian, ia telah lama berkarier di perusahaan daerah tersebut.
“Saya sendiri dipercaya menjadi Direktur Utama sejak Agustus 2025, tetapi di PDAM Tirta Ayu sudah sejak 1991. Jadi kami memang ‘anak PDAM’ yang tumbuh dan berkembang di perusahaan ini,” ujar Nandang.
Ia menambahkan, saat ini struktur manajemen perusahaan telah lengkap dengan tiga direktur yang membidangi fungsi utama perusahaan, yakni Direktur Utama, Direktur Teknik, dan Direktur Umum.
Kinerja Perusahaan
Dalam pemaparannya, Nandang menyebutkan bahwa kinerja Perumda Air Minum Tirta Ayu menunjukkan tren positif. Berdasarkan penilaian kinerja sektor air minum oleh Kementerian PUPR, nilai kinerja perusahaan meningkat dari 3,92 pada 2024 menjadi 4,04 pada 2025, dan masih berada dalam kategori “Sehat”.
Dengan capaian kinerja ini, Perumda Tirta Ayu berada di peringkat 4 secara nasional. “Secara umum tingkat kesehatan perusahaan masih dalam kategori sehat, dengan berbagai indikator kinerja yang terus kami perbaiki,” jelasnya.
Sedangkan pengukuran berdasar Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999 dengan indikator kinerja keuangan, operasional dan administrasi, skornya 67,96 (Baik) pada 2025. Capaian tersebut menempatkan Perumda Air Minum Tirta Ayu pada peringkat kedua di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Adapun dalam aspek tata kelola perusahaan yang baik (GCG), Perumda Air Minum Tirta Ayu memperoleh nilai 61,31 yang menempatkan perusahaan pada predikat “Cukup.”
Perusahaan saat ini melayani sekitar 61.469 sambungan pelanggan di Kabupaten Tegal. Rata-rata kontinuitas layanan air mencapai 22,15 jam per hari, dengan kualitas air yang telah memenuhi standar Memenuhi Syarat Air Bersih (MSAB).
Dari sisi cakupan layanan, perusahaan mencatat cakupan teknis sebesar 11,79 persen dan cakupan administrasi sebesar 10,36 persen. Sementara tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) berada pada angka 25,38 persen.
Perumda Air Minum Tirta Ayu juga telah mencapai kondisi Full Cost Recovery (FCR), di mana tarif air rata-rata telah mampu menutup biaya produksi air.
“Biaya produksi air sekitar Rp 7.073 per meter kubik, sementara tarif rata-rata Rp 8.023 per meter kubik. Dengan demikian kondisi perusahaan sudah mencapai full cost recovery,” kata Nandang.
Dari sisi kinerja keuangan, Perumda Air Minum Tirta Ayu juga mencatat tren pertumbuhan positif. Pada tahun 2025, pendapatan atau penjualan perusahaan tercatat mencapai sekitar Rp83,92 miliar, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp 80,08 miliar.
Demikian pula laba bersih Perumda Air Minum Tirta Ayu meningkat signifikan dari Rp 13,74 miliar pada 2024 menjadi Rp 15,03 miliar pada 2025.
Menurut Nandang, peningkatan kinerja keuangan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya perbaikan operasional dan pengembangan layanan yang terus dilakukan perusahaan.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan serta peningkatan efisiensi operasional turut mendorong peningkatan kinerja keuangan perusahaan,” ujar Nandang.
Jika pada 2024 jumlah sambungan pelanggan tercatat sebanyak 59.532 sambungan, maka pada 2025 meningkat menjadi 61.469 sambungan pelanggan.
Digitalisasi Layanan dan Inovasi Teknologi
Untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, Perumda Air Minum Tirta Ayu juga mengembangkan berbagai inovasi teknologi.
Salah satunya melalui penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang digunakan untuk memetakan jaringan perpipaan serta data pelanggan secara digital. Sistem ini membantu perusahaan dalam melakukan analisis pengembangan jaringan distribusi.
Selain itu, perusahaan sejak 2020 mengimplementasikan aplikasi SCADA Monitoring yang dikembangkan tim internal. Ini merupakan aplikasi sistem monitoring distribusi air yang memungkinkan pemantauan debit air, tekanan pipa, dan ketinggian air di reservoir secara real time.
Melalui sistem tersebut, operasional distribusi air dapat dipantau secara lebih cepat sehingga gangguan layanan dapat segera ditangani.
Di sisi layanan pelanggan, perusahaan juga menghadirkan inovasi berupa aplikasi Tiray (Tirta Ayu Mobile) yang dikembangkan secara mandiri oleh tim internal perusahaan.
“Aplikasi Tiray ini dibuat oleh tim IT kami sendiri. Melalui aplikasi ini pelanggan bisa menyampaikan keluhan, memantau proses penanganan, hingga mendapatkan informasi layanan secara lebih cepat,” jelas Nandang.
Selain itu, perusahaan juga memberikan kemudahan pembayaran rekening air melalui berbagai kanal digital seperti perbankan, PPOB, dan platform e-commerce.
Penguatan Human Capital
Selain inovasi teknologi, Perumda Air Minum Tirta Ayu juga melakukan berbagai terobosan dalam pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya melalui pemetaan kompetensi pegawai untuk memastikan kesesuaian antara kemampuan pegawai dengan kebutuhan jabatan.
Melalui pemetaan tersebut, perusahaan dapat mengidentifikasi kesenjangan kompetensi sekaligus merancang program pelatihan yang lebih terarah.
Perusahaan juga secara rutin menyelenggarakan berbagai program in house training dan pendidikan lanjutan bagi pegawai yang ingin meningkatkan kompetensi.
Pelatihan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pelatihan teknis seperti sistem perpompaan dan pengendalian NRW, hingga pelatihan di bidang administrasi, perpajakan, hukum, serta manajemen keuangan.
“Pengembangan SDM menjadi salah satu fokus utama kami, karena keberhasilan perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki,” ujar Nandang.
Salah satu inovasi yang lahir dari pengembangan SDM adalah pembuatan sistem logger secara mandiri oleh tim internal perusahaan. Sistem tersebut digunakan untuk mengukur kecepatan aliran air, tekanan pada pipa transmisi dan distribusi, ketinggian air di reservoir, serta kadar sisa klorin dalam jaringan distribusi.
“Semua alat tersebut kami kembangkan sendiri dengan memanfaatkan kemampuan SDM yang ada di perusahaan,” tambahnya.
Kepuasan Pelanggan dan Kontribusi Daerah
Dari sisi pelayanan publik, Perumda Air Minum Tirta Ayu juga mencatat peningkatan tingkat kepuasan pelanggan. Berdasarkan survei kepuasan masyarakat tahun 2024 terhadap 500 responden, perusahaan memperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 82,050 dengan kategori baik.
Nilai tersebut meningkat dibandingkan survei tahun 2023 yang mencatat skor 81,955.
Selain memberikan layanan kepada masyarakat, perusahaan juga memberikan kontribusi fiskal kepada pemerintah daerah baik dari pajak daerah maupun bagi hasil laba dengan total Rp 4,19 miliar pada 2024.
Perusahaan juga membayar kompensasi pemanfaatan sumber air kepada Pemerintah Kabupaten Tegal dan desa selaku pemilik sumber air sebesar Rp 193,73 juta.
Tak hanya dalam bentuk uang tunai, Perumda Air Minum Tirta Ayu juga menjalankan berbagai program keberlanjutan, seperti konservasi sumber air melalui penanaman pohon di sekitar mata air, pengamanan desa sumber air, serta berbagai kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan.
Raihan Prestasi
Kinerja perusahaan juga mendapatkan apresiasi di tingkat nasional. Perumda Air Minum Tirta Ayu berhasil meraih predikat Bintang 5 dalam ajang TOP BUMD Awards 2024 dan kembali mempertahankan Bintang 5 pada TOP BUMD Awards 2025.
Dengan berbagai inovasi yang dilakukan, Nandang optimistis Perumda Air Minum Tirta Ayu dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan air minum sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah.
“Kami terus berupaya melakukan perbaikan dan inovasi agar layanan kepada masyarakat semakin baik dan perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah,” ujarnya.
