TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pupuk Iskandar Muda Perkuat GRC dengan Aplikasi Digital untuk Dukung Bisnis Berkelanjutan

Ahmad Churi
5 August 2026 | 20:08
rubrik: Event
Pupuk Iskandar Muda Perkuat GRC dengan Aplikasi Digital untuk Dukung Bisnis Berkelanjutan

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance/GRC) guna mendukung keberlanjutan bisnis di tengah tantangan industri pupuk dan perubahan pasar yang kian dinamis. Inovasi teknologi digital saat ini berfokus pada otomatisasi dan optimalisasi keamanan data untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat implementasi GRC.

Jakarta, TopBusiness – PT Pupuk Iskandar Muda merupakan Anak Perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero). Perusahaan memetakan perkembangan perusahaan dalam mengelola Tata Kelola (Governance), Manajemen Risiko (Risk), dan Kepatuhan (Compliance) atau – GRCyang berfokus pada Aspek Keberlanjutan (Sustainability/ESG). Hal ini juga selaras dengan visi dan misi perusahaan.

Perusahaan memiliki visi: Perusahaan yang berdaya saing tinggi dalam bidang Solusi Agro dan Bahan Kimia industri. Sedangkan misinya; 1. Memproduksi dan mendistribusikan pupuk dan produk bahan kimia industri secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan pelanggan. 2. Memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan prinsip tata Kelola Perusahaan yang baik dan ramah lingkungan. 3. Membangun budaya inovatif dan kolaboratif melalui operasional yang unggul dan standar mutu global untuk menjadi organisasi yang berkinerja tinggi. 4. Memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk menghasilkan solusi yang dapat meningkatkan produktivitas pangan nasional.

Terkait penguatan GRC, dilakukan pada kerangka kerja yang lebih terstruktur dengan menggabungkan unsur pengawasan kepemimpinan, mitigasi ancaman, dan kepatuhan hukum. Sistem integrasi dilakukan juga untuk optimalisasi dan efektifitas GRC guna mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan mencapai target secara aman, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku (compliance). Terkait ESG Risk, telah disusun Laporan Task-Force on Climate-Related Financial Disclosure (TCFD Report) yang isinya menggambarkan keseluruhan Risiko Finansial yang berkaitan dengan Perubahan iklim. Laporan tersebut dalam diakses pada website PIM.

BACA JUGA:   Perkuat GCG dan Inovasi, BPRS Magetan Kembali Jadi Finalis TOP BUMD Awards 2024

Demikian beberapa poin penting yang dipaparkan Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Iskandar Muda, Maimun, dalam sesi wwancara dan penjurian TOP GRC Awards 2026 yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada Selasa (04/08/2026). Di tahun pertama keikutsertaanya di ajang corporate rating bidang GRC  ini, PT PIM mengangkat materi presentasi berjudul “Maturity Stages of Intelligent GRC for Sustainability” yang selaras dengan tema  TOP GRC Awards 2026 “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”.

Dalam presentasinya, Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Iskandar Muda, Maimun menegaskan bahwa implementasi GRC bukan sekadar memenuhi kewajiban kepatuhan, namun juga bagian penting untuk bisnis berkelanjutan dan juga meningkatkan reputasi dan trust perusahaan. “Kami memandang GRC bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan fondasi dalam pengambilan keputusan, efisiensi operasional, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujar Maimun dalam presentasinya.

Acara penjurian ini, turut dihadiri Komisaris Independen PT Pupuk Iskandar Muda, Asmoni, sekaligus  mewakili Ketua Komite Tata Kelola Terintegrasi, Pemantau Risiko dan Investasi. Kemudian Sekretaris Perusahaan- Syahrul Kamal, Senior Vice President Tata Kelola dan Manajemen Risiko Nizamullah, serta tim keptuhan -Moelly Mariska.

Sementara itu, dewan juri terdiri atas Ir. Thendri Supriatno dari Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Benyamin De Haan selaku Senior Advisor MSI Group, Bobby Hamzar Rafinus dari Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI), dan Prof. Dr. Wahyudin Zarkasyi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran. Proses penjurian dimoderatori oleh Ahmad Chury, Managing Editor ItWorks.id.

Tantangan Strategis dan Digitalisasi

Dalam paparannya, Maimun menjelaskan bahwa PIM tengah menghadapi sejumlah tantangan strategis, mulai dari keterbatasan pasokan gas alam, tingginya harga bahan baku, perubahan kebijakan subsidi pupuk, hingga tuntutan menuju target Net Zero Emission 2060. Di sisi lain, perusahaan melihat peluang dari meningkatnya permintaan pupuk majemuk, potensi hilirisasi gas alam, serta pengembangan industri berbasis amonia.

BACA JUGA:   PT Yili Indonesia Dairy Integrasikan CSR dan ESG Sebagai Bagian Strategi Berkelanjutan

Guna menjawab tantangan tersebut, PIM menerapkan model tata kelola berbasis three lines of defense yang melibatkan unit operasional sebagai lini pertama, fungsi manajemen risiko dan kepatuhan sebagai lini kedua, serta Satuan Pengawasan Intern (SPI) sebagai lini ketiga.

Perusahaan juga mempercepat transformasi digital melalui implementasi aplikasi SENTRA yang mulai digunakan sejak Maret 2026. Aplikasi tersebut menjadi platform terintegrasi untuk pengelolaan risiko perusahaan, termasuk pemantauan indikator risiko utama (key risk indicator), profil risiko, hingga sistem peringatan dini terhadap potensi pelanggaran batas risiko.

“Digitalisasi pelaporan risiko melalui SENTRA memungkinkan perusahaan melakukan analisis risiko secara real-time, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat budaya kepatuhan,” kata Maimun.

Di bidang keberlanjutan, PIM mencatat peningkatan skor Environmental, Social, and Governance (ESG) dari 49% pada 2024 menjadi 68% pada 2025 berdasarkan penilaian S&P Global. Capaian tersebut menempatkan PIM sebagai perusahaan dengan skor ESG tertinggi kedua di lingkungan Grup Pupuk Indonesia. Perusahaan menargetkan skor ESG mencapai 70% pada 2026.

Selain itu, PIM telah menyusun laporan Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) untuk memetakan risiko keuangan akibat perubahan iklim, sekaligus menjadikan pengurangan emisi dan peningkatan skor ESG sebagai indikator kinerja utama bagi manajemen dan dewan komisaris.

Dari sisi kinerja bisnis, perusahaan membukukan pertumbuhan produksi dari 732 ribu ton pada 2024 menjadi 765 ribu ton pada 2025. Volume penjualan juga meningkat 32% menjadi 910 ribu ton, sementara laba bersih melonjak lebih dari dua kali lipat dari Rp159 miliar menjadi Rp323 miliar.

PIM juga mencatat pencapaian penting dalam aspek kepatuhan. Selama dua tahun berturut-turut, perusahaan membukukan nol temuan mayor dari regulator dan auditor eksternal di bidang kepatuhan, kesehatan dan keselamatan kerja (HSE), serta keuangan. Selain itu, perusahaan mampu mengaktifkan sistem Business Continuity Management System (BCMS) dalam waktu kurang dari 24 jam saat terjadi bencana banjir bandang.

BACA JUGA:   GRC dan ESG Topang Bisnis PT Jasa Marga Tumbuh Berkelanjutan

Dalam perjalanan peningkatan kematangan manajemen risiko, skor Risk Maturity Index (RMI) PIM naik dari 2,5 pada 2023 menjadi 3,0 pada 2025. Perusahaan menargetkan peningkatan berkelanjutan hingga 2030 sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan penciptaan nilai jangka panjang.

Tags: pupuk iskandar muda
Previous Post

PHE Jadikan GRC Bagian dari Setiap Keputusan Strategis Bisnis Hulu Migas

Next Post

Sinergi BP BUMN dan Kemenkeu Percepat Streamlining BUMN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR