TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT Pos Properti Indonesia Perkuat Adaptive GRC untuk Mendukung Pertumbuhan Berkelanjutan

Agus Haryanto
14 August 2026 | 16:14
rubrik: Event
PT Pos Properti Indonesia Perkuat Adaptive GRC untuk Mendukung Pertumbuhan Berkelanjutan

Jakarta, TopBusiness — PT Pos Properti Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat penerapan governance, risk, and compliance (GRC) yang adaptif guna mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Director PT Pos Properti Indonesia, Nina Risnasari, dalam presentasi bertema “Driving Adaptive GRC for Continuous Growth” pada ajang TOP GRC Awards 2026.

Dalam paparannya, Nina menjelaskan bahwa GRC bagi PT Pos Properti Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan regulasi dan pengendalian risiko, tetapi juga sebagai kemampuan perusahaan untuk beradaptasi terhadap perubahan bisnis, memperkuat proses pengambilan keputusan, serta menjadi enabler pertumbuhan jangka panjang.

“Bagi kami, GRC bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi atau pengendalian risiko. Yang lebih penting adalah bagaimana GRC mampu beradaptasi dengan perubahan bisnis, memperkuat pengambilan keputusan, dan mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Nina kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2026 secara daring dari Jakarta, Jumat (14/08/2026).

Menurutnya, tema tersebut selaras dengan tema TOP GRC Awards 2026, yaitu “Sustainability by Design, A Journey Through Intelligent GRC”, yang menekankan pentingnya integrasi GRC dengan strategi perusahaan, proses bisnis, teknologi, dan budaya organisasi.

Tampak hadir juga mendampingi Endro Tjahjono selaku Chief Business Development and Hospitality Officer, Plt Chief Financial Officer, diikuti Hendy Agung Kusuma (Corporate Secretary), ⁠Gendin Ayu (Head of Corporate Affairs), ⁠Muhammad Alief Effendy (Head of GRC) dan ⁠Bhram Kusuma (Governance and Compliance Supervisor).

Melalui presentasi tersebut, perusahaan memaparkan perjalanan pengembangan GRC mulai dari pembangunan fondasi tata kelola perusahaan, integrasi manajemen risiko dan kepatuhan, penguatan pengendalian internal, pemanfaatan teknologi, pembangunan budaya sadar risiko dan kepatuhan, hingga penyusunan roadmap peningkatan tingkat kematangan (maturity) GRC di masa mendatang.

“Ini adalah perjalanan PT Pos Properti Indonesia dalam membangun adaptive GRC sebagai enabler bagi continuous growth dan sustainability perusahaan,” katanya.

BACA JUGA:   Kinerja Tumbuh di Tengah Tantangan, BPR Jwalita Trenggalek Perkuat Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Dalam kesempatan itu, Nina Risnasari juga memperkenalkan profil PT Pos Properti Indonesia sebagai anak perusahaan PT Pos Indonesia yang didirikan pada 31 Desember 2013. Perusahaan memperoleh mandat untuk mengelola dan mengoptimalkan aset-aset milik PT Pos Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa selama lebih dari 13 tahun berdiri, peran PT Pos Properti Indonesia terus berkembang. Dari yang semula berfokus sebagai pengelola aset properti milik PT Pos Indonesia, perusahaan kini bertransformasi menjadi mitra strategis dalam pengembangan properti dan penciptaan nilai dari aset.

“Transformasi ini kami lakukan dengan mengintegrasikan pengelolaan aset, pengembangan properti, dan berbagai solusi inovatif sehingga aset milik PT Pos Indonesia tidak hanya dikelola dengan baik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan, baik induk maupun anak perusahaan,” jelas Nina.

Dengan semangat tersebut, PT Pos Properti Indonesia terus berupaya menghadirkan pengelolaan dan pengembangan properti yang bernilai, adaptif, dan berkelanjutan.

Secara lebih rinci, Pos Properti Indonesia didirikan pada 31 Desember 2013 sebagai anak perusahaan PT Pos Indonesia (Persero). Sejak awal berdiri, perusahaan dibentuk untuk mendukung optimalisasi dan pengembangan aset properti milik Pos Indonesia.

Seiring perkembangannya, Pos Properti  Indonesia terus memperluas kapabilitas perusahaan. Transformasi dilakukan dari perusahaan pengelola aset properti menjadi mitra strategis dalam pengembangan properti dan penciptaan nilai. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadapi dinamika industri properti sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pengelolaan aset negara.

Dalam pemaparannya, perusahaan menekankan bahwa integrasi pengelolaan aset, pengembangan properti, dan solusi inovatif menjadi fokus utama bisnis. Melalui pendekatan tersebut, Pos Properti Indonesia berkomitmen mengoptimalkan potensi aset properti serta menghadirkan ruang yang bernilai, adaptif, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Komitmen tersebut juga tercermin dari berbagai pengembangan fasilitas dan properti yang ditampilkan dalam materi presentasi, mulai dari gedung perkantoran, ruang komersial, fasilitas layanan, hingga kawasan properti yang mendukung aktivitas bisnis dan pelayanan publik.

BACA JUGA:   PUD Klabat Perkuat Peran Sebagai Penggerak Stabilitas Ekonomi dan Pangan di Minahasa Utara

Nina menambahkan bahwa seiring meningkatnya kompleksitas bisnis dan pengelolaan aset, penerapan GRC menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan perusahaan. Karena itu, perusahaan terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan agar mampu menghadapi dinamika bisnis sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Semakin berkembang bisnis dan semakin kompleks pengelolaan aset, maka penerapan GRC menjadi fondasi yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan,” ungkap Nina.

Partisipasi PT Pos Properti Indonesia dalam TOP GRC Awards 2026 menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, dan kepatuhan sebagai fondasi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Melalui transformasi yang terus dilakukan, perusahaan berharap dapat memperkuat perannya sebagai pengelola dan pengembang properti yang memberikan nilai tambah bagi PT Pos Indonesia (Persero) maupun masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Lima Portofolio Bisnis Pos Properti

Pos Properti Indonesia terus memperkuat peran strategisnya dalam pengelolaan dan pengembangan aset melalui lima portofolio bisnis utama yang dijalankan perusahaan.

Nina menjelaskan bahwa portofolio pertama adalah business operation, yaitu layanan pemeliharaan dan pengelolaan aset milik PT Pos Indonesia. Cakupan layanan ini meliputi kantor pusat serta kantor-kantor cabang utama PT Pos Indonesia yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

“Pada business operation, kami dipercaya untuk memberikan layanan pemeliharaan dan pengelolaan aset, baik di kantor pusat maupun kantor cabang utama PT Pos Indonesia di seluruh Indonesia,” ujar Nina.

Portofolio kedua adalah commercial leasing, yang berfokus pada optimalisasi aset milik PT Pos Indonesia menjadi peluang komersial melalui pengelolaan dan penyewaan properti yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. Menurut Nina, model bisnis ini memungkinkan pemanfaatan aset untuk berbagai kebutuhan komersial sesuai perkembangan permintaan pasar. “Penggunaannya bisa berbagai macam dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang,” katanya.

BACA JUGA:   ASTRA Infra Borong Dua Penghargaan TOP CSR Awards 2021

Selanjutnya, portofolio ketiga adalah hospitality business. Melalui lini bisnis ini, Pos Properti Indonesia melakukan transformasi aset menjadi berbagai konsep komersial, seperti co-living atau rumah kos, creative hub, termasuk Pos Bloc, serta pengelolaan beberapa hotel skala kecil. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan pengalaman baru bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi aset yang dikelola perusahaan.

“Hospitality business kami dorong untuk menghadirkan pengalaman baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari aset-aset yang kami kelola,” jelas Nina.

Portofolio keempat adalah real estate development, yakni pengembangan properti residensial. Nina menyebutkan beberapa proyek yang telah dikembangkan antara lain Point Regencia di Ciparay, Bandung, dan Point Residence di Cikarang, Bekasi. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan dua proyek pengembangan baru yang direncanakan mulai berjalan pada tahun ini.

Sementara itu, portofolio kelima adalah construction sevices atau layanan konstruksi. Melalui lini ini, Pos Properti Indonesia mendukung PT Pos Indonesia sebagai induk perusahaan melalui perencanaan arsitektur, desain interior, hingga pelaksanaan konstruksi secara menyeluruh untuk menghadirkan fasilitas yang lebih produktif dan memperkuat identitas perusahaan.

Nina menegaskan bahwa keberagaman lima karakter bisnis tersebut membawa konsekuensi berupa profil risiko, kebutuhan pengendalian, regulasi, dan proses bisnis yang berbeda-beda. Karena itu, perusahaan memandang penting penerapan GRC yang adaptif dan terintegrasi.

“Dengan karakter bisnis yang berbeda-beda, kebutuhan pengendalian dan regulasinya juga semakin beragam. Karena itu, kami membutuhkan penerapan GRC yang adaptif dan terintegrasi agar pertumbuhan setiap lini bisnis tetap berjalan dengan tata kelola yang baik, risiko yang terkendali, dan kepatuhan yang terjaga,” tutup Nina.

Melalui penguatan GRC yang adaptif, Pos Properti Indonesia optimistis seluruh portofolio bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi PT Pos Indonesia dan para pemangku kepentingan.

Previous Post

EMAS Resmi Adopsi Nama Mandarin di Bursa Hong Kong, Tak Ubah Nama Legal Perseroan

Next Post

PLN EPI Perkuat Intelligent GRC untuk Amankan Pasokan Energi Primer Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR