Jakarta, TopBusiness – ITB Ultra Marathon 2026 siap digelar pada 16–18 Oktober 2026 dengan komitmen memperluas dampak sosial melalui berbagai program keberlanjutan.
Memasuki penyelenggaraan kedelapan, ITB Ultra Marathon 2026 menghadirkan berbagai pembaruan yang memperkuat kolaborasi antara olahraga, pendidikan, teknologi, dan kepedulian sosial.
Selain meningkatkan kontribusi ke Dana Lestari ITB, ITB dan Komisariat ITB Ultra (IA-ITB) juga meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam ajang lari ketahanan ini.
Program tersebut berupa penyediaan lima unit alat pengolahan air baku menjadi air layak minum bernama Water Ultra Filter, hasil invensi Prof. I Gede Wenten, seorang Guru Besar Institut Teknologi Bandung dan pemegang lebih dari 15 hak paten di bidang teknologi membran, melalui start-up “Ganesh Osmotech”.
Kelima alat akan ditempatkan di sekolah dan tempat ibadah di sepanjang lintasan lomba, sebagai bagian dari perluasan program ITB Berdampak, hasil kerja sama dengan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB.
“ITB Ultra Marathon 2026 terus berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang lari. Tahun ini kami menghadirkan rangkaian kegiatan yang lebih beragam, mulai dari lomba lari virtual, Ultra Marathon, Fun Run, hingga bazar UMKM di area finish. Kami berharap seluruh rangkaian ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang mendorong gaya hidup sehat sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan perekonomian lokal,” ujar Aleks Suhanto, Ketua Pelaksana ITB Ultra Marathon 2026 dalam siaran persnya, Selasa (18/8/2026).
Aleks menambahkan, “Melalui program CSR ini, kami akan menyalurkan lima unit Water Ultra Filter, sehingga masyarakat di sekitar lintasan memperoleh akses terhadap air bersih layak minum yang aman dan berkelanjutan. Kami berharap manfaat nyata dari penyelenggaraan ITB Ultra Marathon 2026 dapat terus dirasakan bahkan setelah perlombaan berakhir.”
Selain menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sepanjang lintasan, ITB Ultra Marathon 2026 juga memperkuat kontribusinya terhadap dunia pendidikan melalui ITB Berdampak.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, program ini kini dibuka bagi masyarakat umum sehingga semakin banyak pihak dapat berpartisipasi dalam mendukung Dana Lestari ITB. Dana yang dihimpun melalui Dana Lestari ITB akan dimanfaatkan untuk pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang membutuhkan, sekaligus mendukung berbagai program pendidikan, riset, dan pengembangan institusi.
“ITB meyakini bahwa pendidikan yang berkualitas membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Melalui ITB Berdampak, kami membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi alumni, mitra, korporasi, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat Dana Lestari ITB. Dukungan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan sekaligus mendukung berbagai inisiatif guna memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat maupun dunia pendidikan,” ujar Prof. Tatacipta Dirgantara, Rektor Institut Teknologi Bandung.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ITB Ultra Marathon 2026 menargetkan 6.000 peserta yang terdiri atas 4.000 pelari Ultra Marathon dan 2.000 peserta Fun Run. Peningkatan jumlah peserta diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperbesar manfaat yang dihasilkan melalui berbagai program sosial dan pendidikan.
Pendaftaran ITB Ultra Marathon 2026 telah dibuka sejak 15 Juni 2026 melalui laman https://bit.ly/ITBUltraMarathon dengan biaya pendaftaran sebagai berikut:
- Individual: Rp 1.500.000
- Relay 2: Rp2.400.000
- Relay 4: Rp3.350.000
- Relay 8: Rp5.700.000
- Relay 16: Rp8.600.000
Selain kategori Ultra Marathon dan Fun Run, ITB Ultra Marathon 2026 turut menghadirkan rangkaian Virtual Run yang terbuka bagi pelari umum di berbagai wilayah. Virtual Run terdiri atas dua kategori, yaitu Endurance Battle, lari individu dengan sistem multi–submit selama ±30 hari, dan Team Battle 100K, lari beregu dengan sistem single-submit untuk menyelesaikan total jarak 100 kilometer secara kolektif dalam dua hari.
Sebagai ajang ultra marathon sejauh 180 km yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, dengan titik start di Balai Kota Jakarta dan titik finish di ITB Ganesha, ITB Ultra Marathon 2026 terus berkembang menjadi platform kolaborasi antara olahraga, pendidikan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan.
Panitia mengajak masyarakat, alumni, komunitas lari, perusahaan, serta berbagai mitra untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia.
“Bagi kami, garis finis bukanlah akhir dari perjalanan. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika setiap langkah para peserta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik,” tutup Aleks Suhanto.
